Pameran Cartoon On Canvas “Jogja Kartun Hadining Art” Kartun Juga Seni Rupa

August 15th, 2010 | 13:21

kartun

Salah seorang pengunjung sedang mengabadikan beberapa karya kartun yang dipamerkan dalam Cartoon On Canvas "Jogja Kartun Hadining Art" di Bentara Budaya Yogyakarta, Sabtu sore (14/8).

Semangat untuk membawa posisi kartun menjadi bagian dari seni rupa telah mengantarkan Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti) dan Persatuan Kartunis Yogyakarta (Pakyo) menyelenggarakan pameran bersama Cartoon on Canvas bertema” Jogja Kartun Hadining Art “ di Bentara Budaya Yogyakarta, Sabtu (14/8) hingga Minggu (22/8) mendatang.

Tema “Jogja Kartun Hadining Art” diusung untuk menunjukkan bahwa kartun adalah seni rupa yang istimewa juga seistimewa bentuk seni rupa lain. Praba Pangripta dari Pakyo menangkap pemahaman umum kartun bukan bagian dari seni rupa karena selama ini kartun dinilai sebagai bagian dari produk media.

Usaha para ‘seniman’ kartun ini untuk meletakkan kartun sejajar dengan karya seni rupa lain sepertinya memang serius. Mereka membuat kartun tidak didalam media kertas seperti yang biasa dilakukan, tapi didalam kanvas karena kanvas telah menjadi media penciptaan karya seni rupa wajib oleh para seniman.

jogja kartun

Pameran Cartoon On Canvas "Jogja Kartun Hadining Art" diikuti kartunis media massa maupun kartunis seniman dari banyak daerah di Indonesia.

“Membuat kartun pada kanvas menjadi sesuatu yang khusus dan menjadi tantangan karena tidak terbiasa dilakukan tapi sekaligus menciptakan peluang. Membuat kartun pada kanvas adalah sesuatu yang baru yang kita proklamirkan, ke depan kita akan membuat pameran keliling. Sudah ada beberapa kota yang merespon,” kata Praba Pangripta begitu semangat saat memberi sambutan pameran.

Sekretaris Jenderal Pakarti Nasirun setali tiga uang dengan Praba Pangripta, begitu semangat berpidato bahwa kartun juga seni rupa. Ia mengungkapkan adanya pendapat di khalayak yang mengatakan kartun adalah karya seni rupa yang buruk rupa. Bahkan tidak ada penghargaan sedikitpun seni kartun sebagai bagian seni rupa.

“Tidak ada penghargaan sedikitpun (terhadap keberadaan seni kartun), dengan pameran ini kita akan menunjukkan kartun adalah seni paling indah di muka dunia seni rupa. Kartun bukan anak tiri juga bukan anak karam di dunia seni rupa,” tegas Nasirun.

jogja kartun

Pameran Cartoon On Canvas "Jogja Kartun Hadining Art" ini menjadi wujud semangat para kartunis untuk menempatkan kartun juga sebagai karya seni rupa.

Kartunis senior, Pramono R Pramoedjo menambahi kartun adalah seni dengan banyak dimensi dengan ide-ide yang tidak biasa, luar biasa dan sangat dikenal sejak dulu hingga saat sekarang. Kartunis adalah seorang seniman yang ajaib.

“Hari ini kita pancangkan niat bahwa kartun bisa dibuat pada kanvas yang kata orang menjadi menjadi tempat dari seni dengan karya tinggi. Lain waktu kita membuat kartun tidak hanya di kanvas, tapi juga di kertas emas bahkan logam,” terang Pramono tak kalah berapi-api dengan bahasa hiperbolisnya.

71 Karya

Pameran Cartoon on Canvas “Jogja Kartun Hadining Art” ini diikuti diikuti 39 kartunis yang datang dari banyak daerah seperti Bali, Medan, Makassar, Jabar, Jatim, Jateng dan kota-kota kecil di daerah. Beberapa kartun yang dipamerkan adalah karya dari kartunis-kartunis media massa lokal dan nasional seperti Agus Jumianto dari Merapi, Herpriyanto dari Jawa Pos Radar Jogja, Thomdean dari Jawa Pos dan GM Sudharta dari Kompas.

Para kartunis ini menghadirkan 71 karya kartun yang didominasi kartun-kartun penuh warna dan sedikit kartun yang hitam putih saja. Begitu banyak persoalan kekinian diangkat para kartunis yang sedang berpameran ini. Mulai dari persoalan politik, sosial, energi, lingkungan, pertanian, kesehatan, seni budaya, pendidikan dan ekonomi. Selain itu mereka juga membuat karya kartun yang menampilkan kehidupan pribadi seperti asmara, perparkiran dan mancing.

jogja kartun

Beberapa pengunjung sedang memperhatikan karya-karya kartun yang banyak bercerita tentang realitas kekinian masyarakat di tanah air

Persoalan energi berupa polemik keberadaan tabung gas yang bahkan sudah memakan banyak korban sepertinya mendominasi karya-karya kartun yang dipamerkan. Agus Jumianto misalnya membuat kartun berjudul “Menunggu” dengan menampilkan peta Indonesia pada sebuah tabung gas yang sudah tersulut sumbunya sehingga tinggal menunggu saat meledak saja.

Sementara Agung dari Jakarta menghadirkan gambar tabung gas yang memakai helm dalam judul “Ide Pelindung Elpiji”. Demikian pula dengan Nasirun dengan karya kartunnya berjudul “Konversi Bom” dengan membuat gambar tabung gas berwarna merah putih bertuliskan ‘BOMB’ dengan sumbu yang juga telah tersulut dan siap meledak.

Karya-karya itu jelas adalah kritik para kartunis terhadap kinerja pemerintah yang tidak tanggap terhadap persoalan tabung gas yang berawal dari program konversi minyak tanah ke gas yang akhirnya malah berujung pada konversi bom.

Persoalan politik (politik), politik (ekonomi), politik (daerah) juga banyak muncul dalam bentuk kartun. Ashady misalnya menggambar wajah SBY dalam judul “Janjimu”. Agam Z membuat kartun berjudul “Bom Waktu” yang menampilkan gambar kaum elite yang selalu meniupkan bara api persoalan kepada negara sehingga tinggal menunggu waktu saja bom itu itu meledak menghancurkan RI.

Ada pula kritik terhadap persoalan korupsi dan penyalahgunaan hukum dalam kartun berjudul “Boyo vs Bajul”, Secara satir tapi juga ironis, Zainal Beta dari Makassar memamerkan kartun berjudul “Pilkada” yang menampilkan gambar seorang calon pemimpin daerah dari dalam mobilnya yang bertuliskan ‘Pilkada’ meminta beberapa orang untuk mendorong mobil tersebut. Namun setelah mobil bisa berjalan, orang-orang itu ditinggal begitu saja. Inilah potret satir sekaligus ironis realitas politik daerah kita.

“Semoga Jogja Kartun Hadining Art bisa menjadi tonggak baru bagi seni kartun di Indonesia,” kata Is Ariyanto, Ketua Pakarti.(The Real Jogja/joe)


Share on Facebook

Category : FOTO, HEADLINE, pameran | 761 views
Tags : , , ,

2 Responses to “Pameran Cartoon On Canvas “Jogja Kartun Hadining Art” Kartun Juga Seni Rupa”

  1. Chandra says:

    Mas Andre, bisa Add Mas Nasirun Purwokartun di FB, karena untuk saat ini dialah Ketua PAKARTI dan untuk Pak Yo, silahkan kontak Mas Praba Pangripta di Majalah Lokal Jogja, saya lupa nama majalahnya…..silahkan gabung dengan teman2 PAKARTI di FB, yg cukup populer pengurusnya ada Yan Praba, Choir, atau Agung Widadi….

  2. andre says:

    ada yang tau ga alamat PAKARTI dan PAKYO, jika tau, tolong kirim ke email ya. makasi

Leave a Reply