category » Berita Jogja

Berusia 31 Tahun, Bentara Budaya Jogja Beri Penghargaan Ong Hari Wahyu

di baca : 447 kali | Date 27 September
Berusia 31 Tahun, Bentara Budaya Jogja Beri Penghargaan Ong Hari Wahyu
Berusia 31 Tahun, Bentara Budaya Jogja Beri Penghargaan Ong Hari Wahyu
Berusia 31 Tahun, Bentara Budaya Jogja Beri Penghargaan Ong Hari Wahyu
Berusia 31 Tahun, Bentara Budaya Jogja Beri Penghargaan Ong Hari Wahyu

Related Post :

" Caption: Selamatan sederhana HUT Bentara Budaya Jogja, Kamis (27/9).
"

Kontributor : Sabbatiansyah Aji

Jogjanews.com - Tanggal 26 September, 31 tahun yang lalu, Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) pertama kali dibuka. Pada saat itu, Bentara  belum bertempat di Jalan Suroto No 2, Kotabaru. BBY pertama kali hadir ditengah masyarakat Yogyakarta di Jalan Jend. Sudirman 54-56, yang sekarang menjadi toko buku Gramedia.

 

BBY pada awalnya, mempunyai tujuan untuk melestarikan wawasan tentang kesenian tradisional, khususnya Jawa. Namun, seiring perubahan jaman, BBY pun terbuka terhadap segala macam bentuk kesenian.

 

Seperti yang dapat kita saksikan saat ini, berbagai macam pameran, pentas seni, diskusi hingga pemutaran film hadir di BBY. Perubahan tersebut merupakan wujud upaya BBY agar tetap hidup di tengah berbagai macam pasang surut dunia kesenian di Yogyakarta.

 

“BBY hidup karena tetap mengikuti arus tapi stabil. Stabil dalam arti tetap berakar untuk seni dan budaya tradisional,” jelas Hermanu, Kepala BBY, Rabu (25/9).

 

Dalam syukuran ulang tahun ke-31, BBY merayakannya dengan sederhana pada Kamis (26/9). Rama Sindhunata, salah satu pendiri BBY menceritakan perjalanan BBY dari awal hingga saat ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan memberikan penghargaan kepada pelaku seni Ong Hari Wahyu.

 

Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi BBY terhadap Ong yang selalu membantu BBY dalam 31 tahun perjalanannya. Ong Hari Wahyu dinilai telah sering membantu BBY dalam penyelenggaraan pameran, seperti Moro-moro Dadi pada awal BBY berdiri hingga Pasar Yakopan 2013.

 

Desain Pasar Yakopan yang bergambar Jacoeb Oetama yang mengangkat keranjang merupakan kreasi tangan Ong. BBY pun memberikan bentuk penghargaan yang unik kepada Ong, berupa piagam penghargaan, majalah lawas, cincin akik, piala tua dan segepok uang pembinaan yang berisi uang seribuan kumal.

 

Sebagai wujud syukur, Rama Sindhu memotong tumpeng yang kemudian diberikannya kepada Ong Wahyu Jati. Prosesi pemotong tumpeng tersebut disambut dengan tiupan beraneka macam mainan anak yang dibagi-bagikan.

 

Setelah acara puncak HUT BBY selesai, Tedjo Badut bersama Yuswantoro, yang bertindak sebagai pembawa acara, langsung memutar latar musik goyang cesar, yang baru ramai akhir-akhir ini. Rama Shindu pun tidak turut ketinggalan ditarik Tedjo Badut untuk menari.

 

“Semoga karyawannya tetap sehat, sehingga bisa membawa Bentara tetap eksis, dapat melayani seniman terus dengan gratis,” harap Hermanu dalam ulang tahun BBY ke-31 ini.

 

Leave Comment

Name
Email
Comment
Security Code