art

Body painting Eddie Hara-Heri Dono, Jogja Jamming sesungguhnya

Dimuat Redaktur Des 9th, 2009 dalam Kategori FEATURES, FOTO, GALERI, INFOTAINMENT. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa melewati bab ini dan langsung meninggalkan komentar. Ping tidak diijinkan.

Salah satu pose body painting yang diciptakan Eddie Hara dan Heri Dono sebelum melakukan body painting bersama-sama.

Salah satu pose body painting yang diciptakan Eddie Hara dan Heri Dono sebelum melakukan body painting bersama-sama.

Akhirnya rencana besar panitia Biennale Jogja X-2009 untuk menyatukan dua seniman legendaris Yogyakarta Edi Hara dan Heri Dono tercapai sudah. Kolaborasi Eddie Hara dan Heri Dono yang menjadi pre event  Biennale Jogja X-2009 tak tanggung dilaksanakan melalui dua event sekaligus yaitu foto session dan body painting.

Pada event foto session, Eddie Hara dan Heri Dono memakai pakaian berwarna putih sebagai simbol dua Proklamator Bangsa Soekarno-Hatta. Foto session ini dilakukan sebagai usaha penghargaan kepada Soekarno-Hatta yang menjadi Proklamator seni rupa Yogyakarta.

“Soekarno Hatta adalah simbol yang mampu menginspirasi generasi muda seniman Yogyakarta selanjutnya,” kata Samuel Indratma, dewan kurator Biennale Jogja X-2009.

Pose body painting ala kuda-kudaan yang dilakukan Eddie Hara (bawah) dan Heri Dono (atas)

Pose body painting ala kuda-kudaan yang dilakukan Eddie Hara (bawah) dan Heri Dono (atas)

Selanjutnya usai foto session, Eddie Hara dan Heri Dono melakukan event body painting bersama-sama. Mereka berdua mengambil lokasi di sisi selatan TBY.

Dalam bodi painting ini, pertama-tama kedua seniman angkatan 80-an ini, melakukan praktek body painting tanpa menggunakan cat lukis. Mereka hanya memegang kuas dalam beberapa pose seperti pose naik kuda dan atau pose seperti orang sedang bermadu kasih.

Eddie Hara dan Heri Dono punsegera salling melukis tubuh mereka.

Eddie Hara dan Heri Dono punsegera salling melukis tubuh mereka.

Setelah itu, aksi body painting yang sesungguhnya dilangsungkan. Mereka berada di panggung kecil dan saling melukis bagian perut secara terbalik. Eddi Hara melukis perut Heri Dono. Demikian pula Heri Dono melukis perut Eddi Hara.

Saling melukis dua seniman terkenal itu berlangsung selama beberapa menit. Heri Dono memakai perut Eddi Hara sebagai kanvas untuk melukis sebuah bentuk kemaluan laki-laki. Heri Dono menambahi lukisannya dengan menambahkan goresan-goresan seperti lencana kemiliteran di kedua pundak Eddi Hara.

Heri Dono melukis perut Eddie Hara dengan menciptakan bentuk kemaluan laki-laki sebagai simbol Linggayoni (kesuburan)

Heri Dono melukis perut Eddie Hara dengan menciptakan bentuk kemaluan laki-laki sebagai simbol Linggayoni (kesuburan)

Sementara Eddi Hara melukis sebuah tengkorak dan tulisan “Destroy Bad Art” di perut Heri Dono. Setelah usai saling melukis, Heri Dono dan Eddi Hara melakukan sesi pemotretan dengan wartawan. Selain berpose berdua mereka juga berpose sendiri-sendiri dengan menirukan gaya tokoh dunia dan nabi.

Direktur Biennale Jogja X-2009 Butet Kertarajasa mengatakan body painting yang dilakukan Heri Dono dan Eddi Hara adalah Jogja Jamming sebenarnya karena mereka adalah dua legenda seni rupa modern Yogyakarta.

Sementara Eddie Hara melukis bentuk tengkorak dan tulisan Destroy Bad Art sebagai pesan kepada seniiman untuk menciptakan seni yang berkualitas dan membuang seni yang buruk.

Sementara Eddie Hara melukis bentuk tengkorak dan tulisan Destroy Bad Art sebagai pesan kepada seniiman untuk menciptakan seni yang berkualitas dan membuang seni yang buruk.

“Mereka secara tulus ikhlas bertukar kreasi seni secara spontan untuk mendukung keberadaan Biennale Jogja X-2009,” kata Butet.

Sementara itu Heri Dono menerangkan ia melukis bentuk kemaluan laki-laki pada tubuh Eddi Hara. Lukisan ini mempunyai pesan bahwa kemaluan laki-laki adalah simbol Linggayoni sebagai simbol kesuburan seperti halnya simbol kemakmuran lainnya seperti loro blonyo dan punakawan.

Pose Heri Dono (kiri) dan Eddie Hara (kanan) seusai saling melukis tubuh mereka.

Pose Heri Dono (kiri) dan Eddie Hara (kanan) seusai saling melukis tubuh mereka.

“Namun kesini-kesininya konsep simbol Linggayoni malah dianggap sebagai simbol pornografi,” ujar Heri Dono.

Terkait dengan kolaborasinya dengan Eddi Hara, Heri Dono mengatakan ada spirit yang sama antara dirinya dengan Eddi Hara yaitu mencoba keluar dari establitas berkesenian.

Pose special Eddie Hara.

Pose special Eddie Hara.

Kalau Eddi Hara adalah seniman dengan bermacam-macam karya seni sementara saya adalah pelukis,” tambah Heri Dono.

Lukisan tengkorak bersama tulisan “Destroy Bad Art” yang dibuat Eddi Hara pada perut Heri Dono adalah pesan yang ingin disampaikan Eddi tentang seniman yang harus mampu membuat karya seni yang baik dan membuang jauh seni yang buruk.

Destroy Bad Art itu artinya  seniman harus membuang seni rupa yang tidak baik,” kata Eddi.(The Real Jogja/joe)

Pose special dari Heri Dono.

Pose special dari Heri Dono.

Categories: FEATURES, FOTO, GALERI, INFOTAINMENT
Tags:

4 Tanggapan untuk “Body painting Eddie Hara-Heri Dono, Jogja Jamming sesungguhnya”

  1. rewhat1204 mengatakan:

    buat bodypainting lihat aj portofolio saia d blog saia….
    http://what1204.blogspot.com/
    ato hubungi nomer saia 085737259051
    semoga dapat membantu…
    thx.

  2. Broto mengatakan:

    mohon kasih info ke saya, yang bisa n pinter body painting dari jogja. saya lg butuh 2 atau 3 orang untuk acara 27 Desember di Pekanbaru-riau. Hubungi saya di 081578628765 atau rudy 081365493818. matursuwun…
    email mas_kikit@yahoo.com

  3. Broto mengatakan:

    mohon kasih info ke saya, yang bisa n pinter body painting dari jogja. saya lg butuh 2 atau 3 orang untuk acara 27 Desember di Pekanbaru-riau. Hubungi saya di 081578628765 atau rudy 081365493818. matursuwun…

Tinggalkan Komentar

Pariwara

250x250

Galeri Foto

120x600

Masuk log / The Real Jogja Powered by Om Kicau