Michael Sommers Dan Susan Haas Pentas “Tiga Perkara Kecil” di FKY
July 7th, 2010 | 22:07

Michael Sommers dan istri, Susan Haas saat diwawancarai wartawan di Hotel Phoenix Yogyakarta, Selasa (6/7) mengenai penampilannya dalam pementasan teater boneka bertajuk "Three Little Things" di FKY, Rabu (7/7).
Dua seniman dari Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat Michael Sommers dan Susan Haas, Rabu sorem ini akan menunjukkan kepiawaian mereka memainkan sandiwara boneka berjudul “Three Small Things” atau “Tiga Perkara Kecil”.
“Three Small Thing” akan berlangsung begitu singkat hanya 15 menit pertunjukan di Benteng Vredeburg tempat penyelenggaraan FKY XXII. Menurut Michael Sommers cerita “Three Small Thing ini bercerita tentang bangunan dialog batin yang menceritakan tentang perjalanan sang waktu antara waktu masa lalu, masa sekarang dan masa depan.
Michael akan memainkan boneka-bonekanya pada sebuah koper berukuran sedang. Pada “panggung” koper inilah akan menampilkan pengembangan-pengembangan estetik baru pada bentuk kesenian teater boneka.
“Koper antik bertuliskan “Tiga Perkara Kecil” bagi saya sangat bermakna karena mampu menguatkan estetika keintiman manusia dan kedekatannya dengan lingkungan sekitar,” kata Michael Sommers yang diterjemahkan Diyah Larasati, seniman dari Indonesia Independent Artist Coalition, di Hotel Phoenix, Selasa (6/7).
Dalam mementaskan cerita “Three Small Things” ini, Michael Sommers didampingi istrinya Susan Haas yang juga selaku manajer produksi, pemusik sekaligus pemain. Susan Haas akan mengiringi pentas dengan bermain musik akordion, bernyanyi dan memainkan visualisasi yang abstrak dari boneka-boneka yang ada di dalam koper.
Michael Sommer dan Susan Haas begitu serius dengan pekerjaan mengembangkan teater boneka yang sekarang ini mereka jalankan. Sebelum ke Yogyakarta, mereka telah mementaskan “Three Little Things” di Beijing China tahun 2009 lalu.
Sebelumnya, dua seniman ini membawa teater boneka lakon “Three Little Things” ini berkeliling menggelar tontonan gratis ke banyak desa di Amerika Serikat sebagai usaha mereka memperkenalkan teater boneka secara lebih luas sekaligus upaya untuk membangun imaji tentang konsep komunal yang bisa dimasukkan dalam lakon-lakon teater boneka mereka selanjutnya.
Sementara itu Dyah Larasati menerangkan, Michale Sommers adalah pengajar pada Jurusan Teater Di Universitas Minnesota yang banyak memperoleh penghargaan sebagai sutradaram pemain dan juga direktur artistik..
Michael Sommers dan Susan Haas adalah pendiri Open Eyes Theatre di Minneapolis, Minnesota/USA) yang mengkhususkan pada pengembangan estetika teater boneka.
“Kedatangan Michael Sommers dan Susan Haas ke Yogyakarta ini bisa terjadi karena kerjasama beberapa pihak seperti Theatre Communication New York, Universitas Minnesota, ISI Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Indonesia Independent Artist Coalition serta Festival Kesenian Yogyakarta,” kata Larasati.
Share on Facebook
Tweet
Category : AGENDA, HEADLINE | 182 views
Tags : Dyah Larasati, MIchael Sommers, three little things, tiga perkara kecil










