category » Budaya

Resepsi Pernikahan Agung Kraton Yogyakarta Hadirkan Tari Bedoyo Manten dan Lawung Ageng

di baca : 1911 kali | Date 18 October

Related Post :

Selasa (18/10) malam, akan diselenggarakan Resepsi Pernikahan Agung Kraton Yogyakarta di Bangsal Kepatihan di Jalan Malioboro Yogyakarta. Resepsi di Kepatihan ini merupakan resepsi kedua setelah resepsi pertama dilakukan usai prosesi Panggih pengantin di Bangsal Kencana, siang tadi.

Gladi resik tari Lawung Ageng di nDalem Yudonegaran, Jum'at (14/10).

Dalam acara resepsi Pernikahan Agung Kraton Yogyakarta  akan ditampilkan dua tari dari Kraton Yogyakarta yaitu tari Bedoyo  Manten dan Lawung Ageng yang masing-masing diciptakan oleh HB IX (Bedoyo Manten) dan HB I (Lawung Ageng). Tari Bedoyo Manten menghadirkan simbolisasi gerak pasangan pengantin Kraton Yogyakarta ketika baru kenal kemudian memadu kasih hingga akhirnya menuju ke jenjang pernikahan. Tari Bedoyo Manten ditarikan oleh enam wanita yang masih perawan. Dua wanita berperan sebagai sepasang pengantin sementara empat penari lainnya memerankan diri sebagai penari srimpi. Sementara itu, Tari Lawung Ageng adalah tari Kraton Yogyakarta yang menghadirkan simbolisasi para prajurit Kraton sedang berlatih perang. Tari Lawung Ageng dimainkan oleh 16 orang penari pria. Masing-masing formasinya adalah dua penari botoh, dua penari salaotho, empat penari Jajar, empat penari lurah dan empat penari ploncong. Musik  (gendhing) yang dimainkan dalam tari Bedoyo Manten hanya muncul ketika gerakan kapang-kapang maju dan kapang-kapang mundur. Musik untuk bagian gerakan kapang-kapang maju dan kapang-kapang mundur itu adalah Ladrang Gati Sangaskoro (karena Bedoyo Manten juga disebut Bedoyo Sangaskoro). Sementara untuk tari Lawung Ageng, seluruh gerakan tarinya diiringi dengan gamelan (musik tradisional) dan musik modern seperti drum, terompet, trombone dan drum. Ada beberapa alat gamelan yang muncul untuk mengiri tari Lawung Ageng yang diluar Kraton tidak ada. Alat musik itu adalah Slentho cara membunyikannya dengan dipukul. Ada lagi  Gambang Gongso atau saron yang banyak wilahnya. Ada pula Rojeh yang tebal dan bulat.  (Jogjanews.com/joe).

Leave Comment

Name
Email
Comment
Security Code