category » Artist

Sujud Kendang, Tak Bisa Jauh-Jauh Lagi Ngamen...

di baca : 217 kali | Date 13 February
Sujud Kendang, Tak Bisa Jauh-Jauh Lagi Ngamen...

Related Post :

Bulan purnama aku duduk berdua. Bulan bintang yang bertaburanb turut menyaksikan Malam ini tak kan kulupakan, bersama kamu. Rasa hati tiada terkira karena pandangan matamu Pujaanku Oh pujaanku.Aku Cinta padamu. Berikanlah kasih mesramu hanya untukku Jogjanews.com - Gelaran Malam Sastra Malioboro yang diselenggarakan Paguyuban Sastra Mataram Yogyakarta bertajuk "Tribute to Widjaja" pada Sabtu (11/2) malam di depan Gedung Agung Yogyakarta menjadi penampilan kedua  dalam sebuah acara seni seniman Sujud Kendang setelah pada awal tahun 2011 menjalani operasi bagian mata.

Kemampuan memainkan kendang Sujud tak berubah. Dengan kendangan serta suara bernyanyi yang khas, Sujud Kendang menampilkan lagu pertama berjudul Bulan Purnama. Sakit kornea mata Sujud Kendang menarik perhatian seniman lain hingga awal tahun lalu, pada seniman dengan spontan menggelar penggalangan dana untuk membantu operasi kornea mata Sujud Kendang pada event Jazz Mben Senin pada akhir Januari 2011. Menurut Eko Nuryono, salah satu teman dekat Sujud Kendang, pasca operasi kornea mata tersebut, Sujud Kendang memang tetap menjalankan pekerjaannya sebagai pengamen kendang dengan menyebut dirinya sendiri sebagai Petugas Penarik Pajak Rumah Tangga. Namun pekerjaan mengamen yang dilakukan Sujud Kendang tidak lagi bisa dilakukan sebelum operasi kornea. Jarak tempuh mengamen Sujud Kendang misalnya sekarang sudah tidak bisa jauh dari rumahnya di kawasan Badran Yogyakarta. “Kalau dulu bisa sampai Sleman atau Bantul sekali ngamen. Sekarang tidak bisa jauh-jauh lagi mengingat kondisi,” terang Eko Nuryono di sela menyaksikan Malam Sastra Malioboro. Eko Nuryono melanjutkan, kondisi tersebut menyebabkan penghasilan mengamen Sujud Kendang jadi berkurang jauh. Jika sebelum operasi, Sujud Kendang bisa mendapatkan uang bisa sampai 190 ribu dalam satu hari, usai operasi penghasilan Sujud Kendang menjadi berkurang jauh sekali. “ Dulu penghasilannya sehari bisa mencapai  Rp190 ribu, sekarang berkurang jauh sekali,” kata Eko Nuryono seraya menambahkan, sekarang dengan kondisi mata pasca operasi, Sujud Kendang tidak berani lagi untuk menyeberang jalan. “Bojone wis bali meneh saiki,” kata Eko Nuryono. Akibat sakit mata dan kompleksnya persoalan, Sujud Kendang sempat ditinggal istrinya pulang kampung. Namun, Sujud Kendang tetap tidak menyerah. Ia tetap semangat menjalani pekerjaan sebagai pengamen kendang. Menghibur masyarakat dengan lagu-lagu jenaka. Ki Piye iki piye. Jamanne jaman wis edan.  Wong tuwo kangslupan setan. Setane nek bengi bingung wae. Mego wedi karo dukune. Dukune dukune Pakdhe Mangun. Pakdhe Mangun dowo jenggote.Pakdhe Mangun Dowo jenggote. Yen digoyang prothol kumise. Yen manuk manuke manuk podang, manuk podang menclok wit pete. Melu mbak Endang entek duite. (joe)

Leave Comment

Name
Email
Comment
Umm captcha not work
Security Code