Wilman Syahnur Atasi 1200 Seniman Berkat Barrack Obama

July 7th, 2010 | 14:44

obama

Patung Barrack Obama karya Wilman Syahnur ketika menjalani kontak sosial dengan publik saat kegiatan Biennale Jogja X-2009 lalu.

“Selamat udah menang kemarin,” kata seorang teman pematung kepada Wilman Syahnur yang baru diwawancarai Jogjanews.com, Senin (5/7) malam di Taman Budaya Yogyakarta.

“Terima kasih terima. Tapi sepertinya sudah tidak kebagian nih,” jawab Wilman sembari menjabat tangan temannya itu.

“Ngga papa. Yang penting bukan itu. Selamat sekali lagi,” kata teman Wilman lagi.

Hari-hari belakangan ini memang menjadi hari yang menyenangkan bagi seorang Wilman Syahnur. Mungkin pria 37 tahun ini akan selalu mengembangkan senyumnya dan sering-sering mengucapkan terima kasih kepada teman-teman seniman.

Hal itu bisa terjadi karena Wilman Syahnur baru saja mendapatkan sebuah penghargaan prestisius dalam kompetisi Indonesia Art Award di Jakarta. Kamis,(17/6) beberapa waktu lalu, Wilman Syahnur menjadi salah satu dari tiga peserta terbaik dalam kompetisi yang diikuti 1200 seniman dari seluruh Indonesia ini.

Karya Wilman Syahnur yang menjadikannya sebagai tiga terbaik itu adalah karya patung yang sebelumnya sudah dipamerkan pada pelaksanaan Biennale Jogja X -2010 Desember 2009-Januari 2010 lalu yaitu patung Obama yang naik becak dengan senyum khas dan dua jari tangan kanannya terangkat membentuk simbol perdamaian. Judul patung Obama itu adalah “Membuat Obama & Perdamaian yang Dibuat-Buat”.

Senin (5/7) malam kemarin, Wilman Syahnur menggelar syukuran atas penghargaan yang baru saja ia raih itu. Ia menyediakan makanan dan minuman bagi seniman-seniman juga masyarakat umum yang terlibat dan menyaksikan acara “Untung Dadi Legend” yang diselenggarakan seniman-seniman panitia Pasar Kangen Jogja.

Dalam kompetisi IAA itu, Wilman Syahnur selain membawa patung Obama juga menampilkan foto-foto peristiwa saat patung Obama ini mengikuti Biennale Jogja X-2010. Ada 16 foto dari para jurnalis yang memotret aktifitas patung Obama saat mengikuti Biennale.

Seperti diketahui, dalam penyelenggaraan Biennale X-2010 yang lalu, patung Obama menaiki becak dengan tersenyum itu mengikuti aktifitas kontak sosial dengan mengikuti happening art performance dihadapan masyarakat Yogyakarta.

Beberapa peristiwa menarik yang menjadi bahan foto para jurnalis adalah happening art  ketika becak yang membawa patung Obama itu kecelakaan di jalan umum sehingga patung Obama itu jadi rusak. Oleh Wilman dan panitia Biennale, rusaknya patung Obama itu kemudian menjadi performance happening art dengan memasukkannya ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah untuk diobati. Setelah diobati patung Obama bisa menaiki becak sembari tersenyum kembali.

“Itu adalah penggambaran dari Obama yang melakukan kampanye di Yogyakarta,” kata Wilman Syahnur melukiskan happening art patung Obama saat Biennale Jogja X-2010 kemarin.

Penciptaan patung Obama naik becak ini, menurut pria kelahiran Serang Banten ini bermula dari berita di televisi yang menyiarkan Barack Obama menjadi salah satu nominator peraih Nobel Perdamaian tahun 2009. Setelah itu ada berita juga tentang Barrack Obama akan mengirim 30.000 pasukan Amerika ke Afghanistan.

“Saat itu belum terpikir untuk membuat patung tentang Obama,” kata Wilman seraya menambahkan ia waktu itu berfikir telah terjadi politik pencitraan yang ironis pada seorang Barrack Obama.

Wilman kembali bercerita dirinya kemudian mendapat undangan untuk mengikuti Biennale X-2009 dan mendapat bagian memamerkan karya di tempat publik dan mendapat tempat di dekat Kotabaru dekat Bentara Budaya Yogyakarta.

Karena mendapat tempat pamer terlalu luas dan harus membuat karya yang banyak juga, Wilman berdiskusi dengan panitia Biennale untuk merubah rencana karya seni yang waktu itu diharapkan Wilman membuat patung. Akhirnya disepakati Wilman membuat patung instalasi yang bisa bergerak.

“Waktu itu saya diminta untuk membuat 15 patung. Itu rasanya ngga mungkin. Lalu ngobrol dengan panitia dan disepakati membuat karya bergerak,” cerita Wilman. Nah. Dari situlah ide tentang Barrack Obama menaiki becak dengan tersenyum hadir.

Bagi Wilman Syahnur, penghargaan yang ia dapatkan dari IAA adalah wujud pengakuan terhadap dunai seni rupa yang telah ia jadikan sebagai jalan hidup selama ini. Wilman sebenarnya sudah merasa senang ketika sudah mendapatkan perhatian dan penghargaan dari publik terhadap karya-karya yang ia buat.

“Sebenarnya sudah mendapatkan perhatian dan penghargaan dari publik saja saya sudah senang sekali. Ketika saya mendapatkan penghargaan dari pihak luar berarti saya telah mendapatkan pengakuan,” kata seniman yang pada Oktober mendatang akan berpameran tunggal di Plaza Indonesia ini.

Wilman lalu bercerita sejak ia membuat patung Barrack Obama, dirinya menjadi cukup populer di mata masyarakat. Pernah suatu ketika, saat ia bersama seorang temannya bertemu dengan seseorang lalu orang itu bertanya dan dijawabnya dirinya seorang seniman yang membuat patung Obama itu, spontan orang yang bertanya itu mengundang teman-temannya untuk kenal dengan Wilman. (The Real Jogja/joe)


Share on Facebook

Category : ARTIST, HEADLINE | 197 views
Tags : , , ,

Leave a Reply