Kampung Sosromenduran Jadi Kampung Wisata

August 10th, 2010 | 13:53

Warga Sosromenduran mengadakan Ruwahan dan Kenduri Massal dalam rangka Pencanangan Kelurahan Pariwisata Sosromenduran pada Minggu (8/8), dengan melakukan serangkaian kegiatan antara lain lomba apem dan kesenian Jathilan anak serta Barongsai. Warga Sosromenduran mengikuri ruwahan dengan menggunakan pakaian Jawa (surjan).

Ruwahan dan Kenduri Massal ini dihadiri Walikota Yogyakarta Herry Zudianto serta para turis asing yang disambut dengan peragaan egrang dan sepatu batok kepala. Walikota dihadapan warga mencoba untuk menggunakan egrang . Ketua Panitia Apeman dan Pencanangan Kelurahan Pariwisata Sosromenduran, Subaryo Broto melaporkan bahwa wisatawan selalu menyempatkan jalan-jalan di Malioboro dan membeli kaos Dagadu sebagai cendramata.

Justru hanya pelaku ekonomi pendatang yang bisa memanfaatkan para wisatawan, Sosromenduran hanya sebagai transit bukan tujuan utama. Maka warga bersama Muspika Gedongtengen ingin mewujudkan kampung wisata Sosromenduran yang warganya lebih kompak dan sinergis dalam rangka meningkatkan perekonomian dan mengurangi angka kemiskinan. Maka akan dibentuk pula Badan Pengelola Pariwisata Sosromenduran sebagai fasilitator.

Ditambahkan oleh Camat Gedongtengan Zenni Lingga dalam sambutannya, kegiatan kenduri ini selain bertujuan untuk melestarikan budaya juga merupakan simbol eratnya tali silaturahmi dan jalinan kekeluargaan yang harmonis.

Pencanangan Sosromenduran sebagai Kelurahan Pariwisata dilatarbelakangi oleh potensi kelurahan ini sendiri yaitu 138 Hotel, 29 kelompok kesenian, dilengkapi dengan Restoran dan sarana pendukung pariwisata. Selain itu terdapat 220 unit UMKM berbasis pariwisata. Maka setiap tahun selalu dikunjungi wisatawan domestik cukup besar. Agar kawasan ini bisa berkembang maka potensi ini harus dikelola dengan baik.

Untuk mempermudah dalam menjaga komunikasi dan sinergi warga Sosromenduran maka dibentuk Badan Pengelola Pariwisata Sosromenduran. Dalam wadah ini semua pelaku pariwisata bisa merumuskan kegiatan hingga 1 tahun ke depan.

Dalam sambutannya Herry Zudianto mengungkapkan bahwa kerja keras pasti berhubungan dengan pendapatan, pendapatan berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi. DIY punya keumpulan kompetitf dibidang industri pariwisata, maka semua harus yakin bagaimana merekayasa dan menkonsep sektor industri pariwisata yang akan menarik sektor-sektor lainnya.

Di Asia Pasifik  sektor industri pariwisata sebesar 15 % merupakan angka yang besar. Jika di manfaatkan dengan baik, pariwisata bisa menjadi andalan menaikkan roda perekonomian dengan pesat.

“Kunci pariwisata adalah menyadari keunggulan keunikan yang dimiliki. Empat hal yang menjadikan tempat pariwisata yaitu apa yang dimakan, apa yang dibeli, apa yang dilihat dan apa yang bisa dilakukan,” ujar Walikota.

Diharapkan warga Sosromenduran mampu menggali hal ini. Seperti saat acara peninjauan apem Walikota menggunakan egrang dan sandal dari batok kelapa, banyak uris yang saat itu meniru.” kata Herry Zudianto. (The Real Jogja/joe)


Share on Facebook

Category : BERITA JOGJA | 149 views
Tags : ,

Leave a Reply