category » Jogja animasi
JAG Juli, Hadirkan storyboard artist Amerika, Javier Secarudas
Membuat animasi itu gampang dan tidak harus mempunyai kemampuan khusus. Demikian pernyataan Direktur Jogjanimations, Hanitianti Joedo dalam penyelenggaraan program Jogja Animations Gallery (JAG) Sabtu (30/7), di Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta.
Jogjanimations merupakan komunitas pelaku dan pecinta animasi Yogyakarta yang setiap bulannya menyelenggarakan program JAG pada hari Sabtu terakhir. Pada event JAG bulan Juli ini, penonton yang menghadiri event sangat banyak. Joedo menjelaskan JAG akan berlangsung hingga workshop yang akan dilakukan 2012 mendatang.
“Prosesnya kita perkenalan dulu melalui program ini, kemudian kita selenggarakan workshop dan selanjutnya karya-karya peserta nanti akan dilombakan,” papar Joedo saat ditemui Jogjanews.com. Tema “Storyboard” diusung dalam JAG Juli ini dengan menghadirkan storyboard artist Amerika, Javier Secarudas.
Ia memaparkan pentingnya pembuatan storyboard dalam proses animasi karena ini berbeda dengan proses yang ada dalam pembuatan project lainnya, misalnya sinema elektronik. Javier memaparkan pembuatan storyboard untuk menjelaskan skenario secara lebih detail.
Storyboard menjelaskan susunan materi dari detik demi detik beserta suara, grafis, animasi, serta video yang dibutuhkan. “Pembuatan storyboard itu penting dalam pembuatan animasi, karena butuh render (misal 1 frame) supaya tidak ada take to, hal ini juga sebagai ikatan antara director dengan animator,” jelas Javier yang bekerja di industry animasi selama 15 tahun.
Kebanyakan sinetron di Indonesia dalam proses pra produksi yang melakukan proses skenario naskah. Namun, dalam pembuatan animasi sangat membutuhkan storyboard. Perbedaan ini muncul sangat menonjol dalam credit tittle animasi yaitu storyboard artist.
Dalam presentasi tersebut, Javier menjelaskan proses storyboard bisa digunakan dalam bentuk strip (potongan gambar) seperti komik atau menggunakan symbol seperti penggambaran karakter manusia dibuat dengan garis dan kepala bulat atua bentuk symbol bahwa gambar tersebut adalah manusia. “Intinya storyboard bisa dimengerti oleh kita dan orang lain yang membacanya,” ujar Javier.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta membuat pernyataan poses storyboard yang merupakan salah satu penggarapan animasi tidak bisa dilakukan secara instan dan mudah, hal ini terkait dengan dunia kerja yang selalu dikejar deadline.
Javier tidak menyangkal pernyataan tersebut dan membuat penjelasan bahwa pembelajaran dan pengembangan proses belajar akan terasa mudah tanpa menjadi seniman storyboard yang luar biasa. “Anda mungkin harus memiliki tingkat dasar komputer dan memiliki pengetahuan beberapa grafis atau animasi perangkat lunak seperti photoshop, sketsa atau pelukis handal, namun itu tidak perlu,” ucap Javier meyakinkan.
“Dan Anda tidak harus menjadi seorang seniman yang luar biasa untuk menggambar storyboard tetapi Anda akan perlu rasa film yang bagus, beberapa keterampilan gambar dan diskusi ini penting dalam setiap produksi audiovisual,” tambah pria yang pernah membuat karya Iklan Cobi dan ditayangkan selama Olimpiade 1992.
Storyboard merupakan salah satu proses penting dalam pra produksi Animasi yang sebelumnya melalui proses ide, synopsis, cerita, dan scenario. (Jogjanews.com/Anam)









