
Lia Mustafa berfoto bersama busana dari katun warna marun yang akan dipamerkan dalam Charity Night-Tomorrow Brighter di Ballroom Phoenix Hotel Yogyakarta 21 November 2009 nanti.
Hotel Phoenix, salah satu hotel jaringan hotel Accord Internasional bersama-sama beberapa desainer kondang Yogyakarta akan menyelenggarakan Malam “Charity Fashion and Auction” atau malam sumbang dan lelang fashion untuk dunia pendidikan Kota Yogyakarta.
Tema malam sumbang dan lelang fashion ini adalah “Brighter Tomorrow”. General Manager Hotel Phoenik Franck Loison mengatakan, kegiatan “Charity Night” ini merupakan program corporated social responsibility Hotel Phoenix sebagai wujud visi jaringan hotel Accord International yang ingin mengembalikan hasil usaha yang didapatkan kepada masyarakat.
“Ide (charity night) ini muncul sudah lama sebagai upaya mengajak masyarakat kelas menengah atas untuk lebih peduli terhadap fasilitas pendidikan di wilayah Kota Yogyakarta,” kata Franck Loison.
Di rencanakan hasil dari malam sumbang dan lelang fashion ini akan disumbangkan dalam bentuk komputer kepada Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dan selanjutnya komputer sumbangan tersebut akan diberikan kepada 30 SD yang perkembangan pendidikannya memadai namun kekurangan fasilitas komputer.
“Brighter Tomorrow-Charity Night” akan berlangsung di Phoenix Ballroom, The Phoenix Hotel Yogyakarta 20 November 2009. Empat desainer kondang Yogyakarta akan mengisi peragaan busana terbaru mereka serta melelang koleksi terbaik mereka untuk umum.
Ke tiga desainer tersebut adalah Lia Mustafa, Afif Syakur dan Nita Azhar serta batik Adiningrat akan memperagakan 40 koleksi desainer fashion terbaru mereka.
Selain peragaan busana, juga akan dilakukan lelang koleksi pribadi Sri Sultan Hamengku Buwono X serta GKR Hemas, Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto – Haryadi Suyuti sebagai puncak acara charity night tersebut.
Selain itu, kelompok usaha Kedawung akan melelang 30 koleksi piring antik bergambar wuku Jawa yang sudah sangat langka keberadaannya.
Dalam charity Night nanti Lia Mustafa akan memamerkan koleksi busana batiknya dalam dua bagian tampilan (sesi). Bagian pertama, akan dipamerkan 4 pakaian batik berwarna marun dan sesi kedua akan diperlihatkan pakaian Yin Yang.
Diterangkan Lia Mustafa, empat busana batik warna marun yang ditampilkan adalah gambaran dari kesedihan atau bencana. Sementara empat pakaian Yin Yang yang akan dipamerkan akan didominasi dengan warna hitam dan diberi sentuhan batik dengan bahan kain sutra (silk).
“Ada benang merah antara karya pertama dan kedua (yaitu) berkah keseimbangan hati. (Diharapkan) karya-karya yang ditampilkan bisa mengetuk hati (penonton),” ujar Lia Mustafa seraya menambahkan akan ada satu busana yang akan dilelangkan.
Sementara Nita Azhar secara khusus telah mempersiapkan desain busaha khusus untuk charity Night ini yaitu pakaian yang dipakai oleh Miss Universe perwakilan Jepang (Miss Japan, Emily Miyasaka). Busana karya Nita Azhar itu telah dipakai Miss Japan pada sesi pemotretan majalah fashion terbesar Perancis, Pigarro beberapa saat lalu.
“Sebagai seniman kita tidak punya dana banyak untuk menyumbang. Maka kita menyuguhkan karya yang bisa disumbangkan,” ujar Nita merendah. (The Real Jogja/joe)
Peragaan busana dari desainer terkenal dari Yogyakarta tersebut akan didukung sepenuhnya oleh peragawan/i Yogyakarta seperti Putri Indonesia 2006 dari Yogyakarta serta runner up Putri Indonesia 2008 dari semarang.









