category » Tari

Pantomim Peduli Sampah Jemek Supadi

di baca : 268 kali | Date 21 February
Pantomim Peduli Sampah Jemek Supadi

Related Post :

" Tak hanya menyapu, Jemek juga berupaya menyortir, menimbang dan mendaur ulang sampah tersebut.
"

 

Kontributor: Tryas

Jogjanews.com -Tumpukan sampah yang menggunung di Dusun Randugunting, Tamanmartani Kalasan membuat seniman pantomime Jemek Supardi bingung. Dengan upaya seadanya, pria berpupur putih itu mengambil sapu lidi yang di pinggir sawah.

Tak hanya menyapu, Jemek juga berupaya menyortir, menimbang dan mendaur ulang sampah tersebut. Sayangnya upaya seorang diri tidak dapat menghalau aliran sampah yang mayoritas terbuat dari plastik itu.

Mengetahui usahanya sia-sia mimik Jemek yang tadinya semangat langsung berubah jadi cemberut. Seniman senior Jogjakarta itu geram dan merobohkan gunungan limbah tersebut. Dengan santainya pria yang mengenakan jumper pant warna merah itu berlalu lalu menginggalkan serakan sampah itu begitu saja.

Aksi “mutung” Jemek pada sampah memang hanya bagian dari performance art untuk memperingati Hari Peduli Sampah 2012. Acara bertajuk Grebeg Sampah #3 itu digelar Lembaga Studi dan Tata Mandiri (LESTARI) di  bekerjasama dengan Paguyuban MAWAR (Wanito Makaryo Randugunting).

“Kami berharap peringatan ini menjadi tonggak sejarah dimulainya pengelolaan sampah skala rumah tangga secara mandiri di dusun Randugunting dan sekaligus sebagai acara peringatan Hari Peduli Sampah yang jatuh pada tanggal 21 Februari 2012,” ujar Agus Hartana selaku Direktur LESTARI.

MAWAR bersama LESTARI dan PPEJ Selasa 21/2 kemarin juga mengelar panen sampah layak jual sampah tahap I (pertama). Bagi Agus sampah rumah tangga, khususnya sampah plastic bisa memiliki nilai guna yang sangat beragam, bahkan bisa dibuat menjadi produk kerajinan seperti tas, bantal, hingga sepatu.

Karya daur ulang kreatif karya Mawar juga dipamerkan puluhan pelajar SD dalam fashion show diatas karpet “sampah”. Bahan dasar pakaian sisa bungkus makanan hingga deterjen,.

Agus menambahkan acara ini untuk memperingati Hari Peduli Sampah. Dimana tujuh tahun yang lalu di Leuwi Gajah, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) warga Kota Bandung Jawa Barat meledak dan longsor serta mengakibatkan ratusan nyawa melayang. Tragedi kemanusiaan itu semestinya menjadi peringatan serius dari pemerintah dan masyarakat tentang pengelolaan sampah yang naik dan benar. Sayangnya  20 persen dari tumpukan sampah yang ada di setiap TPA di Indonesia tidak dimanfaatkan dengan baik oleh warga sekitar.

“Untuk itu kami tidak berhenti memanasi warga untuk mulai peduli dengan sampah. Sampai akhirnya mereka mulai tertarik dan ada kegiatannya. Mesti masuk terbilang pemula, tapi itu sudah cukup memberikan dampak positif bagi pengurangan tumpukan sampah di TPA," ujar Agus.

 

Leave Comment

Name
Email
Comment
Umm captcha not work
Security Code