category » Artist

Pantomim Jemek Supardi untuk Wartawan Udin Bernas

di baca : 533 kali | Date 23 May
Pantomim Jemek Supardi untuk Wartawan Udin Bernas

Related Post :

" Caotion: Pantomim Jemek Supardi untuk mengenang wartawan Bernas, Fuas Muhammad Syafrudin.
"

Kontributor: Tryas

Jogjanews.com – Seniman pantomim Yogyakarta, Jemek Supardi kembali menampilkan karya pantomin untuk mengenang kematian wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin (Udin). Pantomim tunggal itu ditampilkan dalam diskusi  ”Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Udin” yang digelar AJI Yogyakarta di University Center Universitas Gadjah Mada, Senin (21/5).

 

Pantomin yang disaksikan puluhan wartawan dan akademisi itu dimulai dengan kegelisahan Jemek Supardi yang mencari cahaya. Meski tertutup pupur putih, raut kesedihan Jemek Supardi sangat jelas terlihat.  Meskipun lampu senthir kecil sudah ditangannya Jemek yang terlihat bingung lalu berkeliling ruangan seminar dan menerangi setiap sisi ruangan.

 

Sayangnya cahaya kecil yang dibawa tidak cukup untuk menerangi seluruh ruangan. Jemek pun ke tengah dan merobek tengah lembaran koran tepat ditengahnya lalu mengenakannya sebagai pakaian.

 


Sebenarnya karya Jemek tadi bukan pantomim pertama untuk almarhum Udin. Sebelumnya Jemek juga pernah menampilkan pantomin berjudul Kesaksian Udin pada tahun 1997. Karya itu digabungkan dalam trilogi Kekuasaan bersama lakon Pisowanan dan Kotak-kotak. Sebagai seniman, Jemek mengaku prihatin dengan kasus pembunuhan Udin yang hinggai tahun ke 16 belum menghasilkan titik temu.

 


Dalam diskusi tersebut. Iman D Nugroho dari Divisi Advokasi AJI Indonesia mendesak agar Polda DIY tidak memandang sebelah mata terhadap kasus tersebut. Menurut Imam D. Nugroho, dua tahun lagi (2014) kasus Udin akan dianggap kadaluwarsa.

 


”Sejak Udin meninggal 16 Agustus 1996, banyak rekayasa yang terjadi. Bahkan, orang lain yang tidak terlibat, dipaksa mengaku sebagai pelaku sehingga menjadi tersangka,” ujar Imam D Nugroho.

 


Dari catatan AJI, Kasus Udin merupakan salah satu dari sekian banyak kasus hukum di Indonesia yang belum diungkap. Sejumlah organisasi kemanusian yang bergerak pada perlindungan hak asasi manusia (HAM) sudah mengirim surat desakan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera menuntaskan kasus-kasus tersebut.


”Kami mengirimkan faks ke presiden awal Mei. Hingga saat ini belum ada tanggapan dari SBY,” ujar Iman.


Sementara itu Koordinator Kontras Haris Azhar menilai, kasus Udin bermotif politik atau kekerasan politik. Sebelum terbunuh, Udin banyak menulis praktik korupsi dan kolusi Bupati Bantul Sri Roso Sudarmo.


Bahkan, Udin berani menulis pemberian uang Rp 1 miliar kepada Yayasan Dharmais terkait pencalonannya sebagai bupati untuk periode ke dua. Kasus pembunuhan tersebut, kata Haris, seharusnya masuk dalam kategori kasus luar biasa, bukan pidana biasa.

 

Sehingga penanganannya dilakukan Komnas HAM.  ”Tujuannya, semata-mata karena kasus ini memenuhi unsur pelanggaran HAM sistematis,” tandas Hariz Azhar.

Leave Comment

Name
Email
Comment
Security Code