Art Exhibition Batik Comtemporary Bagus “Gonk” Prabowo, Ajak Jaga Lingkungan Alam Dengan Lukisan Batik Kontemporer
July 9th, 2010 | 14:01

Seni sebenarnya hadir juga sebagai media untuk memberikan pendidikan sekaligus penyadaran serta tidak hanya menyebarkan keindahan-keindahan indrawi-individual. Dan seorang Bagus “Gonk” Prabowo memahami benar akan hal itu.
Melalui pameran tunggalnya yang bertajuk “Respect To The Earth”, Bagus memamerkan karya seni batik kontemporer dengan aneka motif yang berhubungan dengan lingkungan di Via-Via Cafe. Tajuk “Respect To The Earth” menurut Bagus Prabowo adalah green campaign of Java project, kampanye lingkungan dengan karya budaya Jawa asli dalam bentuk batik.
Sebanyak 20 karya batik komtemporer dipamerkan seniman asal Jepara dari 4 Juli hingga 4 Agustus mendatang. Puluhan karya batik ini diciptakan Bagus seperti pembatik yang membuat motif batik dengan cairan malam. Selain cairan malam, Bagus juga memakai cat akrilik untuk membuat motif yang berisi gambar-gambar tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.
“Saya juga mencoba melukis dengan cairan malam untuk merespon nilai-nilai artisitik yang berasal dari budaya Jawa,” kata Bagus menggunakan warna-warna yang dibawa dalam lukisan-lukisan Bagus kedalam beberapa jenis kain seperti sutra dan katun adalah warna-warna alam campuran cat lukis seperti matahari an indigo.
Sudah sejak tahun 2000 Bagus “Gonk” Prabowo memang meniatkan dirinya untuk berkampanye tentang lingkungan dengan karya gambar khusus batik. Ini ia lakukan dengan pemikiran karena manusia sesungguhnya selalu berteman dengan lingkungan.
“Kita harus berteman dengan lingkungan, menghormati lingkungan, bermain lebih akrab dengan lingkungan dengan apa saja. Paling tidak dalam pikiran kita, lingkungan harus dilihat secara adil,” kata Bagus yang mempersiapkan pameran “Respect to the Earth” ini selama tiga bulan.
Awalnya keberpihakan kesenian Bagus dilakukan dengan menciptakan karya seni dari sampah. Kemudian ia berpindah dengan menggunakan batik.
Selain menggunakan batik yang memiliki simbol dan makna tradisi yang kuat, niat seorang Bagus untuk mempergunakan seni rupa menjadi alat kampanye juga timbul karena banyaknya kejadian-kejadian buruk yang menimpa manusia yang berkaitan dengan lingkungan dalam beberapa tahun terakhir.
“Dengan kejadian sekarang-sekarang ini sebenarnya itu sudah memiliki banyak makna,” kata seniman yang sudah dua kalil melakukan pameran tunggal ini. Menurut Bagus pada akhirnya manusia harus lebih banyak berbicara kepada lingkungan. Semua aspek harus bisa berbicara kepada alam.
Karya-karya bagus yang dipamerkan di Via-Via Cafe ini menghadirkan aneka bentuk hubungan antara manusia dengan alam seperti akibat negatif hubungan alam dan manusia, usaha manusia untuk bersahabat dengan alam.
Pada karya-karya Bagus ini, motif-motif batik hadir sebagai latar belakang karya yang bersatu dengan simbol dari isi alam lingkungan seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan serta manusia itu sendiri.
Misalnya dalam karya berjudul “Tokek”, Bagus memamerkan perpaduan antara kain katun dengan warna biru yang dihiasa dengan ratusan kelopak bunga pada seluruh bidang kainnya. Ia juga melukis binatang tokek yang seperti merayap pada ranting pohon.
Masih dengan warna biru pada kain katun, Bagus menciptakan gambar tangkai bunga kecil-kecil bersama kupu-kupu dan kinjeng dalam latar belakang kain yang berwarna biru. Tampak indah sekali.
Dua karya batik contemporer Bagus ini menghadirkan pemaknaan betapa dekatnya alam beserta isinya (hewan dan tumbuhan) dengan kehidupan manusi. Maka sudah selayaknya manusia menghormati keberadaan mereka. (The Real Jogja/joe)
Share on Facebook
Tweet
Category : HEADLINE, pameran | 250 views
Tags : Bagus "Gonk" Prabowo, respect to the earth, Via-Via Cafe










