category » Performance klub

Performance Klub Ikuti Contemporary Art Workshop di Ruangrupa

di baca : 117 kali | Date 24 June

Related Post :

Performance Klub akan mengikuti Contemporary Art Workshop dengan tema "New Body Consciousness” di Ruangrupa, Tebet Timur Dalam Raya 6 Jakarta, Sabtu-Minggu, (25-26/6). Rilis yang diberikan Iwan Wijono, Presiden Performance Klub menjelaskan,Contemporary Art Workshop adalah workshop tentang tubuh dalam konteks sosial, politik dan budaya serta workshop tubuh kontemporer Tubuh dalam kontek sosial, politik dan budaya terbagi dalam tiga bentuk yaitu tubuh tradisional, tubuh modern, dan tubuh kontemporer. Tubuh Tradisional memiliki arti eksistensi dan ruang  gerak tubuh integral dengan adat istiadat masyarakat tradisional. Proses kelahiran, status, pendewasaan, pernikahan, bekerja, hingga proses pemakaman di bawah sistem tradisi. Dalam kesenian, seorang penari tradisional tidak mempunyai kekuasaan untuk menciptakan kreasi tarian baru. Sedang tubuh modern berarti eksistensi dan ruang gerak tubuh terkondisi dalam logika dan sistem modern. Kelahiran, proses pendewasaan disesuaikan keinginan masa depan yang direncanakan, sekolah – training – pemilihan kerja, pernikahan bisa memilih umur kapan pun sesuai keinginan dan strategi masing-masing, Berbeda dengan tubuh tradisi, proses pemakaman diputuskan oleh pemilik tubuh maupun keluarga, terlepas atau tidak dari tradisi lama asalnya. Dalam kesenian, artist mengekspresikan ide-idenya dalam media-media seni yang sudah ditentukan estetika dan bentuknya, seperti musik, tari, teater, photo, video, film, lukis, grafis, patung. Walau ide-ide barunya termasuk dalam kekinian, namun tidak bisa lepas dari batas media dan waktu. Tubuh kontemporer, tubuh dimana memiliki konteks khusus, gabungan tradisi dan modern dalam kekinian, ataupun tidak sama sekali. Setiap tubuh mempunyai konteks berbeda-beda, tidak berdiri pada satu; eksistensi, sistem, ruang gerak, media, dan waktu saja. Tubuh kontemporer selalu mencari konteks baru di mana tubuh berada, menyesuaikan dan memperjuangkan sesuatu yang baru demi sesuatu tujuan atau tanpa tujuan, baik dalam kehidupan pribadi, sosial, karier, maupun berkarya kesenian. Tradisi dan modern mempunyai arah tertentu, tradisi demi keharmonisan masyarakat sesuai pakem lama yang disepakati, modern dengan logika praktis dan efisien untuk manajemen baru menuju hal yang diinginkan. Tubuh kontemporer berkesenian beyond art itself, sebagai contoh ;  Tehching Hsieh, Taiwanese artist, pada akhir tahun  70-an menampilkan performance sebagai buruh pabrik, datang ke pabrik setiap jam untuk memasukkan kartu absen ke mesin absen selama satu tahun. Estetika kompleks, bagaimana menterjemahkan keindahan,  panggung-ruang tampil, waktu dan penonton. Tubuh Kontemporer berfungsi dalam tiga (3)  hal yaitu; 1) tubuh adalah kreator atau artist itu sendiri, dengan kesadaran mencipta ide dari diri di dalam konteks di mana kreator berada. 2) Tubuh adalah media ide, tubuh digunakan untuk menjadi media dimana ide-ide ditampilkan, apabila kreator menggunakan media lain tidak hanya tubuh juga mungkin, namun tetap terkait dengan tubuh. Menggunakan media lukis, photo, video, film, music, dance or body movement, semua menjadikan tubuh menjadi center of creation with various ideas. Tubuh lebih dekat dengan action or to perform, bukan acting or to play but to experience to execute the action ideas. Ketiga, Tubuh Kreator + Tubuh Ide = Live Art, karena artist sebagai pemilik tubuh adalah kerator, tubuh sebagai media ide, keduanya sama dengan hidupnya adalah media seni ataupun media kreasinya. Hidup artist dan karyanya menjadi satu. Hidupnya adalah karyanya juga. Kesadaran ini jauh berbeda dengan artist tradisional atau artist modern, ada jarak antara diri, karya, dan hidup. Dengan New Body Consciousness seperti itu, akan memunculkan banyak sekali ide yang tidak terbatas, hanya kemudian bagaimana tehnisnya, bagaimana deal dengan publik, dengan penguasa, keamanan, dengan norm atau rule. Namun, sejauh bisa menguasai tehnis, menguasai strategi publik dan penguasa, banyak ide yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, akan tercipta dan membongkar sejarah yang terlalu linear. Tehnis dan Penjadwalan Workshop Hari pertama dari jam 10 am sampai siang hanya soal teori dan konsep, habis makan siang, mulai lagi hanya pemutaran video sampai sore, break minum kopi, diteruskan hanya diskusi dan analisa. Bisa selesai jam 7 malam. Hari kedua dari pagi sampai siang hanya praktek tubuh dengan kesadaran baru itu. Habis makan siang, semua peserta workshop membuat ide tertulis, kemudian satu per satu mempresentasikan idenya, dianalisa, didiskusikan, sampai malam. Dari pagi mempersiapkan tempat tampil, material action, habis makan siang rehearsal per peserta, check ruang, material, tehnis. Malam jam 7pm sampai kelar eksekusi body action satu per satu peserta. (Jogjanews.com/joe) 

Leave Comment

Name
Email
Comment
Umm captcha not work
Security Code