
Anak-anak berusia dibawah 10 tahun ini tampak asik mengikuti workshop membatik dalam rangkaian kegiatan Pasar DolDolanan yang menjadi bagian dari Biennale Anak I di Taman Budaya Yogyakarta, Selasa sore (19/1).
Kegiatan Pasar Doldolanan di Kota Ceria Wonderland yang menjadi bagian dari event Biennale Anak menghadirkan banyak kegiatan yang melatih sisi ekspresi dan kreatifitas anak-anak. Salah satu diantaranya adalah workshop membatik.
Walaupun hanya berlangsung tak lebih dari satu jam, workshop membatik ini berhasil memikat perhatian puluhan anak-anak TK dan SD untuk mencoba membatik. Ruangan terbuka di depan ruang seminar Taman Budaya Yogyakarta pada Selasa sore (19/1) menjadi ramai oleh anak-anak yang ingin belajar membatik.
Salah satu diantaranya adalah Azhar Aqila (7) yang ditemani ibunya, Nadia mencoba membatik. Dengan membayar uang sebanyak tiga sebagai uang yang berlaku di Kota Ceria Wonderland, akhirnya Aqila bisa juga memegang canthing mengisinya dengan malam dan menorehkannya pada kain kecoklatan.

Salah satu diantaranya adalah Bagas yang tampak serius menggoreskan malam pada kain yang dimilikinya.
Aqila yang siswa kelas II SD Muhammadiyah Plus Tegalrejo ini beberapa kali bertanya kepada ibunya mengenai apa yang ia harus torehkan di kain yang coklat berukuran bujur sangkar ini. Aqila menggunakan tangan kirinya untuk memainkan malam dalam canthing ke kain.
Nadia mengatakan apa yang dilakukan anaknya itu sebagai upaya untuk mengetahui betapa susahnya untuk mencari uang. Sekaligus agar anak juga terbiasa untuk menabung. “Biar anak tahu gimana susahnya nyari duit. Sekalian melatih anak untuk mau menabung,” kata Nadia seraya menambahkan dirinya tidak memaksa anaknya untuk ikut workshop membatik iitu. “Dia sendiri yang mau,” ujarnya.
Sementara bagi Putri Ayu Pediasih Ari Safitri (8) pengalaman membatik untuk kali pertama dalam hidupnya seperti menjadi pengalaman yang begitu mengasikan. Walaupun beberapa kali terkena cipratan cairan malam panas saat membatik namun gadis cilik ini tetap membatik pada lembaran kain yang ia miliki.

Selain Bagas ada pula Azhar Aqila (kanan) dan Putri Ayu Pediasih Ari Safitri (kiri) yang tampak tak canggung mencelupkan canthing ke cairan malam yang panas.
“Tadi sudah ketetesan beberapa kali di jari dan tangan, agak panas, tapi ga papa. Kan mau belajar dan mencoba membatik,” ujar siswi SD Tarakanita Bumijo ini.
Dengan daya kreatifitas yang ia miliki terhadap latihan membatik yang baru kali ini ia lakukan, siswi kelas II ini mampu membuat gambar bunga pada kertas bahan membatik. Ia cukup percaya diri untuk mengisi canting dengan malam panas dari kompor pemanas. Begitu pun saat dirinya harus meniup malam untuk mendapatkan torehan malam pada kain, ia melakukannya tanpa takut-takut.
“Ini pertama kalinya saya membatik. Dari awal saya memang kepengin membatik karena penasaran saja untuk membatik, dan bukan karena disuruh ibu,” tegas putri, panggilan gadis cilik berlesung pipit yang hadir ditemani ibunya ini.

Aqila dan Putri sama-sama ingin bisa membatik karena kemauan mereka sendiri.
Untuk memancing kreatifitas anak-anak membatik, pemandu workshop menampilkan gambar batik yang menarik untuk diperlihatkan kepada anak-anak tersebut. Akhyar, pemandu workshop batik anak-anak ini mengatakan dengan gambar yang menarik itu, diharapkan anak-anak akan termotivasi untuk bisa membatik.
“Saat anak-anak sudah tertarik dengan gambar yang menarik perhatian anak-anak, diharapkan muncul motivasi bagi anak untuk belajar membatik lagi di masa mendatang,” kata anak muda yang juga pembatik di kelompok batik “Sido Mukti” Giriloyo Bantul. ( The Real Jogja/joe)

Putri yang dengan daya kreatifitasnya yang tinggi mampu menggambar bentuk bunga dengan malam.










halo….mau tanya ni…mendesak….hehe. apakah saya bisa dapet info , dimana saya bisa mengikutkan tamu2 teman saya untuk workshop membatik? untuk dewasa sih..sekitar 30 orang. kalau ada info lengkapnya, sukur2 harga dan desain workshopnya….tolong segera kirim ke email saya ya…..saya tunggu secepatnya…..
makasih…mas dan mbak…
Mas/ Mbak Ruri, saya punya teman dari Imogiri, sentra batik tulis di Bantul. Namanya Mas’ud Fahlefi. Ini nomernya. 08122755643
silahkan datang aja ke Workshop Sri Kuncoro.. Di Giriloyo Imogiri bantul. Atau akan lebih baik jika kontak sebelumnya. jadi bisa di siapkan kebutuhannya untuk berapa orang. 0274 6645624