Pameran Seni Rupa “Art Liberation Front”, Lahirnya Seniman (Yang) Jawa Itu?
March 20th, 2010 | 09:54

Seorang pengunjung melihat judul lukisan karya Uret Pari Ono. Seniman Klaten yang beberapa tahun terakhir tinggal di Jerman ini memamerkan karyanya "Manjing Terusing Batos" pada Pameran Seni Rupa "Art Liberation Front" di Galeri Biasa, 17-23 Maret mendatang.
Di Yogyakarta saat ini ada dua komunitas seni rupa besar yang dua-duanya justru tidak berasal dari seniman-seniman Yogyakarta. Dua komunitas ini adalah komunitas Sakato yang beranggotakan seniman dari Sumatera Barat serta kelompok Sanggar Dewata Indonesia (SDI) dari Bali.
Ke dua komunitas seni rupa ini dianggap banyak kalangan telah berhasil menjadi komunitas yang disegani baik secara kekaryaan maupun secara pasar. Tentang kelompok Sakato misalnya, Suwarno Wisetrotomo dalam sebuah kesempatan wawancara mengatakan komunitas Sakato tengah berada peta dunia seni rupa baik secara wacana maupun karya ( lihat jogjanews 22 Februari 2010)
Satu pertanyaan yang menghampiri kemudian adalah dimana seniman Jawa? Jawabannya adalah silakan pecinta, penikmat seni rupa mengunjungi Galeri Biasa di Jalan Suryodiningratan 108 Yogyakarta sejak saat ini hingga 23 Maret 2010 nanti. Pameran ini sendiri dimulai 17 Maret lalu.

Karya lukis "Journey of Civilization Nil River's karya Romo Sapto.Karya ini menampilkan situasi tidak seimbang antara lokal dan global dimana lokal berusaha menuju global apapun resikonya.
Di galeri milik Nana Tedja ini, dipamerkan belasan karya seni rupa yang diciptakan seniman-seniman kelompok Art Liberation Front yang terdiri Agus YK Priyono, Budi
Share on Facebook
Tweet
Category : HEADLINE, pameran | 1,122 views
Tags : Art Liberation Front











sugeng ndalu poro sedherek meniko waosan saking ndalem seni sumatra selatan ngaturi bilih seni kang di pun lampahi kanthi raos selleh leh leh sinambi leyeh leyeh kaliyan ngudut mbako semprul nggarap pesenan urek urekan matur sembah nuwun salam saking prepat kepanasan
sugeng rawuh malih wahai ras, suku, agami …. welcome back jong java, jong sumatra, jong celebes, jong papua.. keniscayaan zaman?
kumpulan ras ditanggapi dengan kumpulan ras lain. digathukke ekonomi, lalu seni rupa, lalu… sambil sante rengeng rengeng
Roh Jogja Untuk Indonesia, menyelamatkan Indonesia dengan seni dan budaya Jawa yang dinamis berkembang mengikuti jamannya.