category » Budaya

Dalang Muda Wanita,Ganesworo Sayekti Pentaskan Lakon "Papa Dhampit

di baca : 758 kali | Date 20 September

Related Post :

Dalang muda wanita Jogja, Ganesworo Sayekti meramaikan  Gelar Kesenian TBY bulan September menampilkan wayang  kulit berjudul “Papa Dhampit” bersama Sanggar Larasati, Minggu (18/9). Ganesworo Sayekti lahir dari keturunan dalang. Ia tertarik menjadi dalang karena mendapat dukungan kedua orang tua dan kakak perempuannya. Pertama kali dalang dilakukan kelas 3 SMP. Selain dalang, Ganeworo Sayekti juga bisa macapat, tembang, pidato serta campursari.

Dalang muda wanita Jogja, Ganesworo Sayekti saat pentas ndalang di Taman Budaya Yogyakarta, Minggu (18/9).

Ganeswati Sayekti ingin mematangkan cara dalang yang ia kuasai saat ini agar tidak kalah dengan dalang laki-laki. Untuk itu ia perlu mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Ganeswari mengakui dirinya masih perlu untuk  mengasah kemampuan untuk membuat gerakan sabet wayang serta memegang wayang secara benar. “Pengennya kalo banyak yang mendukung saya matengin pendalangan, karena biasanya dalang itu laki-laki,” jelas mahasiswi semester  7 Pendidikan Seni Tari UNY ini. Lakon “Papa Dhampit” yang dibawakan Ganesworo Sayekti menceritakan kerajaan Wiroro pada masa Prabu Basukisworo yang mempunyai dua anak yaitu Durgandini dan Durgandono. Awal ceritanya bermula saat Basukisworo yang menyuruh anaknya Durgandini untuk menikah, tapi Durgandini belum siap untuk menikah dan akhirnya memilih keluar dari kerajaan. Prabu Basukisworo mengutus Durgandoro untuk membujuk kakaknya itu pulang ke kerajaan. Namun Durgandini tetap tidak mau pulang. Saat Durgandini pergi banyak raja dari mancanegara yang  melamar Dewi Durgandini. Dewi Durgandini yang berniat pulang ke kerajaan mendapat banyak halangan. Salah satu gangguan yang dihadapi adalah burung Wulung yang mampu membawa terbang Dewi Durgandini masuk ke hutan. Namun burung gagak mencegat burung Wulung sehingga terjadi perkelahian. Akibat perkelahian itu, Dewi Durgandini jatuh ke Bengawan Gandro hingga terhanyut. Aliran air sungai membawa Dewi Durgandini ke pedesaan. Dewi Durgandhini ditolong Pangeran Palasara. (Jogjanews.com/Anam)

Leave Comment

Name
Email
Comment
Security Code