CSR Sari Husada, Resmikan Rumah Srikandi Untuk Wujudkan Kemandirian Masyarakat

August 27th, 2010 | 09:05

Pusat kegiatan masyarakat (community center) bernama Rumah Srikandi di kampung Badran, Kelurahan Bumijo Kecamatan Jetis Kota Yogyakarta bentukan beberapa lembaga industri, sosial dan pemerintah telah berhasil mendorong kemandirian dan kreatifitas masyarakat setempat meningkatkan mutu kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan ekonomi.

Rumah Srikandi di Kampung Badran ini diprakarsai PT Sari Husada pada Desember 2009 sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam meningkatkan derajat mutu kesehatan, pendiidkan dan ekonomi masyarakat di Kota Yogyakarta.

Rumah Srikandi menyatukan kegiatan-kegiatan bidang kesehatan seperti posyandu, pendidikan berupa penyelenggaraan kelompok PAUD dan pemberdayaan ekonomi berupa kegiatan kerajinan batik kelompok Larasati.

Keberadaan Rumah Srikandi ini diresmikan oleh Wakil Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Rabu (25/8) kemarin ditandai dengan pemotongan tali bunga di lokasi kelompok pengrajin batik Larasati. Menurut Haryadi Suyuti, Kampung Badran sekarang sudah menjadi kampung aktif dan produktif.

“Berbagai upaya telah dilakukan masyarakat bekerjasama dengan pemerintah serta pihak terkait untuk memaksimalkan potensi yang ada di masyarakat melalui konsep Rumah Srikandi,” kata Haryadi Suyuti.

Beragam aktifitas dan fasilitas telah dijalankan di Rumah Srikandi antara lain membina dan mendidik ibu-ibu rumah tangga sekitar menjadi kader gizi dengan memberikan pengetahuan tentang ASI eksklusif, gizi ibu hamil, kesulitan makan pada anak serta gangguan kesehatan  karena kurang gizi.

Rumah Srikandi juga mengembangkan keberadaan PAUD serta memberikan pelatihan ketrampilan bagi ibu-ibu PKK untuk mendukung kemandirian Rumah Srikandi dan keluarga mereka secara ekonomi.

Corporate Affairs Director Sari Husada, Yeni Fatmawati menerangkan melalui beragam program CSR yang dijalankan, Sari Husada senantiasa mengajak seluruh elemen masyarakat baik individu, swasta dan non swasta serta pemerintah menyatukan tekad menanggulangi masalah kesehatan dan kesejahteraan masyarakat terutama sekali persolaan gizi buruk.

“Strategi CSR ini terangkum melalui sebuah kampanye nasional bertajuk “Nutrisi Untuk Bangsa’ yang berkomitmen untuk memperbaiki kualitas kesehatan dan gizi ibu hamil, bayi serta balita di seluruh Indonesia,” kata Yeni Fatmawati.

Yuli Tri Rahayu dari Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) menyebutkan program Rumah Srikandi telah membawa dampak sangat positif bagi masyarakat Kampung Badran antara lain peningkatan kualitas, jumlah kader dan frekuensi dari pelaksanaan PAUD yang hingga saat ini sudah melibatkan 60 anak didik dan 16 pengajar sukarela.

“Ada pula program posyandu yang makin rutin dan terpadu bekerjasama dengan Puskesmas dan masyarakat setempat dengan berlandaskan program edukasi Sadar Gizi Ibu dan Balita (Sagita) serta pengembangan pengorganisasian PKK dan berbagai keigatannya menuju kemandirian,” jelas Yuli.

Rumah Srikandi yang dibangun Sari Husada bekerjasama dengan pemerintah Kota Yogyakarta serta PKPU ini selain sudah berdiri di Kota Yogyakarta juga telah muncul di beberapa kota di Indonesia yaitu Jakarta(Kebon Jeruk), Pariaman Sumatera Barat, Klaten (Kemudo) serta Flores (NTT). (The Real Jogja/joe)


Share on Facebook

Category : BERITA JOGJA | 243 views
Tags : ,

Leave a Reply