
Mobil toilet umum milik Badan Lingkungan Hidup berukuran 5x2 meter yang menjadi media seni lukis street art Farid Stefi.
Setelah beberapa hari lalu, mobil tangki air milik Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta menjadi media lukis seniman peserta Biennale Jogja X-2009, kali ini giliran sebuah mobil toilet milik Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta gantian menjadi media lukis seniman peserta Biennale.
Mobil toilet berukuran 5x 2 meter ini diletakkan di sisi utara halaman Taman Budaya Yogyakarta. Sementara seniman yang melukis pada mobil toilet tersebut adalah seorang seniman street art muda, Farid Stefi Asta.
Dewan Kurator Biennale Jogja X-2009 Samuel Indratma menerangkan event melukis mobil toilet ini dilakukan dalam rangka proyek seni Biennale Jogja X-2009 dengan menggunakan media lukis di luar media yang semestinya.

Inilah keseriusan Farid Stefi Asta saat melukis street art berbentuk kepala makhluk asing.
“Farid merupakan salah satu bibit seniman muda berbakat yang senang membuat karya-karya seni masyarakat urban, “kata Samuel tentang Farid.
Mengenai fungsi mobil toilet ini, nanti akan dikembalikan ke Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta. Tetapi apabila pengecatan sudah usai, maka mobil toilet ini akan dipamerkan saat pembukaan Biennale nanti. Setelah itu mobil tersebut akan dibawa mengelilingi ruang-ruang publik yang ada di Yogyakarta seperti Candi Prambanan,Alun-Alun dan tempat lainnya.
Sementara itu Farid mengatakan, ini adalah pengalaman kali pertama ia melukis street arts di mobil toilet. Biasanya ia menggunakan tembok sebagai media canvasnya. Farid mengakui dirinya sangat tertarik dan antusias melukis mobil toilet.karena ia bisa tetap menampilkan gaya urban arts sebagai gaya melukis yang sudah ia lakukan selama ini.

Semula Farid merasa jijik untuk melukis dengan media mobil toilet, namun setelah merasakan asyiknya melukis, ia menjadi terbiasa dan mampu menghasilkan karya seni lukis yang berkualitas.
“Paling tidak saya ingin berpartisipasi dan mencoba membuat lebih indah pada bidang yang sebenarnya telah terlupakan dan dianggap besi tua ini,” kata Farid.
Farid mengakui awalnya dirinya merasa jijik namun akhirnya merasa tertantang untuk mengubah toilet umum yang rata-rata dipandang sebagai tempat yang menjijikan menjadi lebih indah dan menarik untuk dilihat apalagi jika bisa difungsikan kembali. .

Salah satu anggota LIB Studio yang membantu Farid melukis street art pada mobil toilet milik Pemkot Yogyakarta.
Untuk konsep lukisannya sendiri, Farid tidak mengusung konsep tertentu karena dirinya mencoba menuangkan apa yang ada dipikirannya saat itu juga yang tentu saja masih berkarakter street arts.
Gambar-gambar berbentuk kepala-kepala makhluk asing mencerminkan ciri khas pribadi dan batling dalam seniman street arts. Ia juga dibantu dari Tim LIB Studio yang juga biasa mengerjakan project street arts.
“Saya berharap mobil toilet dengan lukisan ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya yaitu seni luar ruangan yang dapat dinikmati publik,” kata Farid. (The Real Jogja/joe)

Farid Stefi Asta dan kawan-kawannya dari LIB Studio ini amat berharap lukisan pada mobil toilet ini bisa menjadi seni luar ruangan yang bisa dinikmati publik luas.









