Pentas Je.ja.lan Teater Garasi, Ketika Jalan Memiliki Banyak Cerita Kehidupan
February 19th, 2010 | 03:20

Totalitas berakting dipertontonkan dua anggota teater garasi saat menampilkan tari improvisasi menggambarkan kehidupan di jalanan dan lingkungannya. Mereka melepas pakaian pentasnya hingga tinggal penutup bagian rahasia tubuh mereka.
Setelah begitu lama tidak tampil dihadapan publik Yogyakarta, Kamis (18/2) malam Teater Garasi kembali hadir dihadapan pecinta seni teater Yogyakarta melalui pertunjukan teater yang sebenarnya sudah pernah dipentaskan sebelumnya 2-3 tahun lalu.
Meski menghadirkan pementasan yang sama dengan sebelumnya, kehadiran Teater Garasi tetap menyedot perhatian luar biasa dari pecinta seni teater Yogyakarta. Tidak hanya penonton Yogyakarta yang hadir puluhan penikmat teater dari mancanegara juga memenuhi concert hall Taman Budaya Yogyakarta.
Teater Garasi menghadirkan tema pementasan bernama Je.ja.lan yang pernah mereka pentaskan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta 16-17 Mei 2008 dan di Teater Luwes, Institut Kesenian Jakarta 23-24 Mei 2008.

Tarian-tarian improvisasi para aktor teater garasi lebih banyak didominasi gerakan-gerakan sensual hasil dari observasi kehidupan jalan dan sekitarnya.
Secara konsep, Je.ja.lan, menurut sutradara pementasan Je.ja.lan, Yudi Ahmad Tajudin tidak dari naskah tapi dari observasi tentang persoalan hidup di jalan-jalan di beberapa kota yaitu Yogyakarta, Jakarta dan Indramayu. Dari observasi itu kemudian di diskusikan, di improvisasi sehingga ditemukan teks serta idiom untuk dijadikan proyek pentas teater.
Share on Facebook
Tweet
Category : HEADLINE, teater | 633 views
Tags : Je.ja.lan, teater garasi










