category » Kuliner
Cakra Tella Cake Ciptakan Festival Tella Indonesia 2011
di baca :
249 kali
|
Date 8 July
Produsen makanan roti berbahan ketela, Cokro Tela Cake akan menyelenggarakan Festival Tela Indonesia di Alun-Alun Sewandan Pakualaman Jalan Sultan Agung Yogyakarta Sabtu-Minggu (16-17/7). Festival Tella Indonesia (FTI) akan menampilkan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan makanan roti ketela yaitu Perang Tela (Cassava War), Grebek Telo, Pemecahan Rekor Muri, Deklarasi Daulat Pangan, Pameran Dagang Tela serta Lomba dan Parade.
Event Perang Tela (Cassava War) adalah simbolisasi perlawanan terhadap kebatilan yang terjadi dalam produk pangan lokal dengan menggunakan ketela. ‘Seharusnya kita dapat memanfaatkan sumber pangan lokal sehingga bisa menjadi bangsa mandiri tidak harus mengandalkan produk import seperti gandum,” ujar Firmansyah, pemilik Cokro Tella Cake, Jum’at (8/7) Acara Grebeg Telo adalah arak-arakan pasukan bergodo yang membawa bola dari ketela/umbi-umbian dari peserta festival dari Cokro Tella Cake menuju Alun-Alun Sewandan Pakualaman kemudian akan diperebutkan peserta dan pengunjung. Event Pemecahan Rekor Muri berisi pameran produk olahanketela terbanyak yang ada di Indonesia. Pemecahan Rekor MURI produk olahan ketela ini hasil kerjasama Badan Ketahanan Pangan Provinsi DIY dan Cokro Tela Cake. Festival Tella Indonesia (FTI) juga akan berisi acara Deklarasi Daulat Pangan yang menjadi deklarasi tonggak kebersamaan dukungan terhadap pangan lokal. Deklarasi Daulat Pangan akan diikuti kepala Daerah, Stake holder yang berisi pernyataan bahwa masyarakat DIY mendukung sepenuhnya produk-produk olahan pangan dari sumber pangan lokal. Deklarasi Daulat Pangan ini sekaligus menjadi pernyataan bahwa Provinsi DIY mendukung masyarakatnya mengembangkan potensi pangan lokal demi terwujudnya ketahanan pangan nasional NKRI. Sebagai salah satu bentuk kepedulian mendalam terhadap pangan lokal serta ingin merangkul masyarakat maupunn UKM-UKM yang ada, Festival Tella Indonesia juga akan diisi Pameran “Dagang Tella”. Masyarakat umum, UKM dapat memamasarkan produk ketela dengan sistem voucher yang dimulai dengan nominal Rp.2.500,00. Harapannya, masyarakat mengerti keanekaragaman olahan baik pangan maupun non pangan berbahan baku tela. Festival Tella Indonesia hari pertama, Sabtu (16/7) akan diisi dengan kegiatan Lomba kreatifitas (lomba mewarnai TK/PAUD, lomba menggambar SD), Demo Masak dan Lomba Kreasikan Teka CakeMu, Hiburan, Fashion Show Anak, Pertunjukan Sulap, Parade Duta Cokro, Lomba Makan Tiwul&Tella Cake Terbanyak dan tercepat, Perang Tel0 (Cassava War), hiburan musik dan performance tari daerah). Kegiatan tersebut akan dimulai pulul 08.00 WIB-15.30 WIB. Hari kedua (Minggu (17/7) akan diselenggarakan kegiatan Lomba Kreasi Olahan Tela, Arak-Arakan Bola Tela, pameran Dagang Tela, Pemecahan Rekor Muri, Deklarasi Daulat Pangan, Pelantikan Masyarakat Singkong Indonesia, Pemilihan Duta Cokro, Grebeg& rayahan Bola Tela. Festival Tella Indonesia juga akan disi dengan beragam lomba yang berhadiah jutaan rupiah dalam bentuk sepeda motor, handphone, serta tiket gratis pesawat terbang Garuda PP+Voucher Hotel. (Jogjanews.com/joe)









