category » Pernikahan Agung

Berita Foto: Prosesi Upacara Tantingan Pernikahan Agung Kraton Yogyakarta

di baca : 1114 kali | Date 18 October

Related Post :

Sekitar pukul 19.00 WIB, prosesi Upacara Tantingan Pernikahan Agung Kraton Yogyakarta diselenggarakan di emper Bangsal Prabayeksa. Prosesi upacara Tantingan ini adalah prosesi bertanya kepada GKR Bendara yang dilakukan Ayahandanya Sri Sultan Hamengku Buwono X mengenai keyakinan GKR Bendara untuk menikah dengan KHP Yudanegara.

 

Upacara Tantingan pada intinya meyakinkan kembali niat calon pengantin putri untuk tetap berniat melangsungkan pernikahan dengan pria idamannya. "Nini, Siro tak daopake karo KPH Yudanegara apa sira wis mantep (anakku, kamu akan aku nikahkan dengan KPH Yudanegara apa sudah mantap)?" begitu tanya Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada GKR Bendara. GKR Bendara menjawab dengan mantap,"Sendiko (bersedia)."  

 

Prosesi upacara Tantingan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen pernikahan oleh GKR Bendara yang disaksikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Usai tanda tangan, GKR Bendara memberikan sembah sungkem kepada ayahandanya dengan mencium tangan Sri Sultan Hamengku Buwono X.

 

Dalam upacara Tantingan ini, Sri Sultan Hamengku Buwono X duduk bersama permaisuri Kraton Yogyakarta, GKR Hemas yang berada di sisi utara Sultan. GKR Hemas didampingi putri ke empatnya, GRAy Nurabra Juwita. Sementara putri-putri yang lain, yaitu GKR Bendara, GKR Pembayun, GKR Condrokirono dan GKR Maduretno berada di sisi selatan Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Jogjanews.com/Joe)

Sri Sultan Hamengku Buwono X memberi pertanyaan kepada anaknya GKR Bendara (nanting) apakah sudah mantap menikah dengan KPH Yudanegara.

Leave Comment

Name
Email
Comment
Security Code