category » Sastra
Malam Sastra Malioboro ed.14, Tribute to Widjaja
di baca :
172 kali
|
Date 12 February
Jogjanews.com - Setelah berhenti selama beberapa bulan, gelaran Malam Sastra Malioboro digelar kembali oleh Paguyuban Sastra Mataram Yogyakarta di depan Gedung Agung Yogyakarta, Sabtu (11/2) malam. Edisi ke-14 Malam Sastra Malioboro menampilkan tema “Tribute to Widjaja”. Cukup banyak seniman dari beragam bidang seni mengikuti gelaran Malam Sastra Malioboro pada Sabtu malam ini.
Malam Sastra Malioboro edisi 14 ini berlangsung cukup meriah. Beberapa individu turut hadir memeriahkan acara yaitu Dian Anggraini Rais, Aswar AN serta tidak ketinggalan anak dan cucu Widjaja. Dari para seniman dagelan Yogyakarta ada Dewo PLO, Alit Jabang Bayi serta Novi Kalur. Ada pula seniman PPRT (petugas pajak rumah tangga) Sujud ‘Kendang”, seniman pantomim, Jemek Supardi juga Different Sound band. Selain mereka juga tampil beberapa individu yang memiliki kedekatan dengan Widjaja yaitu Liek Suyanto, Puntung CM Pudjadi serta Bambang JP. Malam Sastra Malioboro dimulai dengan testimoni oleh seniman Aswar AN. Aswar AN yang berteman dekat dengan Widjaja tidak menceritakan kiprah Widjaja di bidang sastra namun bercerita tentang pribadi Widjaja yang begitu perhatian terhadap istrinya dengan tiap pagi mengantar istrinya berjualan ikan pedak di Pasar Beringharjo. “Salah satu pesan yang selalu saya ingat adalah ‘cintailah istrimu sampai kapanpun’, itu terpatri dan berkesan bagi saya,” ujar Aswar AN. Setelah Aswar AN melakukan testimoni, kemudian dilanjutkan penampilan seniman sekaligus pengamen Sujud ‘Kendang’, Different Sound Band serta pembacaan puisi karya Imam Budi Santoso tahun 1969 oleh Lik Suyanto berjudul “Orang-Orang Malioboro”. Sosok Widjaja Widjaja lahir 28 Februari 1927 yang terkenal sebagai seniman multi bakat mulai dari seniman kethoprak, wayang orang, lukis, teater, film, lawak, ludruk, tari dll. Semasa hidupnya bekerja di bidang kesenian Dinas P dan K Provinsi DIY. Dalam karir berkeseniannya, Widjaja aktif mengikuti kursus/pelatihanseperti kursus sandiwara, kursus jurnalistik,cine drama dan sandiwara raksi seni. Widjaja juga memiliki pengalaman berkarier di bidang militer cukup panjang. Sepuluh penghargaan antara lain menjadi pemimpin organisasi seniman diperoleh Widjaja dalam karir berkeseniannya. Lebih dari 80 film telah dibintangi Widjaj antara lain Perawan Desa, Ponirah Terpidana, Sunan Kalijaga. Widjaja juga telah membuat banyak buku karya sastra berupa kumpulan cerita dagelan, kumpulan cerita kethoprak serta buku wacana kesenian. (joe)









