Pemutaran Perdana Film 3 Dimensi “SAGA”, Munculkan Tokoh Hero Lokal Untuk Dikenal Anak-Anak

September 1st, 2010 | 10:03

saga

Saga, jagoan baru lokal anak-anak dalam film tiga dimensi berjudul "SAGA" yang dapat disaksikan di bioskop tiga dimensi Taman Pintar Yogyakarta mulai Rabu, 1 September 2010 dengan tiket masuk Rp15 ribu.

Setelah sebelumnya menghadirkan film 3 dimensi berjudul “Space 4 Dissey Aqua Adventure sejak Juli 2009, Selasa (31/8) pengelola Taman Pintar menghadirkan film tiga dimensi baru berjudul “ SAGA’ di bioskop tiga dimensi yang berada di Lantai III Gedung Oval Taman Pintar Jalan Pangeran Senopati Yogyakarta.

Kehadiran film tiga dimensi “SAGA” ini adalah kerjasama antara pengelola Taman Pintar, sebagai salah satu Unit Pelayanan Teknis Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta bersama PT Mahaka Attraction serta PT Sinar Sosro.

PT Mahaka Attraction, adalah perusahaan yang juga membuat film tiga dimensi yang sebelumnya sudah tayang di bioskop tiga dimensi Taman Pintar. Sementara PT Sinar Sosro adalah perusahaan produsen Teh Botol Sosro, perusahaan yang diajak bekerjasama membiayai produksi film tiga dimensi “SAGA”.

Pemutaran film tiga dimensi “SAGA” dihadiri 500 anak yatim piatu yang menjadi penonton pertama film “SAGA” sekaligus terlibat dalam peresmian bersama maskot SAGA dihadapan hadirin undangan semuanya.

”Satu tahun riset tokoh superhero yang sudah tidak dikenal anak-anak jaman sekarang (lost generation) dengan mengajak anak-anak untuk diberikan gambaran tokoh dan mereka diperlihatkan gambar tokoh yang diusulkan maka muncullah tokoh SAGA,” kata Hariyanto Yudanto dari PT Mahaka Attraction.

Tokoh SAGA menurut Yudanto diambil dari gambaran biji SAGA yang walaupun kecil tapi dia sangat keras. Tokoh SAGA selain kuat, tapi juga tangguh dan mempunyai syfat kepahlawanan dan moral yang baik.

Sementara Harry Cornell dari PT Sinar Sosro mengatakan keterlibatan Teh Sosro dalam pembuatan film SAGA ini mengingat secara merk sangat dekat sudah dikenal dekat dengan anak-anak. “SAGA mengajarkan anak-anak bersikap berani tapi tetap tanggung jawab,” kata eksekutif produser “SAGA” ini.

“Pihak Mahaka Attraction memiliki chemistry yang sama dengan (PT) Sinar Sosro untuk bisa lebih mengembangkan film tiga dimensi dengan memunculkan tokoh-okoh lokal yang keberadaannya hilang karena dibanjiri tokoh kartun internasional,” tambah Hariyanto Yudanto.

Sementara itu Kepala Taman Pintar Edi Heri Suasana menyampaikan fasilitas bioskop tiga dimensi di Taman Pintar sudah dimunculkan sejak dua tahun yang lalu sebagai wahana untuk menampilkan tokoh lokal untuk mendidikan jiwa nasionalisme anak.

“Taman Pintar ini tempat pembelajaran sekaligus pengembangan jiwa nasionalisme anak-anak. Bukan hanya faktor untuk memunculkan sifat berani dan jiwa nasionalisme tapi juga memberi pelatiahn desain grafis animasi,” kata Edi.

Dijelaskan Hariyanto Yudanto, Film tiga dimensi “SAGA” memiliki waktu main selama kurang lebih 10 menit. Film tiga dimensi “SAGA ini dibuat oleh para animator Indonesia dengan menggunakan format stereoscopic, teknologi terbaru yang diciptakan Mahaka Attraction yang diciptakan tahun 2007 yang mampu menghasilkan gambar tiga dimensi secara utuh sehingga film yang ditayangkan pada layar bioskop seolah terlihat begitu nyata.

“Animasi tiga dimensi ini menggunakan stereoscopic dua dial untuk merefleksikan mata kanan dan kiri. Animasi ini dibuat 2 kali durasi tayang, 11 menit untuk mata kanan dan 11 menit untuk mata kiri, lalu di polaroid, mengubah efek gambar dari layar sehingga menghasilkan proses sensor dan efek bagi mata kanan dan kiri,” jelas Yudanto menerangkan proses film tiga dimensi yang mampu menghasilkan efek dimensi ke empat.

Dengan melihat film tiga dimensi “SAGA” ini, penonton akan merasakan efek dimensi ke empat yaitu efek wind (hembusan angin), waterblaster (percikan air), flash( cahaya kilat) dan bubble (gelembung busa). Inilah sensasi tontonan film animasi empat dimensi.

Kisah film tiga dimensi Saga ini dimulai dari empat anak-anak yang sedang bermain dengan sepeda di perkebunan teh. Lalu beralih ke adegan duo penjahat kembar Maka Maki yang sedang mencari pohon buah durian untuk membuat bahan bakar amunisi roket untuk menghancurkan bumi. Maka Maki bekerja atas perintah si Jahat, Baron.

Maka Maki mendapatkan serangan ratusan tawon saat ingin mengambil durian. Seorang anak kecil melihat kerusakan hutan dan menemukan gergaji mesin miliki Maka Maki untuk menebangi pohon dan membuat kebakaran hutan.

Anak kecil itu lantas berubah wujud menjadi Saga dengan kostum merah putih dan dengan kekuatannya ia bisa menghentikan kebakaran hutan. Kemudian Saga terbang ke markas Baron untuk menghentikan niat jahat Baron yang akan menghancurkan bumi.

Saga datang tepat pada waktunya. Ia harus bertempur senjata dengan anak buat Baron. Saga juga mampu menjinakkan roket yang sudah meluncur ke bumi dan membelokkan roket tersebut ke markas Baron sehingga hancurlah markas Baron.

Sayang Baron bisa melarikan diri meninggalkan Maka Maki yang ditangkap Saga. Ketika Saga meminum teh botol sosro, Maka Maki berharap minuman itu.

”Bolehkan kami mendapatkan minuman itu,” kata mereka.

“Tidak. Minuman ini bukan untuk orang-orang yang jahat seperti kalian,” kata Saga. (The Real Jogja/joe)

 


Share on Facebook

Category : film | 627 views
Tags : , , , , , , ,

Leave a Reply