category » Film

Orca Film&Animal Friends Jogja Putar FIlm Serta Sarasehan Peristiwa Faktual Manusia dan Alam

di baca : 222 kali | Date 22 February

Related Post :

" kini memburu Ghubi dengan sukacita dan keji. Mereka adalah pemilik Ghubi tapi bersenjatakan tombak dan panah.
"

Reporter: Joe

Jogjanews.com - Orca Films bersama Animal Friends Jogja (AFJ) akan menyelenggarakan program pemutaran film documenter serta sarasehan yang mengungkap peristiwa-peristiwa faktual dalam keterkaitan manusia dengan sesama makhluk hidup serta alam semesta dan sesama mahluk hidup pada Jumat (24/2) di  Auditorium Lembaga Indonesia - Prancis (LIP) Yogyakarta.

Orca Films adalah perusahaan pembuat film independen Yogyakarta. Animal Friends Jogja (AFJ) adalah organisasi nirlaba yang berkomitmen meningkatkan kesejahteraan hewan melalui pendidikan proaktif.

Rilis dari Animal Friends Jogja menjelaskan Ada tiga film yang akan diputar dalam acara ini yaitu The Kids are (not) Alright (pukul 09.00 dan 13.30 WIB), Ghubi : Ghost Dog Secrets pukul 17.00 WIB serta Don : Life In Photographs pukul 19.00 WIB. Sementara acara sarasehan akan diselenggarakan pukul 15.00 WIB dengan tema “Eksploitasi Satwa, Eksploitasi Sesama, Menyelamatkan Satwa, Menyelamatkan Sesama’.

Film The Kids Are (Not) Alright mengetengahkan gambaran yang menjelaskan makin tipisnya penghargaan terhadap makhluk hidup dan alam semesta serta kian kuatnya rasa saling tidak peduli meskipun bangsa ini berkali-kali terkena bencana alam. Alam sekitar yang rusak sudah tidak mampu lagi memberikan perlindungan kepada makhluk hidup.

Letusan Gunung Merapi menjelang akhir tahun 2010 merupakan erupsi paling menakutkan sejak 1930. Saat jarak aman didorong hingga 20 kilometer sekelompok anak muda justru bergerak naik untuk memberi makan satwa-satwa yang dibiarkan terkurung dalam kerangkeng serta mereka yang liar tapi selama ini terlanjur bergantung pada pakan pemberian wisatawan.

Namun apa yang mereka upayakan – agar lebih banyak kehidupan terselamatkan, agar satwa liar tak menerobos pemukiman – belum memperoleh tantangan sesungguhnya. Karena kenyataannya pasar satwa tidak pernah sepi, di sana di display monyet ekor panjang dan bajing yang dikategorikan hama, tapi ada juga burung hantu yang mestinya memerangi tikus yang menggondol padi.

Dan di kebun binatang orangutan dibiarkan saja mengunyah plastik, sementara beruang madu bermain gitar dengan garis-garis wajah lelah.

Film  The Kid are (Not) Alright akan diputar pukul 09.00 WIB dengan  mengundang siswa-siswa SMP, kalangan guru, dan komunitas-komunitas pendidikan. Usai pemutaran dilanjutkan diskusi bersama Animal Friends Jogja.

Film Ghubi : Ghost Dog Secrets menceritakan seekor anjing, Ghubi ditugasi warga menjaga ternak di hutan kecil di tepian sungai yang rawan pencuri dan serangan ular. Tapi saat usaha peternakan itu bubar,  Ghubi tidak lagi dianggap sebagai bagian dari mereka dengan dibiarkan kelaparan dan makin lama tubuhnya makin kurus.

Ghubi kemudian berteman dengan Linda yang bekerja di seberang sungai tapi tak pernah ingin disentuh. Suatu hari Linda menemukannya rebah tak berdaya, beberapa gumpalan darah tergenang tak jauh darinya.

Ghubi keguguran. Sejak itu ikatan batin di antara keduanya kian erat. Ghubi mendapatkan kembali semangatnya karena boleh berperan lagi sebagaimana tugasnya selama ini, menemani manusia.

Tapi hanya beberapa pekan setelah Gunung Merapi meletus hebat, warga yang tinggal tak lebih dari duapuluh kilo dari barak pengungsi dan empat tahun sebelumnya menjadi korban gempa tektonik yang dahsyat kini memburu Ghubi dengan sukacita dan keji. Mereka adalah pemilik Ghubi tapi bersenjatakan tombak dan panah.

Film ini mengungkap banyak kisah pedih yang membuat kita patah hati. Namun sepanjang perjalanannya Ghubi  justru berusaha mengembalikan kesejatian cinta yang kita miliki untuk sesama. A documentary that will challenge and touch your heart.     

Film Don : Life In Photographs adalah film dokumentasi penuh refleksi yang menampilkan kisah Legenda fotografi Indonesia, Don Hasman yang mengabdikan profesi fotografi yang ia tekuni untuk kemanusiaan.

Di dunia fotografi Indonesia Don Hasman adalah legenda. Tapi Don tidak pernah mandeg, di usianya yang sudah lewat 70 tahun ia tidak pernah berhenti bergerak dan menjelajah. Energi dan spiritnya sekokoh saat mendaki Kilimanjaro dan melangkahkan kaki menelusuri jalur Santiago de Compostela sepanjang seribu kilometer.  

Bagi Don Hasman saat memotret sesama hubungan dengan sesama itu sendiri lebih penting ketimbang hasil fotonya. Hingga kini Don menjalin kedekatan dengan warga Baduy dan foto-fotonya menjadi anugerah bagi ilmu pengetahuan dan peradaban. 

Don : Life in Photographs merupakan dokumenter yang reflektif, memperlihatkan kepada kita dengan bening bahwa menjadi fotografer, menjadi pekerja media, pada basisnya adalah menjadi humanitarian. 

Film ini menggali jiwa eksplorasi dan keseharian Don yang menakjubkan: kesederhanaan, kerendahhatian, dan respek pada sekitar yang terasa luar-biasa karena sudah terlanjur hilang dalam diri kita.

Sementara untuk acara sarasehan  “Eksploitasi Satwa, Eksploitasi Sesama,Menyelematkan Satwa, Menyelamatkan Sesama” akan menghadirkan pembicara DZ. Angelina Pane, relawan Animal Friends Jogja (AFJ), Yatin (Kepala Desa Ngargomulyo), Baning Prihatmoko (petani, pelestari alam), serta Puri Kencana Putri (KontraS).

Sarasehan ini akan membahas mengenai eksploitasi dan kekerasan terhadap satwa kini jamak terjadi, baik demi bisnis hiburan, karena dianggap hama, maupun sebagai mangsa. Saat ini hampir tidak ada satwa yang dibiarkan lestari, di beberapa warung angkringan saja ada menu biring pipit atau emprit. Bahkan beberapa saat lalu muncul isu penganiayaan sapi secara sadis sebelum dipotong.

Di sisi lain di media setiap saat muncul berita kekerasan terhadap sesama manusia. Kekerasan – dan ketidakpedulian – rentan hadir di dekat kita. Sarasehan ini pada tahap awal berupaya mengurai hal-hal faktual terkait perkembangan dewasa ini bahwa kita sudah tak lagi menjadi bangsa yang penyayang serta menggali bersama simpul-simpul yang menyebabkannya.

Dari DZ. Angelina Pane serta relawan Animal Friends Jogja (AFJ) kita melihat dengan gamblang bagaimana eksploitasi satwa terjadi setiap saat di sekeliling kita dan ketidakpedulian yang menaunginya telah memupus rasa kemanusiaan yang kita miliki dan menggerus keseimbangan yang selalu kita butuhkan.

Melalui Yatin, Kepala Desa Ngargomulyo di lereng barat Merapi, tujuh kilo di bawah puncak, dipaparkan latar terobosannya bersama warga menerapkan undang-undang konservasi lokal agar tidak turut terseret arus. 

Baning Prihatmoko (Petani, Pelestari Alam) mendeskripsikan substansi komunitas ekologis agar tidak terjadi eksplosi yang akan merugikan manusia itu sendiri. Memikirkan kepentingan diri sendiri sama artinya menjerumuskan orang-orang yang kita kasihi ke dalam kesulitan-kesulitan yang makin kompleks di masa depan.

Puri Kencana Putri (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan / KontraS) menelaah akar kekerasan dalam diri manusia Indonesia yang saat ini hampir integral sebagai jatidiri. Soal lingkungan dan perebutan hak lahan juga hampir selalu bergulir sebagai konflik – dan dalam beberapa kasus sampai pada pembunuhan.

Sarasehan ini diharapkan turut berpartisipasi merintis pondasi yang lebih kokoh untuk kehidupan yang harmonis untuk antar-manusia maupun antar-sesama mahluk hidup ini.

 

Leave Comment

Name
Email
Comment
Umm captcha not work
Security Code