JK dan Butet Bersalaman dengan latar belakang sosok Mbah Lejar, sosok legendaris pembuat wayang Yogyakarta.
Biennale Jogja X-2009 mendapatkan kehormatan luar biasa dengan kedatangan Mantan Presiden Jusuf Kalla di Taman Budaya, pusat aktivitas Biennale Jogja X-2009, Kamis (10/12). JK datang Taman Budaya Yogyakarta untuk menyaksikan persiapan pelaksanaan Biennale Jogja X-2009, Jum’at (11/12).
Kedatangan JK diikuti oleh beberapa orang dekat dan salah satu putrinya diterima Direktur Biennale Jogja X- 2009 Butet Kertarajasa dan langsung diajak ke Sekretariat Biennale yang berada di pojok selatan gedung Societit TBY.
Pertemuan JK dengan panitia Biennale yang diliput puluhan wartawan ini berlangsung penuh dengan canda tawa. Selama beberapa menit kemudian JK diambil wajahnya untuk di buat sketsa oleh Bambang Heras serta Samuel Indratma.
JK memperlihatkan sketsa wajahnya kepada wartawan hasil karya Bambang Heras.
Selama proses melukis sketsa suasana tetap berjalan dengan canda tawa. Sesekali Butet melontarkan lelucon dan dibalas JK. Apalagi pada saat wajah JK di gambar sketsa, makin riuh saja suasananya.
Selesai di gambar, Butet Kertarasaja mengajak JK untuk melihat persiapan karya –karya seni yang dipasang di ruang pamer TBY. Butet begitu cerdas memanfaatkan kesempatan. Ia mengajak JK ke dapur umum Biennale dan memperlihatkan deretan tulisan sumbangan yang telah diberikan penyumbang.
Butet pun berhasil dengan idenya itu. JK menyebutkan angka Rp 10 juta dan ditulis oleh Butet di papan tulis. Uang itu secara kas diserahkan JK kepada Butet pada akhir-akhir JK melihat-melihat persiapan pameran.
JK menanyakan judul karya seniman Melodia yang sedang mempersiapkan karya di dalam ruang pamer TBY. Judul lukisan Melodia ini adalah "Harapan Nan Tak Kunjung Padam"
“Berapa kurangnya ini,” tanya JK. “Wah kalau ditanya kurang berapa, kurang banyak pak.” Jawab Butet. Setelah bertanya ke beberapa orang dekatnya ia pun memberikan bantuan Rp10 juta. “Saya sumbang Rp juta ya,” kata JK.
JK beserta rombongan kemudian menuju ruang pamer TBY untuk menyaksikan karya-karya seni beberapa seniman besar yang sedang dipersiapkan untuk dipamerkan. Antara lain Butet mengajak JK melihat-lihat karya instalasi Heri Dono berjudul “Spider Jamming”.
Setelah beberapa menit mengelilingi setengah ruangan pamer TBY JK pun mengakhiri tinjauan persiapan biennale dengan sebelumnya menyerahkan uang bantuan untuk Biennale sebesar Rp 10 juta.
Jusuf Kalla sedang menikmati gambar-gambar seni yang ditampilkan oleh Heri Dono dalam judul "Spider Jamming".
“ Semuanya karya kreasi yang kreatif. Tentu banyak maknanya,” kata JK singkat sebelum masuk ke mobil.
“Saya tadi diberi tahu Yuyuk kalau JK mau datang,” kata Butet Kertarajasa, Direktur Biennale.
Butet Kertarajasa mengatakan rasa keterkejutannya dan kebanggaannya atas kedatangan JK ke Biennale. Karena sebenarnya JK tak diundang ke Biennale. (The Real Jogja/joe)
JK langsung memberikan bantuan uang sebesar Rp10 juta cash kepada Butet Kertarajasa didalam ruang pamer TBY.
“Dengan uang sumbangan ini akan menambah semangat bagi panitia Biennale untuk bekerja lebih keras,” kata Butet.









