
Jumpa pers Eksposign bersama Rektor ISI Yogyakarta Soeprapto Soejono bersama tim kurator dan ketua panitia, Hendro Kimpling di selasar JEC, Senin (23/11)
Dalam rangka peringatan perayaan ulang tahun ke-25, ISI Yogyakarta akan menggelar Pameran Besar Seni Visual Indonesia bertajuk “Exposign. Lebih dari 600 seniman lulusan (alumni) ISI Yogyakarta akan menggelar berbagai macam karya seni rupa “pakem” dan “trans”.
Karya seni rupa “pakem” akan ditampilkan (seni lukis,seni grafis, seni patung), desain komunikasi visual, desain interior, seni kriya (keramik, tekstil, logam, kulit dan kayu)
Karya seni rupa “trans’ yang akan ditampilkan antara lain karya-karya yang lahir dari semangat penciptaan bersifat lintas batas, transmedia, transteknik dan transdisipliner seperti mural, instalasi, seni performans dll.
Rektor ISI Yogyakarta, Suprapto Soejono mengatakan tujuan penyelenggaraan “Eksposign”adalah untuk lebih memperjelas peta seni rupa Indonesia yang dimiliki Kota Yogyakarta. Eksposign mempunyai beberapa hal penting yaitu pembuktian dunia seni rupa Indonesia itu berada di Yogyakarta serta sebagai kekuatan mewariskan seni rupa dunia
“(Eksposign) sekaligus menunjukkan keistimewaan Yogyakarta tanpa harus melalui debat atau diskusi panjang,” kata Soeprapto Soejono kepada wartawan di JEC (23/11).
Di tambahkannya, Eksposign adalah bentuk reformasi seni rupa yang utama di tanah air. “(Dengan menyaksikan Eksposign) masyarakat mulailah berfikir tentang keberadaan aseni rupa di Indonesia,” kata Soeprapto.
Pameran Besar Seni Visual Indonesia “Eksposign” 2009 ini telah melalui seleksi karya yang dikerjakan tim kuratorship yang dipilih ISI Yogyakarta. Sebanyak lima kurator yang dipilih itu adalah Suwarno Wisetrotomo, Mikke Susanto, Kuss Indarto, Sujud Dartanto dan Gede Arya Sucitra.
Mikke Susanto, anggota tim kurator menerangkan, 600 lebih karya seni rupa yang akan dipamerkan dalam “Eksposign” ini harus memenuhi lima syarat untuk bisa ditampillkan yaitu seniman-seniman yang eksis di jamannya masing-masing, seniman berprestasi, mempunyai konsep karya yang kuat, aktif berkarya seni setidaknya dalam dua tahun terakhir dan karya-karya yang ada menjadi wakil jurusan yang ada di ISI Yogyakarta
“Eksposign akan memamerkan karya seniman dari tahun 50-an hingga 2000-an saat ini. 25 persen dari peserta Eksposign ini adalah seniman-seniman most wanted saat ini dimana karya-karyanya sangat susah untuk didapat” kata Mikko Susanto.
Seniman-seniman most wanted itu antara lain Hery Dono, Ki Joko Pekik, Rudi Mantovani, Made Wiyarta dan Enthong Wiharso juga seniman muda tenar Eko Nugroho yang baru berusia 28 tahun.
Anggota tim kurator lainnya, Kuss Indarto menerangkan Eksposign juga akan diikuti delapan dari sepuluh seniman Indonesia yang masuk dalam 500 seniman yang mempunyai harga karya seni mahal yang dikeluarkan majalah Artprice Perancis.
“(Beberapa seniman itu antara lain) Yunizar, Yusra Martunus, Putu Suta Wijaya, Budi Umam, Joko Pekik. Ungkap Kuss Indarto. (The Real Jogja/joe)









