category » Budaya

Hari Ini, Upacara Adat Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo

di baca : 1147 kali | Date 21 December
Hari Ini, Upacara Adat Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo

Related Post :

" Caption: Sejumlah pusaka Ki Ageng Wonolelo yang siap dikirab. Sumber foto: tembi.org
"

Reporter: Joe

Jogjanews.com - Masyarakat Dusun Pondok Wonolelo Kecamatan Widomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta kembali akan menggelar upacara adat saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo. Kegiatan tradisi ini akan digelar pada Jum’at (21/12) mulai pukul 14.00 WIB berupa kirab budaya dari Balai Desa Widodomartani menuju Makam Ki Ageng Wonolelo Ngemplak Sleman.

 

Ketua Panitia Tony Suryanto Purwanto mengatakan rangkaian prosesi upacara adat saparan tersebut telah diawali pada Jum'at (7/12) dengan pengajian akbar sebagai upaya meneruskan perjuangan Ki Ageng Wonolelo sebagai ulama besar dan penyebar agama Islam.

 

Dalam prosesi kirab pusaka ditampilkan semua pusaka peninggalan Ki Ageng Wonolelo, diantaranya kitab Suci Al Qur’an, Baju Onto Kusuma, Kopyah, Bongkahan Mustoko Masjid dan tongkat yang dimulai dari halaman Balai Desa Widodomartani menuju Makam Ki Ageng Wonolelo sejauh 3 (tiga) kilometer.

 

Kirab pusaka juga diiringi oleh drum band SMPN 1 Ngemplak, Bregada Ganggeng Samodra, Bregada Muspika Kecamatan Ngemplak, Putri Bhayangkari, Putri Domas, Para santri dan alim ulama, gunungan apem, sesaji, bregada Ki Ageng Wonolelo, bregada ungel-ungelan dan tamu undangan.

 

Selesai prosesi kirab pusaka dilanjutkan dengan penyebaran apem seberat 1 (satu) ton sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas karunia Tuhan YME yang berupa rizqi, kesehatan, keselamatan dan ketenteraman. Apem yang disebarkan sebagai simbolisme sodaqoh untuk diperebutkan oleh pengunjung yang dianggap dapat mendatangkan keberkahan hidup. 

 

Ki Ageng Wonolelo dengan nama asli Jumadi Geno merupakan seorang keturunan Prabu Brawijaya V sekaligus sebagai tokoh penyebar agama Islam pada masa kerajaan Mataram. Ia bermukim di Dusun Pondok Wonolelo, memiliki ilmu kebatinan yang tinggi pada masa itu.

 

Karena memiliki ilmu yang linuwih, ia pernah diutus oleh Raja Mataram ke Kerajaan Sriwijaya di Palembang yang saat itu membangkan terhadap Mataram. Iapun berhasil menaklukkan Kerajaan Sriwijaya. Nama Ki Ageng Wonolelo atau Jumadi Geno semakin tersohor dari waktu ke waktu sehingga semakin banyak orang yang berdatangan untuk berguru dengannya.

 

Sebagai seorang panutan yang memiliki ilmu tinggi ia banyak mewariskan berbagai peninggalan yang berupa tapak tilas dan pusaka atau jimat dan benda keramat lainnya. Pusaka, jimat dan berbagai benda keramat peninggalan Ki Ageng Wonolelo inilah yang kemudian dikirabkan setiap bulan Sapar pada setiap tahunnya.

 

Maksud dan tujuan diselenggarakannya upacara adat Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo adalah untuk mendukung Yogyakarta dan khususnya Sleman sebagai daerah tujuan wisata, mengajak generasi muda untuk menggali dan lebih memahami nilai-nilai seni budaya yang adiluhung.

 

Leave Comment

Name
Email
Comment
Security Code