art

Karya-karya seni grafis berkualitas di pameran Trienal Seni Grafis Indonesia III 2009

Dimuat Redaktur Nov 16th, 2009 dalam Kategori FEATURES, FOTO, GALERI, PAMERAN DAN FESTIVAL, THE REAL JOGJA. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa melewati bab ini dan langsung meninggalkan komentar. Ping tidak diijinkan.

"Banjir Bandang" adalah salah satu karya seni grafis Winanto Taufiq dari lima karya seni grafisnya dalam judul "Imaji Tentang Kerusakan Alam" ketika yang menjadi pemenang pertama pada kompetisi Trienal Seni Grafis Indonesia III 2009.

"Banjir Bandang" adalah salah satu karya seni grafis Winanto Taufiq dari lima karya seni grafisnya dalam judul "Imaji Tentang Kerusakan Alam" ketika yang menjadi pemenang pertama pada kompetisi Trienal Seni Grafis Indonesia III 2009.

Memasuki ruang pamer Bentara Budaya Yogyakarta pada sepuluh hari kedepan pecinta seni (apalagi seni grafis) akan mendapatkan karya-karya seni grafis yang berkualitas dan menakjubkan dari 50 karya seni grafis milik peserta kompetisi seni grafis bertajuk Trienal Seni Grafis Indonesia III 2009”.

Karya-karya seni grafis yang dipamerkan di Bentara Budaya Yogyakarta mulai 13-22 November 2009 mendatang mewakili capaian kualitas dalam kerja-kerja penciptaan seni grafis yaitu memanfaatkan semua teori teknik grafis seperti teknik cetak tinggi, teknik cetak dalam( intaglio), teknik cetak datar (litografi), teknik cetak saring (sablon) serta kombinasi pelbagai teknik cetak.

Karya-karya seni grafis yang dipertontonkan tampak menakjubkan dipandang mata karena karya yang ada adalah karya  suguhan pemandangan terbaru di dalam perkembangan dunia seni grafis saat ini.

karya seni grafis "Engraver Family With Their Dog Tracker" yang diciptakan dengan menggunakan cukil kayu dan stensil pada kanvas oleh Irwanto Lentho.

karya seni grafis "Engraver Family With Their Dog Tracker" yang diciptakan dengan menggunakan cukil kayu dan stensil pada kanvas oleh Irwanto Lentho.

Salah satu anggota dewan juri Trienal Seni Grafis Indonesia III 2009, Efix Mulyadi menerangkan jika secara sekilas mengamati karya-karya yang dipamerkan pemenang dan finalis Trienal Grafis III Tahun 2009 ini, mudah untuk dilihat perpaduan karya cetak grafis dan non cetak grafis.

Efix Mulyadi yang juga Direktur Eksekutif Bentara Budaya melihat kombinasi teknik ini terjadi pada bagian-bagian esensial dari motif atau sosok tema serta pewarnaan tangan secara langsung untuk memberikan latar di luar bidang yag telah digarap dengan teknik cetak grafis.

Karya Anggara Tua Sitompul berjudul "Cakrawala" berhasil menjadi juara III dalam kompetisi Trienal Seni Grafis Indonesia III 2009.

Karya Anggara Tua Sitompul berjudul "Cakrawala" berhasil menjadi juara III dalam kompetisi Trienal Seni Grafis Indonesia III 2009.

Pada karya “Satelit” yang diciptakan Putra Eko Prasetyo dimana cat akrilik juga digunakan sebagai wakil dari pewarnaan tangan mendampingi cetak grafis melalui cukilan-cukilan kay keras (hardboard cut) barangkali bisa menjadi contoh karya yang dimaksud Efix Mulyadi.

Aspek Tema

Ketua Tim Juri Trienal Seni Grafis Indonesia-III, Aminudin TH Siregar mengemukakan, pameran seni grafis ini mengutamakan kualifikasi teknik konvensional seni grafis dengan melonggarkan aspek tema guna membangun bentuk-bentuk baku (yang menjadi keniscayaan) konvensi seni grafis tanah air.

Aspek tema, tulis Aminudin dalam katalog pameran, kualifikasi tema-estetik-teknik ini kami pandang sebagai bagian integral dalam pameran trienal seni grafis ini. Dengan demikian diharapkan tercipta integrasi diantara beberapa aspek tersebut dalam konteks pameran.

"Greedness" seni grafis dari cukilan kayu pada kanvas karya finalis Angga Sukma Pramana.

"Greedness" seni grafis dari cukilan kayu pada kanvas karya finalis Angga Sukma Pramana.

Perpaduan tema yang dalam dengan teknik cetak dalam yang menyatu dalam kumpulan karya berjudul “Imaji Tentang Kerusakan Alam” yang berisi lima karya seni grafis yang dikreasi Winarso Taufiq berhasil menjadi juara pertama dalam kompetisi trienal seni grafis ini. Karya-karya Winarso Taufiq ini dipamerkan bersama-sama karya juara-juara berikutnya seperti Irwanto Lentho (juara II) yang memamerkan karya “Engraver Family With Their Dog Tracker dan Anggara Tua Sitompul dengan karyanya berjudul “Cakrawala”.

Lima karya seni grafis Winarso Taufiq yaitu “Banjir Kiriman”, “Sungai Beracun”,”Bom Minyak”, “Banjir Bandang”, dan “Jalan Gila”, menunjukkan kekuatan dan kepintaran seniman asli Kebumen ini memilih tema lingkungan yang diciptakan dari teknik yang cukup sulit di pekerjaan seni grafik, cetak dalam.

"Garuda Dalam Genggaman Sang Terdakwa" adalah seni grafis dari cukilan kayu karya finalis kompetisi Trienal Seni Grafis Indonesia III 2009, I Kadek Septa Adi.

"Garuda Dalam Genggaman Sang Terdakwa" adalah seni grafis dari cukilan kayu karya finalis kompetisi Trienal Seni Grafis Indonesia III 2009, I Kadek Septa Adi.

Sementara karya grafis berjudul ”Engraver Family with Their Dog Tracker” karya Irwanto Letho dan ”Cakra Kala” karya Anggara Tua Sitompul, semakin membuktikan karya seni grafis Indonesia saat ini layak bersanding dengan karya-karya seni rupa lainnya.

Sementara karya grafis berjudul ”Engraver Family with Their Dog Tracker” karya Irwanto Letho dan ”Cakra Kala” karya Anggara Tua Sitompul, semakin membuktikan karya seni grafis Indonesia saat ini layak bersanding dengan karya-karya seni rupa lainnya.

"Anjing Pemburu" adalah karya seni grafis dengan teknik hardboard cut karya finalis Edy Purwantoro.

"Anjing Pemburu" adalah karya seni grafis dengan teknik hardboard cut karya finalis Edy Purwantoro.

Karya-karya yang diciptakan para finalis kompetisi Trienal Seni Grafis Indonesia III 2009 juga tak kalah hebatnya. Selain mahir menciptakan karya seni grafis dengan beberapa teknik cetak mereka juga mampu menghadirkan tema-tema yang juga dalam.

Seni grafis berjudul “Greedness” karya Angga Sukma Permana misalnya, mampu menghadirkan karya kombinasi yang komplit. Dengan teknik cetak  tinggi di dalam kanvas, Angga menghasilkan isi tema tentang keserakahan (greedness) yang dimiliki manusia dengan menebang seluruh pohon di hutan. Sampai-sampai orang berbentuk seperti pohon saking serakahnya. (The Real Jogja/joe)

Yohanes M Fakri Syahrani memamerkan karya seni grafis yang masuk final dalam kompetisi seni grafis ini dengan judul "Hukum Rimba yang terbuat dari cukilan kayu diatas kanvas.

Yohanes M Fakri Syahrani memamerkan karya seni grafis yang masuk final dalam kompetisi seni grafis ini dengan judul "Hukum Rimba yang terbuat dari cukilan kayu diatas kanvas.

Karya seni grafis dari cukilan kayu pada kanvas "Mencoba Melawan Takdir" karya Ariswan Adhitama.

Karya seni grafis dari cukilan kayu pada kanvas "Mencoba Melawan Takdir" karya Ariswan Adhitama.

2 Tanggapan untuk “Karya-karya seni grafis berkualitas di pameran Trienal Seni Grafis Indonesia III 2009”

  1. ghost mengatakan:

    baruaknya lai

  2. ali mengatakan:

    bagus-bagus ya!!!!

Tinggalkan Komentar

Pariwara

250x250

Galeri Foto

120x600

Masuk log / The Real Jogja Powered by Om Kicau