<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>The Real Jogja &#187; KISAH</title>
	<atom:link href="http://jogjanews.com/category/kisah/kisah-kisah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jogjanews.com</link>
	<description>Seni Budaya, Wisata dan Gaya Hidup Jogja</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Aug 2010 02:15:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Telah Lahir Kelompok Kethoprak Konvensional Kawulo Jogja</title>
		<link>http://jogjanews.com/2010/07/22/telah-lahir-kelompok-kethoprak-konvensional-kawulo-jogja/</link>
		<comments>http://jogjanews.com/2010/07/22/telah-lahir-kelompok-kethoprak-konvensional-kawulo-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 14:21:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[KISAH]]></category>
		<category><![CDATA[KISAH, KIPRAH, GAYA HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[Kethoprak Kawulo Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Widayat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jogjanews.com/?p=6342</guid>
		<description><![CDATA[Kethoprak Kawulo Jogja. Inilah nama kelompok kethoprak baru yang muncul di kota Yogyakarta. Kelompok kethoprak ini akan ‘meresmikan’ kemunculannya kehadapan masyarakat dengan membuat pementasan kethoprak konvensional gaya berjudul “Wangsit?”, Kamis (28/7).
Pada hari itulah bisa diartikan hari lahirnya kelompok kethoprak Kawulo Jogja. Di dalam kelompok kethoprak Kawula Jogja ini diisi beragam seniman panggung di Kota Yogyakarta [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jogjanews.com/2010/07/22/telah-lahir-kelompok-kethoprak-konvensional-kawulo-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wilman Syahnur Atasi 1200 Seniman Berkat Barrack Obama</title>
		<link>http://jogjanews.com/2010/07/07/wilman-syahnur-atasi-1200-seniman-berkat-barrack-obama/</link>
		<comments>http://jogjanews.com/2010/07/07/wilman-syahnur-atasi-1200-seniman-berkat-barrack-obama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 07:44:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[KISAH]]></category>
		<category><![CDATA[KISAH, KIPRAH, GAYA HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[barrack obama]]></category>
		<category><![CDATA[biennale Jogja X-2009]]></category>
		<category><![CDATA[IAA]]></category>
		<category><![CDATA[Wilman Syahnur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jogjanews.com/?p=6202</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Selamat udah menang kemarin,” kata seorang teman pematung kepada Wilman Syahnur yang baru diwawancarai Jogjanews.com, Senin (5/7) malam di Taman Budaya Yogyakarta.
“Terima kasih terima. Tapi sepertinya sudah tidak kebagian nih,” jawab Wilman sembari menjabat tangan temannya itu.
“Ngga papa. Yang penting bukan itu. Selamat sekali lagi,” kata teman Wilman lagi.
Hari-hari belakangan ini memang menjadi hari yang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jogjanews.com/2010/07/07/wilman-syahnur-atasi-1200-seniman-berkat-barrack-obama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peluncuran Buku &#8220;Hujan Bulan Juni Sapardi Djoko Damono, Jalan Gerilya Jual Buku Seorang Sapardi Djoko Damono</title>
		<link>http://jogjanews.com/2010/06/24/peluncuran-buku-hujan-bulan-juni-sapardi-djoko-damono-jalan-gerilya-jual-buku-seorang-sapardi-djoko-damono/</link>
		<comments>http://jogjanews.com/2010/06/24/peluncuran-buku-hujan-bulan-juni-sapardi-djoko-damono-jalan-gerilya-jual-buku-seorang-sapardi-djoko-damono/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 13:35:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[KISAH]]></category>
		<category><![CDATA[KISAH, KIPRAH, GAYA HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Bulan Juni]]></category>
		<category><![CDATA[Sapardi Djoko Damono]]></category>
		<category><![CDATA[teater garasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jogjanews.com/?p=6096</guid>
		<description><![CDATA[Rabu (23/6) malam, Teater Garasi menyelenggarakan acara prestisius, peluncuran ulang buku “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono. Sapardi Djoko Damono tentu nama besar dunia sastra di tanah air. Begitu banyak karya sastra berupa antologi puisi juga cerita pendek diciptakan dan mendapat perhatian sekaligus penggemar luar biasa.
Tahun 1994, Sapardi Djoko Damono menerbitkan buku “Hujan Bulan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jogjanews.com/2010/06/24/peluncuran-buku-hujan-bulan-juni-sapardi-djoko-damono-jalan-gerilya-jual-buku-seorang-sapardi-djoko-damono/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tari Kolosal Muktama Satu Abad Muhammadiyah, Hadirkan 500 penari, 7000 Lampu LED, Rp 700 juta.</title>
		<link>http://jogjanews.com/2010/06/24/tari-kolosal-muktama-satu-abad-muhammadiyah-hadirkan-500-penari-7000-lampu-led-rp-700-juta/</link>
		<comments>http://jogjanews.com/2010/06/24/tari-kolosal-muktama-satu-abad-muhammadiyah-hadirkan-500-penari-7000-lampu-led-rp-700-juta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 09:13:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[KISAH]]></category>
		<category><![CDATA[KISAH, KIPRAH, GAYA HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[didi nini towok]]></category>
		<category><![CDATA[muktamar satu abad muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[tari kolosal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jogjanews.com/?p=6078</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 500 penari akan terlibat dalam tari kolosal pembukaan Muktamar Satu Abad Muhammadiyah, Sabtu (3/7) di Mandala Kridha Yogyakarta. Ratusan penari tersebut dilatih oleh delapan koreografer alumni ISI Yogyakarta dan berada di bawah koordinasi seniman tari kenamaan Yogyakarta, Didi Nini Thowok.
Ditemui dalam latihan intensif tari kolosal di Lapangan SMKI yang berada di dalam kompleks SMSR, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jogjanews.com/2010/06/24/tari-kolosal-muktama-satu-abad-muhammadiyah-hadirkan-500-penari-7000-lampu-led-rp-700-juta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup Seorang Nh Dini Sekarang, Uang Royalti Buku Telat, Jual Lukisan Untuk Berobat</title>
		<link>http://jogjanews.com/2010/06/16/hidup-seorang-nh-dini-sekarang-uang-royalti-buku-telat-jual-lukisan-untuk-berobat/</link>
		<comments>http://jogjanews.com/2010/06/16/hidup-seorang-nh-dini-sekarang-uang-royalti-buku-telat-jual-lukisan-untuk-berobat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 12:37:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH]]></category>
		<category><![CDATA[KISAH, KIPRAH, GAYA HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[NH Dini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jogjanews.com/?p=5986</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 11-25 Juni 2010 ini, masyarakat bisa melihat sisi lain kehidupan seorang sastrawan besar tanah air, Nurhayati Sri Hardini atau terkenal dengan nama Nh Dini: Pelukis. Nh Dini adalah nama besar sastrawan tanah air yang telah menulis dan menerbitkan cerpen, novel sejak tahun 1956.
Tak dinyana, pada tahun 50-an itu, wanita yang lahir di Sekayu, Semarang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jogjanews.com/2010/06/16/hidup-seorang-nh-dini-sekarang-uang-royalti-buku-telat-jual-lukisan-untuk-berobat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbagi Cerita Dan Perjalanan Program Artist Residensi Papermoon di USA, Papermoon itu Penting dan Empowered</title>
		<link>http://jogjanews.com/2010/06/02/berbagi-cerita-dan-perjalanan-program-artist-residensi-papermoon-di-usa-papermoon-itu-penting-dan-empowered/</link>
		<comments>http://jogjanews.com/2010/06/02/berbagi-cerita-dan-perjalanan-program-artist-residensi-papermoon-di-usa-papermoon-itu-penting-dan-empowered/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 07:11:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[KISAH]]></category>
		<category><![CDATA[KISAH, KIPRAH, GAYA HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi cerita dan perjalanan artist residency]]></category>
		<category><![CDATA[Papermoon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jogjanews.com/?p=5827</guid>
		<description><![CDATA[Dua pendiri kelompok teater boneka Papermoon, Maria Trisulistyarini dan Iwan Effendi pada awal Mei lalu baru saja menyelesaikan program artist residensi di Amerika Serikat selama enam bulan sejak Pada November 2009 hingga April 2010. Papermoon menjadi wakil Indonesia mengikuti program artist residensi ini setelah memperoleh grant dari Asean Cultural Council untuk mengikuti program observasi teater [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jogjanews.com/2010/06/02/berbagi-cerita-dan-perjalanan-program-artist-residensi-papermoon-di-usa-papermoon-itu-penting-dan-empowered/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bremana- Bremani,</title>
		<link>http://jogjanews.com/2010/05/29/bremana-bremani/</link>
		<comments>http://jogjanews.com/2010/05/29/bremana-bremani/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 01:07:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH]]></category>
		<category><![CDATA[KISAH, KIPRAH, GAYA HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[Bremana Bremani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jogjanews.com/?p=5763</guid>
		<description><![CDATA[Dalam pertemuan antara Hyang Guru, Narada, dan Endra Brama, berkatalah Hyang Guru kepada Brama,” Kamu jadilah besan dengan Wisnu adikmu. Brama mempunyai anak laki-laki, Wisnu mempunyai anak perempuan.” Brama menjawab, “Ya”.
Hyang Guru berkata kepada Narada, “Kamu yang memberi perintah kepada Wisnu, Brama yang ikut.” Lalu mereka berangkat ke Ngutara Sagara.
Beralih ke Mendangkumuwung, Maharaja Pulagra mengirim [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jogjanews.com/2010/05/29/bremana-bremani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Lemper yang Mempertemukan Sultan Hamengku Buwono I dan Kyai Welit</title>
		<link>http://jogjanews.com/2010/02/12/kisah-lemper-yang-mempertemukan-sultan-hamengku-buwono-i-dan-kyai-welit/</link>
		<comments>http://jogjanews.com/2010/02/12/kisah-lemper-yang-mempertemukan-sultan-hamengku-buwono-i-dan-kyai-welit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 09:34:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[KISAH]]></category>
		<category><![CDATA[KISAH, KIPRAH, GAYA HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[Kirab budaya]]></category>
		<category><![CDATA[lemper boga wiwaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jogjanews.com/?p=4971</guid>
		<description><![CDATA[Kirab Budaya yang dilakukan masyarakat Desa Wonokromo yang dilakukan pada malam Upacara Adat Rebo Pungkasan pada Selasa (9/2) hadir sangat khas dengan menampilkan kirab lemper raksasa serta lemper berukuran asli oleh belasan anggota pasukan Lombok Abang.
Lemper raksasa dan lemper biasa itu dikirab dari Masjid Al Huda Karanganom Wonokromo Wonokromo yang berjarak lebih kurang tiga kilometer. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jogjanews.com/2010/02/12/kisah-lemper-yang-mempertemukan-sultan-hamengku-buwono-i-dan-kyai-welit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Upacara Adat Rebo Pungkasan, bukti kesaktian doa-doa Kyai Welit</title>
		<link>http://jogjanews.com/2010/02/10/sejarah-upacara-adat-rebo-pungkasan-bukti-kesaktian-doa-doa-kyai-welit/</link>
		<comments>http://jogjanews.com/2010/02/10/sejarah-upacara-adat-rebo-pungkasan-bukti-kesaktian-doa-doa-kyai-welit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 15:35:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaktur</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[GALERI]]></category>
		<category><![CDATA[KISAH]]></category>
		<category><![CDATA[KISAH, KIPRAH, GAYA HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[Kyai Faqih Usman]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara adat Rebo Pungkasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jogjanews.com/?p=4959</guid>
		<description><![CDATA[Upacara adat Rabu Pungkasan atau Wekasan yang digelar warga masyarakat Desa Wonokromo, Plered, Bantul ini pada Selasa  (9/2) malam ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam. Banyak sumber sejarah menampilkan fakta berbeda tentang kapan pertama kali upacara adat dan budaya Rabu Pungkasan ini digelar.
Pimpinan Pondok Pesantren Roudhotul Fatiha, Tambalan, Pleret, KH. M Fuad Riyadi mengatakan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jogjanews.com/2010/02/10/sejarah-upacara-adat-rebo-pungkasan-bukti-kesaktian-doa-doa-kyai-welit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jagal Abilawa: Kisah matinya Rajamala</title>
		<link>http://jogjanews.com/2009/09/24/jagal-abilawa-kisah-matinya-rajamala/</link>
		<comments>http://jogjanews.com/2009/09/24/jagal-abilawa-kisah-matinya-rajamala/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 05:32:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor2</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH]]></category>
		<category><![CDATA[KISAH, KIPRAH, GAYA HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[Harjuna]]></category>
		<category><![CDATA[Jagal Abilawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kendi Wratnala]]></category>
		<category><![CDATA[Prabu Mangsahpati]]></category>
		<category><![CDATA[Raden Rajamala]]></category>
		<category><![CDATA[Raden Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Raden Wijajangka]]></category>
		<category><![CDATA[Raden Wratsangka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jogjanews.com/?p=3173</guid>
		<description><![CDATA[Prabu Mangsahpati memanggil Raden Utara dan Wratsangka, menanyakan mengapa Patih Kencaka dan Rupapenca tidak datang menghadap dirinya. Raden Utara menjawab:”Paman Patih tidak datang sebab sedang mengadakan pertandingan adu jago, jagonya ialah Paman Rajamala. Saya sudah berkali-kali ikut bertarung, tetapi kalah terus. Saya keroyok sepuluh orang, Rajamala masih tetap segar. Sudah banyak uang yang habis dalam [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jogjanews.com/2009/09/24/jagal-abilawa-kisah-matinya-rajamala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
