category » Hobi

Masyarakat Musik Angklung (MMA) Yogyakarta, Turut Menjaga Budaya Musik Bambu

di baca : 873 kali | Date 6 June
Masyarakat Musik Angklung (MMA) Yogyakarta, Turut Menjaga Budaya Musik Bambu
Masyarakat Musik Angklung (MMA) Yogyakarta, Turut Menjaga Budaya Musik Bambu
Masyarakat Musik Angklung (MMA) Yogyakarta, Turut Menjaga Budaya Musik Bambu
Masyarakat Musik Angklung (MMA) Yogyakarta, Turut Menjaga Budaya Musik Bambu

Related Post :

" Caption: Penampilan Bambosa dalam pentas musik Angklung The Power of Nature di Auditorium UNY, (4/6).
"

Kontributor : Sabbatiansyah Aji 

Jogjanews.com - Yang menarik dari pentas musik Angklung The Power of Nature di Auditorium UNY, Selasa (4/5), adalah kolaborasi berbagai alat musik dengan angklung. Selain itu, angklung juga bisa dimainkan siapa saja, dari anak TK hingga orang dewasa dan bisa masuk dalam jenis musik apapun.

 

Masyarakat Musik Angklung (MMA) Yogyakarta menjadi kelompok yang berada di balik pagelaran musik angklung tersebut. Jeri dari MMA Jogja mengatakan konsep dari pagelaran ini intinya tentang angklung. Bagaimana bisa mengenalkan angklung kepada masyarkat luas.

 

“Di depan ada sertifikat yang saya cetak besar. Sertifikat itu merupakan bukti dari UNESCO bahwa angklung merupakan warisan dunia. Jika dalam 5 tahun, yang saat ini tinggal 3 tahun, kita tidak terus melestarikan angklung, bisa saja itu diklaim oleh masyarakat lain,”  jelas Jeri yang juga pemain Bambosa.

 

“MMA cabang Jogja juga baru terbentuk. Pusatnya ada di Bandung. Konser ini merupakan grand opening dari MMA Jogja sendiri, meskipun tadi tidak bisa memperkenalkan ke penonton secara resmi,” jelas Eki, rekan Jeri menambahkan.

 

MMA pertama kali digagas oleh 7 orang yang tergabung dalam Bambosa, para pecinta musik bambu yang turut menjaga budaya agar dapat dimainkan oleh semua kalangan.

 

Kelompok musik Bambosa terdiri dari Didi pada drum, Eki pada gitar, Jeri pada angklung, Osi Darma pada bass, Hamdani pada biola, Singgih dan Selma pada kulintang serta Dani pada gitar. Mereka merupakan mahasiswa musik ISI dan UNY yang cinta angklung.

 

Anggota MMA merupakan orang-orang yang suka bermain angklung. MMA sebagai wadah untuk para pemain angklung dengan Bambosa sebagai yang di depan. Di masa depan MMA Jogja ingin merangkul kelompok angklung yang ada di Malioboro yang kita lihat telah ada beberapa kelompok yang memainkan angklung.

 

“Kami ingin musik negeri kita sendiri seimbang dengan musik Barat. Kita sebagai orang Indonesia jangan sampai hanya memainkan musik Barat saja, setidaknya tahu musik kita sendiri,” kata Jeri.

 

Comment

  • ecky , 7 Jun 2013, 12:14 WIB

    maaf pada redaksi jogjanews.com hamdani pada biola.. dan osi darma pada bass..

Leave Comment

Name
Email
Comment
Security Code