category » Film

Dinas Kebudayaan DIY Membuat Mini Seri FTV Untuk Kenalkan Potensi Budaya Lokal

di baca : 760 kali | Date 15 October

Related Post :

Proses shooting mini seri FTV Rindu Dihati Tara yang diperankan seniman Wis Ben di rumah budaya Wukirsari Imogiri Bantul

Dinas Kebudayaan Provinsi DIY mempunyai  cara baru untuk menyajikan potensi budaya yang sebenarnya bisa menjadi tempat kunjungan wisata di DIY dengan menggunakan media televisi. Melalui media televisi ini pula diharapkan ada tempat untuk menyajikan nilai-nilai budaya Yogyakarta yang selama ini jarang digali, diproduksi ulang serta diperhatikan. Dinas Kebudayaan Provinsi DIY telah merencanakan membuat tiga mini seri Film Televisi (FTV) sebagai upaya perbaikan pencitraan Yogyakarta sekaligus pesan tentang potensi budaya  dan dinamika masyarakat Yogyakarta akan dapat disampaikan lebih efektif. “Yogyakarta tidak hanya tentang Malioboro, Merapi atau kemegahan Kraton saja tapi lebih dari itu, Yogyakarta mempunyai potensi luar biasa yang perlu disajikan melalui sudut pandang berbeda,” kata Joko Dwiyanto, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DIY,  Jum’at (15/10). Menurut Joko Dwiyanto, pembuatan FTV mini seri ini bertujuan mempromosikan Yogyakarta sebagai kota budaya, sejarah, dan pendidikan yang multikultur dan menanamkan nilai-nilai budi pekerti luhur dalam konteks kehidupan sehari-hari. Lokasi shooting FTV pun dipilih pada lokasi-lokasi yang mampu mencitrakan Yogyakarta sebagai kota budaya antara lain, rumah warisan budaya di Wukirsari Imogiri serta makam Imogiri, Candi Kalasan, Beteng Vredeburg, Jogja Java Carnival, Kesenian Rinding di Jeruk Wudel Gunungkidul, Kerajinan Batu Putih Gunungkidul, dll. Dinas Kebudayaan Provinsi DIY saat ini melakukan pengambilan gambar satu miniseri berjudul Rindu Dihati Tara di lokasi rumah warisan budaya Wukirsari Imogiri. Dua miniseri berikutnya yaitu Loro Blonyo dan Jogja Titik Nol akan dilakukan proses shooting setelah proses pengambilan gambar miniseri pertama selesai. “Saat ini kita masih shooting untuk miniseri pertama, untuk miniseri berikutnya akan dilakukan audisi bintang film yang akan bermain pada miniseri tersebut,” Dyah Tafiva, mitra kerja Dinas Kebudayaan Provinsi DIY untuk penggarapan miniseri FTV ini. Menurut Djoko Dwiyanto, rencananya tiga miniseri ini akan ditayangkan di TV lokal Yogyakarta dan juga akan dibuka kesempatan kepada TV lokal lain di luar DIY untuk menayangkan FTV ini. “Karena SPJ anggaran harus sudah selesai pada 18 Desember 2010 lengkap dengan bukti tayangnya maka dipastikan sebelum tanggal itu mini seri FTV ini sudah bisa tayang di TV Lokal Yogyakarta,” jelas Djoko Dwiyanto tanpa menyebut stasiun TV lokal mana yang akan menayangkan FTV ini. Pembuatan mini seri FTV tentang potensi budaya di Yogyakarta  ini menghabiskan anggaran APBD Provinsi DIY yang berada di Dinas Kebudayaan Provinsi DIY sebanyak Rp180 juta. Satu mini seri FTV mendapat biaya produksi sebesar Rp60 juta. (Jogjanews.com/joe)

Leave Comment

Name
Email
Comment
Security Code