Sanggar Putri Kembar, 25 Tahun Melestarikan Budaya Karawitan Bersama Anak-Anak

July 7th, 2010 | 22:15

putri kembar

Anggota penari anak-anak Sanggar Putri Kembar sedang pentas di panggung hiburan Pasar Kangen Jogja, Sabtu (4/7)

“Kui sing putih kui weke sopo?”

“Aku sing ngarep, aku ngarep”

Begitulah suara-suara agak keras anak-anak penari dari Sanggar Putri Kembar yang akan menari tari jaranan di panggung Pasar Kangen Jogja 2010, Sabtu (4/7) lalu.  Mereka berebut kuda kepang yang akan dijadikan properti tarian mereka.

Tingkah laku spontan anak-anak yang masih polos itu kontan membuat penonton tertawa. Penonton tak kuasa untuk tidak tertawa melihat tingkah laku anak-anak yang masih saja tak serius walau sebentara lagi pentas dan ditonton orang banyak.

Sabtu sore itu, memang giliran anak-anak anggota Sanggar Putri Kembar untuk berunjuk kebolehan di hadapan puluhan pengunjung Pasar Kangen Jogja dengan olah ketrampilan karawitan dan menari. Sanggar Putri Kembar pertama-tama menghadirkan ketrampilan anggotanya menguasai seni karawitan dengan memainkan lima gendhing dengan alat gamelan lengkap.

Setelah itu, anak-anak pengrawit dari Sanggar Putri Kembar ini mengiringi teman-temannya yang menari dan dolanan di atas panggung dengan tetabuhan gamelan menyuarakan lagu-lagu dolanan seperti jaranan, bintang kecil, dll.

Anak-anak Sanggar Putri Kembar yang mengikuti pementasan di Pasar Kangen Jogja ini semuanya berjumlah 25 anak. Usia mereka masih sangat belia. Bahkan ada yang masih ikut TK/Playgroup. Menurut pelatih tari Sanggar Putri Kembar, Kartika Sari, SSn, Sanggar Putri Kembar sudah berdiri sejak tahun 1985 yang lalu dimana pada saat itu dirnya bersama kembarannya, Candrasari masih anak-anak.

Kartika mengatakan melatih kesenian anak-anak memang harus menghadapai kesusahan namun juga mendapatkan rasa senang yang luar biasa. “Susahnya sedikit malah banyak senangnya,” kata wanita lulusan Jurusan Karawitan ISI Yogyakarta tahun 2004 ini.

Sekarang ini, bersama kembarannya, Candra sari, Kartika Sari terus menjalankan kepandaian mereka dalam seni karawitan dan tari di Sanggar Putri Kembar yang dulu didirikan oleh ayah mereka.

Mereka berdua melatih karawitan juga tarian kepada anak-anak anggota Sanggar Putri Kembar seminggu dua kali pertemuan.. Kedua seniman muda  ini tetap mempertahankan budaya tradisional mereka meski kadang juga belum bisa membawa anak-anak didiknya pentas di hadapan publik mengingat dalam satu bulan belum tentu ada tawaran untuk pentas.

“Untuk satu bulan begitu, belum tentu kita dapat tawaran manggung,” kata Kartika Sari.

Sementara itu salah satu anak didik Sanggar Putri Kembar Rifa mengatakan rasa senangnya bisa menunjukkan kepintarannya menari diatas panggung dan ditonton banyak orang. “Senang tapi sedikit ngga hafal,” kata siswa SDN Pojok Sleman ini.

“(Perasaan saya) Biasa saja,” kata Rifa saat ditanya perasaannya ketika harus pentas dilihat banyak orang. (The Real Jogja/joe)


Share on Facebook

Category : HEADLINE, TARI | 651 views
Tags : ,

One Response to “Sanggar Putri Kembar, 25 Tahun Melestarikan Budaya Karawitan Bersama Anak-Anak”

  1. chrys thantoo ayahara says:

    Alamat sanggarnya dimana yha, karena saya berkeinginan kelak kalo anak saya dah kembali ke jogja pengin saya masukkan ke sanggar. saat ini kami masih berdomisili di kaltim dan anak saya baru berumur 2.5 tahun. mohon balasannya dan terimakasih.

Leave a Reply