category » Kisah
Ini Cerita Sukses Akun @JogjaUpdate
di baca :
143 kali
|
Date 30 September
Era digital yang menjadi penanda signifikan perkembangan teknologi dan informasi yang menghadirkan kemudahan bagi pengaksesnya karena dapat menembus batas ruang, waktu sekaligus dan efisiensi secara ekonomis.
Lahirnya sosial media berbasis micro blogging yang kita kenal dengan twitter menjadi tren baru seiring dengan pesatnya penggunaan alat telekomunikasi yang menyediakan banyak fitur tambahan yang diadopsi dari personal computer (PC) yang kita sebut dengan smartphone.
Twitter adalah situs micro blogging dengan traffic pengguna tertinggi saat ini dengan aksesibilitas yang mudah dilakukan. Kolom 140 karakter dengan dilengkapi fitur tambahan seperti pengunggahan foto, video, link menjadikan situs ini menjadi pilihan karena kemudahan dan penggunaannya yang sangat sederhana.
@JogjaUpdate adalah salah satu akun informative sosial media twitter di Yogjakarta yang telah memberikan kontribusi secara luas kepada public jogja mengenai informasi sosial, kriminal, lalu lintas, advertorial dan juga hiburan.
Sosok dibelakang kemunculan @jogjaUpdate adalah Pakdhe@senggol. @Jogjaupdate hingga hari ini telah memiliki jumlah follower sebanyak. Bagaimana Pakdhe@senggol mampu membesarkan dan membuat pengembangan @jogjaUpdate?
Pada kesempatan ini Pakdhe @senggol sebagai pengasuh dan pendiri @JogjaUpdate ini menceritakan kepada redaksi bagaimana informasi 140 karakter ini dapat menjadi panduan paling informative di kota Jogja.
Saya buka account sendiri khusus untuk mencatat event-event yang ada di Jogja namanya JogjaUpdate per 31 Maret terus jalan waktu itu masih manual ternyata lama-lama kok follower banyak. Cerita Pakdhe@senggol saat mengikuti event 1st ICT USO Expo& Conference di JEC, Selasa (27/9).
Sayangnya Pakdhe@senggol tidak mau memberikan jati dirinya. Tidak mau terlalu di ekspose, dia beralasan. Ia hanya memberi keterangan tentang Bali sebagai tempat kelahiran dan besar bersama orang tuanya yang asli Jogja.
Pakdhe@senggol sering ke Jogja saat masih SMA dan kuliah. Di Jogja sering nonton pameran dan acara lainnya. Kemudian Pakdhe@senggol pindah ke Jogja pada 1 Januari 2010. Kebiasaan melihat event di Jogja tetap dilakukan Pakdhe@senggol sehingga ia memunculkan akun twitter JogjaUpdate untuk mencatat event yang ia datangi.
Jumlah follower yang sudah mulai banyak itu semakin membengkak ketika Pakdhe@senggol selalu meng update informasi mengenai peristiwa “pembacokan Vario putih” yang terjadi pada Juni 2010 di Jalan Ring Road Utara Yogyakarta.
Pakdhe@senggol rela begadang untuk mengupdate peristiwa pembacokan oleh pengendara Vario putih pada akun JogjaUpdate lalu dibalas teman lain dengan banyak cerita. Ia juga mengupdate peristiwa itu dengan informasi dari media online.
Pakdhe@senggol merangkai sendiri berita dari media online itu kemudian dinaikkan. Saya rangkai sendiri kalau ada yang cerita begini saya timpali.
Hasilnya luar biasa, jumlah follower JogjaUpdate langsung membengkak banyak sekali. Sebelum mengupdate peristiwa pembacokan Vario putih, followernya masih dibawah 1000 setelah mengupdate peristiwa tersebut followernya menjadi sekitar 2000. Dan itu dalam waktu seminggu.
Dari sisi informasi, update tentang pembacokan Vario putih diklaim Pakdhe@senggol menjadi berita paling update, paling detail. “Dari message yang saya baca hitungannya jogjaUpdate paling update ,lengkap berita soal Vario putih. Jam 2 ada kejadian belum sampai jam 3 sudah keluar di JogjaUpdate sudah banyak yang menyimak,” cerita Pakdhe@senggol.
Setelah peristiwa yang semakin mempopulerkan nama @JogjaUpdate, Pakdhe@senggol melakukan otomatisasi pada akun @JogjaUpdate pada Juni 2010. Hal itu dilakukan Pakdhe@senggol juga karena alasan sumber daya yang terbatas untuk mengupdate event yang ada di Jogja.
Banyak orang bertanya ke Pakdhe@senggol terutama mengenai acara-acara kampus namun dijawab tidak tahu karena Pakdhe@senggol bukan orang kampus. “Akhirnya saya lempar lagi (ke JogjaUpdate) ada yang jawab terus saya publish, orang jawab erus saya edit kata-katanya saya jadikan informasi,” ujar Pakdhe@senggol.
Saat itu karena Pakdhe@senggol sudah mulai bekerja dan mulai sibuk tidak bisa mengontrol JogjaUpdate sendirian sehingga akhirnya saya buatkan aplikasi otomatis orang kirim info otomatis di publish sama jogjaUpdate.
Keberadaan @JogjaUpdate semakin menemukan eksistensinya ketika bersama-sama dengan komunitas yang menggunakan keberadaan teknologi informasi untuk ikut serta membantu mengatasi persoalan kemanusiaan akibat terjadinya erupsi gunung Merapi.
Melalui akun @JogjaUpdate, Pakdhe@senggol bekerjasama dengan beberapa komunitas seperti Jalin Merapi dll untuk memberikan informasi mengenai erupsi gunung Merapi dan dampak dari erupsinya. Pakdhe@senggol juga mengajak individu-individu yang membuat tweet mengenari erupsi gunung Merapi bahkan ada yang akhirnya menjadi kontributor bagi @JogjaUpdate.
Saya pegang beberapa orang yang ceritanya valid, saya kumpulkan data informasi mengenai erupsi gunung Merapi dari individu yang membuat tweet. Ada yang memang dari relawan saya publish juga.
Data informasi yang diupdate ke @JogjaUpdate oelh Pakdhe@senggol juga berasal dari orang-orang yang mempunyai frekuensi radio sendiri-sendiri. Pakdhe@senggol sendiri adalah anggota Orari, orang breaker.
Bisa dikatakan saya ngga tidur, radio hidup, komputer hidup, modem hidup. Ia bercerita waktu itu kawasan rawan bencana erupsi gunung Merapi sudah mencapai jarak paling jauh (30 KM) informasi mengenai keberadaan dan kebutuhan pengungsi terus di update di @JogjaUpdate.
Pada Desember setelah dirasakan suasana mulai aman, Pakdhe@senggol mengajak para kontributor @JogjaUpdate untuk berkumpul untuk membuat grup. Waktu itu bisa terkumpul 20 orang dan sepakat membuat nama hastag tweet Merapi .
Karena selama Merapi itu kita tidak pernah tahu si A si B si C karena yang menggabungkan @JogjaUpdate ayo kita kumpul biar kenal akhirnya Desember berkumpul sampai sekarang terus komunikasi.
Pakdhe@senggol memang mengakui @JogjaUpdate telah menjadi fenomena sosial tersendiri. Dalam hal kebermanfaatan @JogjaUpdate, Pakdhe@senggol mengatakan manfaat @JogjaUpdate bagi dirinya adalah manfaat pahala saja.
Bagi saya sebenarnya manfaatnya cuma pahala sih. Ya karena saya cuma sebenarnya kalau fungsi jogjaUpdate memang saya mencari tapi banyak juga memberi info saya share apa yang saya tahu apa yang saya dapatkan dari 60 ribu follower sekarang. Demikian Pakdhe@senggol berterus terang.
Karena sudah otomatis, maka JogjaUpdate tidak menggunakan admin. Sebab jika ada admin jawaban admin akan ada satu kadang-kadang bisa dibilang sebagai iklan. Saya bilang o gini o itu itu bisa(dibilang) iklan akhirnya saya lepas jawabannya bisa masuk dari follower kalau orang tanya a kalau saya jawab dua kalau saya lepas bisa dapat jawaban 20 atau 30.
Dari saya pribadi tidak banyak hanya kepuasan untuk jogja dan sekitarnya mungkin jadi satu fenomena baru bahwa kita akan dengan mudahnya mendapat informasi dengan ketik-ketik tidak sampai 140 karakter
Perkembangan saat ini @JogjaUpdate sudah membuat pemisahan akun untuk lowongan kerja dan informasi tempat kos. Hal ini memang sengaja dilakukan Pakdhe@senggol dengan alasan orang akan kesulitan mencari informasi lowongan kerja pasa saat-saat tertentu.
Orang kadang-kadang tidak ngeklik sepanjang hari. Misalnya si a cuma tweet pagi hari saja sampai jam 9 karena harus berangkat kerja pulang kerja baru tweet lagu. Kemudian si B siang aja tweetnya jam istirahat siang sisanya ngga ngetweet.
Akhirnya saya berfikir lebih baik dikelompokkan. Kenapa ada dua kelompok waktu pada siang hari dan malam hari untuk infoirmasi lowongan kerja? Karena kita akan ada masuk data malam dan siang dan audience nya belum tentu dia cuma bisa pagi saja. Kalau dia sudah sore baru liat lowongan dia harus eksplore banyak sekali bahkan kadang tidak bisa karena sudah hilang.
Untuk loker mulai saya pisah Karena lowongan kerja makin banyak. Sekarang ada @Jogjaloker itu lebih real time misalnya dia masukkan ke Jogja update jam 9 saya baca langsung saya publish.
Sementara tentang informasi tempat kos, Pakdhe@senggol sengaja menaruh informasi tersebut di tengah malam. Saya kepikiran mereka (follower) dapat liat tengah malam besok pagi sudah bisa jalan sambil berangkat kuliah atau pulang kuliah cari kos, mempermudah.
Kalau seperti tempat kos di @JogjaUpdate sampai saat ini belum ada iklan, iklan dalam tanda kutip sendiri sebenarnya ada. Cuma tidak kaya situs berbayar karena kita tidak memprioritaskan itu orang menawarkan kos tidak boleh karena itu kita golongkan iklan jualan
Orang orang yang punya tempat kos bisa memantau di satu jam itu saja, cukup dia baca tweet di 1 jam di malam hari tinggal baca itu kemudian dia tinggal jawab. Itu maksud saya kenapa dikumpulkan jadi orang yang punya kepentingan orang tidak perlu dia harus menawarkan tapi dia tinggal menunggu kalau ada orang nanya jawab ini.
Layanan informasi tempat kos ini baru dijalankan Pakdhe@senggol baru 20 hari lah. (Jogjanews.com/Nilu)









