Upacara Adat Merti Code, pengharapan agar Kali Code tetap lestari

December 27th, 2009 | 17:06

Mbah Sutrisno sedang menuangkan air dari Belik Putri di pinggir Kali Code ke kendi tanah.

Mbah Sutrisno sedang menuangkan air dari Belik Putri di pinggir Kali Code ke kendi tanah.

Pada tanggal 10 bulan Sura atau Minggu (27/12) ini masyarakat Kalurahan Terban dan Cokrodiningratan kembali menyelenggarakan Upacara Adat Merti Code. Tahun ini, memasuki tahun ke tujuh pelaksanaan upacara adat yang dimulai sejak tahun 2002 ini.

Upacara Adat Merti Code tahun ini diselenggarakan bersama oleh Cokrosuman, Jetisharjo, Terban, Gondolayu dan Blimbingsari. Beberapa kampung ini terletak di sisi barat dan timur sungai Code yang mengalir melewati Kelurahan Terban dan Cokrodirjan.

Tradisi ini diawali pukul 13.00 WIB dengan pengambilan air sungai (kali, Jawa) code di enam belik (mata air) dan sumur yang berada di Kali Code antara lain belik lanang, wadon dan belik Ayu ada pula sumur Sumber Tirto Dono Mulyo milik Kalurahan Terban.

Mujito menuangkan air ke kendi yang dibawa seorang wanita dari Sumur Sumber Tirto Dono Mulyo di Kalurahan Terban

Mujito menuangkan air ke kendi yang dibawa seorang wanita dari Sumur Sumber Tirto Dono Mulyo di Kalurahan Terban

Ketua Panitia Upacara Adat Merti Code Heru BJ Mulyanto menerangkan, pengambilan air kali code ini dilakukan beberapa kelompok. Kelompok pertama adalah sesepuh-sesepuh masing-masing kampung yang bertugas mengambil air dari belik dan sumur dan dimasukkan ke kendi.

Kelompok berikutnya adalah Bergodo Pasembojo (replika hidup prajurit kraton), selanjutnya adalah kelompok wanita dewasa dan remaja berjumlah tujuh orang pembawa kendi air. Rombongan berikutnya adalah anak-anak muda pria yang disebut kelompok Glabag dari kampung Jetisharjo yang akan bertugas membawa air setelah didoakan di balai RW.

Satu lagi kelompok yang bertugas nembang (bernyanyi) lagu-lagu Jawa seperti tembang Ibu Kita Kartini dan do’a-doa agama Islam seperti pembacaan surat Al fathihah yaitu kelompok Bergodo uran-uran Terban.

Kelompok Bergodo Uran-Uran Terban yang mengiringi pengambilan air dari Sumur Sumber Tirto Dono Mulyo dengan menyanyikan tembang Jawa dan do'a-do'a ketentraman.

Kelompok Bergodo Uran-Uran Terban yang mengiringi pengambilan air dari Sumur Sumber Tirto Dono Mulyo dengan menyanyikan tembang Jawa dan do'a-do'a ketentraman.

Menurut Mujito, sesepuh kampung Terban yang mengambil air dari sumur Sumber Tirto Dono Mulyo ini, doa dan tembang Jawa ini dimaksudkan untuk mengirimkan lagu dan doa kepada Yuhan Yang Maha Esa supaya kehidupan di sekitar Kali Code tentram dan makmur.


Share on Facebook

Category : FOTO, HEADLINE | 590 views
Tags :

Leave a Reply