category » Budaya

Kesenian Gedrug Bregodo Wulung Kulonprogo, Inisiatif Mencipta Seni Jathilan Generasi Muda Salamrejo

di baca : 2931 kali | Date 18 October
Kesenian Gedrug Bregodo Wulung Kulonprogo, Inisiatif Mencipta Seni Jathilan Generasi Muda Salamrejo
Kesenian Gedrug Bregodo Wulung Kulonprogo, Inisiatif Mencipta Seni Jathilan Generasi Muda Salamrejo
Kesenian Gedrug Bregodo Wulung Kulonprogo, Inisiatif Mencipta Seni Jathilan Generasi Muda Salamrejo
Kesenian Gedrug Bregodo Wulung Kulonprogo, Inisiatif Mencipta Seni Jathilan Generasi Muda Salamrejo

Related Post :

" Caption: Kesenian Jathilan Gedrug Bregodo Wulung tampil membuka Pesta Rakyat 2012 Syukuran Keistimewaan Yogyakarta di DPRD DIY, Kamis (18/10).
"

Reporter: Joe

Jogjanews.com - Kegiatan Pesta Rakyat 2012 Syukuran Keistimewaan Yogyakarta yang akan berlangsung dua hari,Kamis-Jum’at  (18-19/10) diawali dengan penampilan kesenian Gedrug Bregodo Wulung dari Dusun Salam Rejo Kelurahan  Mentobayan, Kecamatan Sentolo Kulonprogo.

 

Kegiatan Pesta Rakyat 2012 Syukuran Keistimewaan Yogyakarta yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan DIY ini diselenggarakan untuk ikut merayakan pengesahan UU DIY serta pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X-KGPAA Paku Alam IX.

 

Kesenian  Jathilan Gedrug Bregodo Wulung ditampilkan delapan pemain Jathilan yang berusia muda diiringi musik Jathilan yang dimainkan delapan anak muda Dusun Salam Rejo. Menurut Oksan Dwi Wijaya, sebagai  Ketua kelompok, Kesenian Gedrug Bregodo Wulung  bisa dikatakan sebagai kesenian Jathilan karena ide munculnya memang berasal dari kesenian Jathilan.

 

“Kesenian Gedrug Bregodo Wulung  memang seperti kesenian Jathilan,” kata Oksan (nama panggilannya) usai pementasan.

 

Namun dibandingkan kesenian Jathilan yang lengkap memang berbeda. Jika disimak, penampilkan kesenian Gedrug Bregodo Wulung berisi gerak seni yang didominasi pada gerak kaki serta tangan yang ritmis tapi cepat. Karena menggunakan gerak kaki yang cepat itulah kesenian itu disebut Jathilan Gedrug Bregodo Wulung.

 

“Gerakannya sejenis senam,” kata Oksan menggambarkan penampilkan kesenian Gedrug Bregodo Wulung yang  tampil selama 30 menit dihadapanpenonton.

 

Gerakan menari dari kaki dan tangan yang ditampilkan pada  Kamis (10/10) memang tidak cukup banyak menghadirkan variasi gerakan karena keterbatasan waktu.  Kelompok Gedrug Bregodo Wulung sebenarnya memiliki gerakan kaki dan tangan yang bervariasi tapi memang membutuhkan waktu pementasan yang cukup panjang.

 

“Kalau paling lama kita bisa pentas satu jam,” kata Oksan yang menginisiasi teman-teman dusunnya untuk menciptakan kesenian Jathilan sendiri. 

 

Dalam penampilan di depan Gedung DPRD DIY, Kamis (18/10) siang tadi, anggota kesenian Gedrug Bregodo Wulung memainkan dua bagian tarian yaitu gerakan jathilan lengkap dengan kostum tarian Jathilan menggunakan topeng jathilan berbentuk kepala binatang seperti macan, naga dan raksasa yang diiringi dengan musik Jathilan biasa.

 

Sedang bagian kedua pementasan,para anggota kesenian Gedrug Bregodo Wulung melepas kostum wajah mereka dan tetap menampilkan gerak jathilan namun dengan iringan musik tradisional dengan lagu Campursari.

 

Oksan bercerita, Kesenian Gedrug Bregodo Wulung dibentuk sekitar dua tahun lalu. Di Dusun Salam Rejo belum ada kesenian jathilan sebelumnya. Ketika Oksan melihat pertunjukan jathilan di Magelang (di tempat teman Oksan), terfikirkan untuk membuat kesenian Jathilan di Salam Rejo.

 

Lalu diciptakanlah kesenian yang berasal dari gerakan kaki dan tangan kesenian Jathilan oleh anak muda Dusun Salam Rejo. Inisiatif yang bagus dari anak-anak muda Dusun Salam Rejo ini ternyata mendapat apresiasi masyarakat luas tidak hanya di Kulonprogo tapi juga masyarakat Bantul dan Purworejo yang meminta mereka pentas.

 

“Sudah lupa,” jawab Oksanseraya tertawa saat ditanya sudah berapa kali pentas.  Untuk satu kali pentas tanggapan biasa, kesenian Gedrug Bregodo Wulung mendapat bayaran antara Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu.

 

“Tapi kalau lengkap satu paket termasuk sinden dan musik dll bisa mencapai Rp 2,5 juta,” kata Oksan yang bersama-sama teman-temannya di kesenian Gedrug Bregodo Wulung sudah harus bersiap untuk pentas di daerah Milir Kulonrogo dalam beberapa hari kedepan.

 

Kesenian Gedrug Bregodo Wulung saat ini sudah memiliki kostum pentas seni. Namun untuk peralatan musik pengiring pentas, mereka belum memiliki sendiri sehingga harus pinjam. 

Comment

  • erdy monster bregodo wulung, 7 Dec 2012, 14:51 WIB

    haha ,Mantabbbssss . GBW JOS . DPRD DIY juga JOSS

  • aktri budi santoso, 20 May 2013, 17:53 WIB

    Pokoknya kesenian gedruk ini bagus dan membuat saya ingin kembali menari jathilan. Melestarikan budaya indonesia

  • chayo, 24 Jan 2014, 17:31 WIB

    sejarahnya gedruk itu seperti apa.?? Apa ada.?

  • dedek ageng, 24 Jan 2014, 17:33 WIB

    cerita asal mula gedruk itu bagaimana? penggambaran sbgai tokoh siapa? kalau bujangganong kan jelas dia itu patih dari klana sewandana. monggo dipun tanggapi.

Leave Comment

Name
Email
Comment
Security Code