Pameran Seni Grafis Borneo 1843, Nostalgia sekaligus kontemplasi masa lalu Borneo

February 3rd, 2010 | 19:36

Beberapa pengunjung pameran mendiskusikan karya seni grafis chromolitografi tentang penambangan intan di sungai Martapura dengan menggunakan alat Linggang dari kayu Ulin. Mereka harus sabar dan berpantang agar bisa mendapatkan intan. Bahkan mereka harus segera menyimpan intan didalam mulutnya agar tidak berubah lagi menjadi batu biasa.

Beberapa pengunjung pameran mendiskusikan karya seni grafis chromolitografi tentang penambangan intan di sungai Martapura dengan menggunakan alat Linggang dari kayu Ulin. Mereka harus sabar dan berpantang agar bisa mendapatkan intan. Bahkan mereka harus segera menyimpan intan didalam mulutnya agar tidak berubah lagi menjadi batu biasa.

Pada awal tahun ini, Bentara Budaya Yogyakarta menampilkan pameran seni rupa yang agak berbeda dengan pameran-pameran biasa. Bentara Budaya Yogyakarta menggelar pameran seni grafis yang menampilkan karya-karya kebudayaan serta kesenian masyarakat Borneo pada satu setengah abad lalu dalam tajuk Pameran Seni grafis Borneo 1843.

Hermanu, Direktur Operasional Bentara Budaya Yogyakarta menerangkan Bentara Budaya Yogyakarta selalu berupaya menampilkan karya-karya kebudayaan tanah air yang telah lampau maupun yang sedang ramai dibicarakan saat ini.


Share on Facebook

Category : HEADLINE, pameran | 582 views
Tags : , ,

Leave a Reply