category » Seni Rupa

Pameran "XXL State of Indonesia Art", Melihat Status Seni Rupa Indonesia Saat Ini

di baca : 990 kali | Date 11 August
Pameran
Pameran
Pameran
Pameran

Related Post :

" Caption: 1) Karya Nasirun sedang diukur, 2) Karya Tisna Sanjaya, 3) Karya Heri Dono, 4) Karya Agus Suwage
"

Reporter: Joe

Jogjanews.com - 15 seniman top Indonesia akan melakukan pameran bersama-sama dalam tajuk pameran “XXL State of Indonesia Art” di Sangkring Art Space Yogyakarta selama satu bulan penuh, Minggu (12/8) hingga Rabu (12/9).

 

15 seniman papan atas Indonesia tersebut adalah Agus Suwage, Arahmaiani, Budi Kustarto, Eko Nugroho, Handiwirman, Heri Dono, Jumaldi Alfi, M.Irfan, Mella Jaarsma, Nasirun, Nindityo Adipurnomo, Putu Sutawijaya, Tisna Sanjaya, Ugo Untoro serta Yusra Martunus.

 

Pameran “XXL State of Indonesia Art” dihelat Jogja Contemporary dengan menggunakan dua ruang pamer sekaligus yaitu Sangkring Art Space dan Sangkring Art Project. Pameran akan dibuka Minggu (12/9)  oleh dr.Oei Hong Djien. Kurator pameran adalah Vallentine Willie, pemilik Jogja Contemporary.

 

“Karena para seniman ini sangat jarang berpameran di Indonesia, kebanyakan pameran di luar negeri. Di Jakarta saja jarang. Apalagi di Yogyakarta, apalagi mereka berasal dari Yogyakarta,”  terang Vallentine Willie memberi alasan mengapa pihaknya mengundang seniman-seniman top Indonesia untuk pameran bersama.

 

Bagi Vallentine Willie, pameran ini akan memperlihatkan status seni rupa Indonesia saat ini. Untuk pelaku seni rupa di Yogyakarta tentu akan secara langsung bisa melihat karya-karya seniman papan atas Indonesia saat ini dari yang biasanya mereka hanya menjadi bahan pembicaraan saja.

 

“Ada Agus Suwage juga Eko Nugroho. Mereka sangat sukses secara internasional,” kata Vallentine Willie yang sudah mempersiapkan pameran ini bersama tim Jogja Contemporary selama delapan bulan.

 

Nasirun menjadi seniman yang memamerkan karya paling besar dengan ukuran 9,5 x 3 meter dalam judul Begawan Google. Handiwirman juga akan memamerkan karya foto berukuran 4,50 x 4, 50 meter selain karya various variable berukuran 3 meter x 2 meter. 

 

Selain lukisan, pameran ini juga akan menghadirkan karya patung serta instalasi. Agus Suwage misalnya akan memamerkan tumpukan ratusan botol menyerupai bentuk piramida yang diatasnya duduk sosok tengkorak berukuran 320 x 260 x 260cm. Karya Agus Suwage diberi judul "Monumen yang Menjaga Hankamnas"

 

Tema “XXL State of Indonesia Art”

 

Tema “XXL State of Indonesia Art”  dimunculkan karena karya-karya yang dipamerkan selain dibuat oleh seniman-seniman yang bisa memberi status pada seni rupa Indonesia juga karena karya-karya yang diciptakan berukuran sangat besar.

 

Menurut Vallentine Willie, karya skala besar telah memainkan peranan penting dalam sejarah seni rupa baik yang tampil dalam bentuk seni mural bernada epik atau lukisan pada langit-langit tempat ibadah atau museum juga karya pada kanvas berskala kolosal atau patung di tempat publik.

 

Semua mencerminkan kualitas luar biasa dan menimbulkan rasa kekaguman, menimbulkan inspirasi dan kreatifitas serta menunjukkan pencapaian kerja seniman serta pengalaman yang dialami manusia.

 

“Karya-karya dengan ukuran besar ini melalui penampakan fisiknya menyampaikan pernyataan dan kritik yang kuat tentang sistem kontrol, dominasi dan otoritas dalam konteks agama, pemerintah serta spiritualitas orang,” terang Vallentine Willie, Sabtu (11/8).

 

Pameran “XXL State of Indonesia Art’ mengambil peran sebagai titik awal penampilkan kemampuan bernarasi besar dan tablo dalam dua atau tiga dimensi atas pandangan dari pengamatan, pembacaan  dan penilaian atas situasi negara/bangsa.

 

Pameran ini juga mengantisipasi berbagai pendekatan yang memadukan pandangan dan kritik pribadi dan umum, humor, idealisme, peringatan dan observasi pada ide-ide kebangsaan, masyarakat dan realitas politik. “Pameran ini bertujuan menyajikan percakapan visual pada kondisi kontemporer Indonesia saat ini,” kata Vallentine Willie.

Leave Comment

Name
Email
Comment
Security Code