100 Hari Meninggalnya Mbah Kasman, Hadirkan tari spiritual hantarkan Mbah Kasman ke syurga

February 5th, 2010 | 11:24

Salah satu bentuk wayang ukur yang ditampilkan dalam film dokumenter mengenang Mbah Kasman yang dilakukan pada saat peringatan 100 hari meninggalnya pencipta wayang ukur ini, 3/2/2010.

Salah satu bentuk wayang ukur yang ditampilkan dalam film dokumenter mengenang Mbah Kasman yang dilakukan pada saat peringatan 100 hari meninggalnya pencipta wayang ukur ini, 3/2/2010.

Tak terasa, Rabu (3/2) Sigit Sukasman, penemu wayang ukur itu telah genap 100 hari menghadap Tuhan Yang Maha Esa. Pihak keluarga besar bersama teman-teman dekat Mbah Kasman (panggilan akrab menggelar acara 100 hari meninggalnya Mbah Kasman di kediaman Almarhum di daerah Mergangsan.

Acara yang dilakukan di pendopo dalam rumah Mbah Kasman itu diisi dengan beberapa acara untuk menapak tilasi kehidupan Sigit Sukasman yang diawali dengan pemutaran film dokumenter yang berisi beberapa materi seperti foto-foto Sigit Sukasman saat ia memainkan wayang ukurnya juga saat ia berada di luar negeri mempertontonkan wayang ukurnya kepada masyarakat Belanda.

Film dokumenter ini juga berisi pendapat-pendapat dari seniman, dalang, eks dalang, pengajar seni, mahasiswa yang pernah berkenalan, dekat, bekerjasama dengan pria yang hingga meninggalnya belum menikah itu. Pendapat-pendapat mereka beragam (pro dan kontra) tentang sosok Sigit Sukasman.

Saat Henry masih sadar dan bersiap memasuki alam bawah sadarnya. Ini awal Henry melakukan tarian spiritual menghantar Mbah Kasman ke syurga.

Saat Henry masih sadar dan bersiap memasuki alam bawah sadarnya. Ini awal Henry melakukan tarian spiritual menghantar Mbah Kasman ke syurga.

Ada pendapat-pendapat memuja kepada Mbah Kasman. Seperti apa yang dikatakan Bambang Paningron, Mbah Kasman adalah seorang maestro karena mampu menciptakan karya wayang yang belum mempunyai petunjuk sama sekali.


Share on Facebook

Category : HEADLINE, TARI | 508 views
Tags : , , , ,

Leave a Reply