
18 sepeda modifikasi yang mengikuti Yamaha Free Your Style 3 Low Rider Competition
Dengan mengambil tempat di Lapangan Parkir sebuah rumah makan cepat saji di Jalan Jenderal Soedirman Yogyakarta, perusahaan otomotif Yamaha menyelenggarakan event Yamaha Free Your Style 3. Beberapa kegiatan kreatif dan inovatif dihadirkan untuk kalangan generasi muda. Di antaranya adalah BMX Competition, modern dance competition serta low rider competition.
Low Rider Competition adalah salah satu kontes yang mendapat perhatian cukup besar generasi muda Yogyakarta. Kontes sepeda modifikasi ini diikuti 10 kelompok dengan memamerkan 18 sepeda modifikasi.Kelompok yang paling banyak mengikutsertakan sepeda modifikasinya adalah kelompok Garasi Custom dari Sleman.

Beberapa peserta sedang menyempurnakan tampilan sepeda modifikasi bergaya retro mereka
Dalam Low Rider Competition ini, ada beberapa persyaratan bagi peserta untuk mengikut sertakan sepeda modifikasinya dalam kompetisi ini. Setidaknya ada tiga syarat yang harus terpenuhi dalam sepeda-sepeda modifikasi beberapa kelompok pecinta low rider ini. Syarat-syarat itualah aspek art, kreatifitas dan sisi teknis.
Salah satu juri kompetisi ini, Atom mengatakan penilaian bisa didapatkan dari warna cat, croom, konsep serta display dari sepeda-sepeda modifikasi ini. “Kalau dilihat semua tampak sangat standard. Sangat banyak yang menciptakan konsep seperti bentuk motor,” kata Atom sembari melakukan penilaian. Atom memang harus jeli memastikan satu persatu modifikasi low rider yang dibuat peserta karena banyak karya low rider dari peserta tampak mirip-mirip.

Heeru Glam sedang mengilapkan tampilan "Pink Ladies" miliknya
Atom menerangkan beberapa konsep yang hadir dibawa para peserta antara lain konsep tradisional (klasik), retro dan modern. Secara mudah untuk membedakan konsep-konsep tersebut bisa dilihat dari bentuk ruji sepeda, display sepeda serta asesoris sepeda.
“Ada juga konsep yang agak retro,” kata Atom seraya menunjuk low rider yang dilengkapi dengan asesoris berupa sound audio berupa beberapa speaker berukuran sedang dan satu tape yang diletakkan di bagian belakang sepeda modifikasi tersebut.

Sepeda modifikasi"The Basman" milik Niko dari Garasi Custom. Sepeda ini menghabiskan Rp3 juta dana modifikasi
Kelompok yang paking banyak mengikut sertakan low ridernya adalah Garasi Custom dari Condong Catur Sleman. Mereka menampilkan empat sepeda modifikasi yang dikonsep sangat bergaya modern. Salah satu anggota Garasi Custom adalah Heeru Glam (25) yang menampilkan sepeda modifikasi bernama “Pink Ladies”. Menurut Heeru, sepeda modifikasi yang ia buat memang khusus untuk kaum wanita sehingga bentuknya dibuat kecil.
“Pink Ladies ini mempunyai sisi kreatifitas terletak pada beberapa rantai yang dipasang pada sepeda. Kemudian untuk aspek artnya dimunculkan pada digunakannya beberapa media modifikasi (mixed media) untuk menghasilkan display yang menarik. Beberapa mixed media yang digunakan misalnya fiberglass untuk pedal sepeda dan tentu saja rantai yang bersatu mendukung konstruksi sepeda ini.

Sepeda Modifikasi bergaya Retro lengkap dengan kombinasi sound system
“Kalau aspek teknisnya, walaupun tampak kecil, tapi sepeda ini masih bisa dibuat jalan. Tapi ini jarang sekali dipakai untuk jalan dipajang aja di rumah,” kata pria beranting ini. Untuk membuat Pink Ladies ini, Heeru menghabiskan dana sekitar Rp 3juta rupiah. “ Tapi modifikasi yang dilakukan Nyicil. Misalnya satu bulan untuk proses pengecatan sepeda. Untuk cat sepeda ini menghabiskan dana Rp1 juta. Sampai selesai membuat modifikasi sepeda ini butuh waktu 4 bulan,” ungkap pemuda ini.
“Aku ikut kompetisi low rider ini untuk menyalurkan hobi saja. Dulu kan Yogyakarta ini kan kota sepeda. Selain itu juga untuk mengantisipasi global warming. Jadi sepeda saat ini bukan saja untuk menjaga kelestarian lingkungan namun juga bisa untuk bergaya,” begitu jawab Heeru saat ini ditanya mengapa ikut low rider kompetition ini.

Sepeda modifikasi "Pink Ladies" karya Heeru Glam berbujet Rp3 juta
“Aku tidak begitu ingin menjadi pemenang. Aku ingin meramaikan aja kompetisi low rider ini,” kata Aan, rekan Heeru. Meski begitu, Aan tidak asal menampilkan sepeda modifikasi. Ia harus mengeluarkan dana Rp2 juta-Rp3 juta untuk menghasilkan “Allow Hawaian”, low rider yang didominasi warna biru tersebut. Aan menyebut, bagian menarik dari sepeda modif miliknya ini adalah adanya Fork Springer atau sok breaker depan berulir dan frame custom-nya. Fork Springer yang dibuat Aan telah menghabiskan uang Rp450 ribu.
“Aku mengerjakan sepeda ini selama dua bulanan. Sepeda ini khusus untuk sepeda pantai dengan dominasi warna biru dan putih,” ujar Aan.(The Real Jogja/joe)

Low rider bergaya modern "Castello"










waahhhh…….! ! ! ! !
bagus.bagus ya sepeda nya..????
wah kontes yang tak pernah terlupakan,kemenangan pertama walaupun dpet nomer 3,he…he…
hhehe….!!!
nmerr 3 dah lumayant…???