category » Budaya

Gladi Resik Kirab Jelang Pernikahan GKR Bendara dan KPH Yudanegara

di baca : 1431 kali | Date 15 October

Related Post :

Persiapan pernikahan Agung Kraton Yogyakarta (royal Wedding) antara GKR Bendara dan KPH Yudanegara memasuki tahap gladi resik kirab iring-iringan kereta pengantin dari Keben Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menuju Komplek Kepatihan, Jumat (14/10) sore. Sebanyak lima kereta milik Kraton Yogyakarta mengikuti gladi resik kirab tersebut. Lima kereta tersebut yaitu Kereta Kyai Kus Ijem, Kanjeng Kyai Jong Wiyat, Kyai Roto Biru, Kyai Landower Surabaya, dan Kyai Permili.  Di bagian depan dan paling belakang berbaris prajurit kraton lengkap dengan tombak dan senapan.

Salah satu kereta milik Kraton Yogyakarta yang ditarik empat kuda dari Kaveleri Parongpong Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat bersiap mengikuti gladi resik kirab Pernikahan Agung (royal wedding) Kraton Yogyakarta, Jum'at (14/10).

Kirab Pernikahan Agung Kraton Yogyakarta akan dilaksanakan selasa (18/10) mendatang. Kedua mempelai akan dikirab dari Keraton menuju Komplek Kepatihan pukul 16.00 WIB hingga 17.00 WIB. Selain kirab yang diikuti oleh kereta kraton, direncanakan akan ada tiga kereta yang akan digunakan untuk prosesi menjemput pengantin putera, Minggu (16/10) di nDalem Mangkubumen. Tiga kereta tersebut yaitu Kuthokaharjo, Kyai Puspoko Manik, dan Kyai Kus Gading. Gladi resik prosesi penjemputan pengantin putra dari nDalem Mangkubumen menuju Bangsal Kesatriyan Kraton Yogyakarta melewati kompleks Magangan sudah dilakukan Jum’at pagi berupa proses mencoba berjalan dari tiga kereta Kraton Yogyakarta yang akan digunakan untuk menjemput calon pengantin pria. Koordinator Tata Upacara Pengantin GBPH Joyokusumo mengatakan kelima kereta yang dipakai tersebut secara berurutan digunakan oleh utusan dalem, pasangan pengantin, penganthi, orang tua pengantin pria, dan peraga tari Bedoyo Manten. Untuk kedua mempelai akan naik kereta Jong Wiyat peninggalan HB VII. Sedangkan keluarga pengantin dan yang lainnya akan naik kereta Kyai Permili, Kyai Roto Biru, Kyai Kus Cemeng dan Kyai Kus Ijem. “Ngarso Dalem dan keluarga keraton akan berangkat sendiri  ke Kepatihan dengan mobil dari dalam Keprabon Kraton Yogyakarta yang dihiasi payung kebesaran dan bendera, pada pukul 18.00,” terang GBPH Joyokusumo. GBPH Joyokusumo melanjutkan, dari zaman HB I hingga masa HB XIII, kirab tidak menggunakan kereta kuda seperti yang akan dilaksanakan pada Selasa nanti. “Dulu, penganten putri dikirab menggunakan tandu yang diangkut oleh 20 orang, sedangkan pengantin pria menggunakan kuda. Sekarang tidak lagi pakai tandu, nanti malah dikira eksploitasi lagi,” katanya. GBPH Joyokusumo menjelaskan proses pernikahan pada zaman HB IX dan HB X memang sudah dipersingkat. Berbagai proses dulu berlangsung hingga 40 hari, untuk nyantri dan sebagainya, sedangkan saat ini hanya butuh waktu 3 hari. “Sekarang cuma 3 hari, namun tanpa mengurangi esensinya,” tegas GBPH Joyokusuma. (Jogjanews.com/Anam)

Leave Comment

Name
Email
Comment
Security Code