
Kesenian reog wayang orang Bhineka Muda SPG saat memainkan kesenian tersebut di Boulevard UGM beberapa hari lalu
Jika banyak warga masyarakat mengenal kesenian tradisional wayang orang, bagaimana dengan kesenian tradisional reog wayang orang? Mari kita berkenalan dengan kesenian ini.
Kesenian tradisional reog wayang orang di Yogyakarta telah hidup sejak beberapa puluhan tahun yang lalu. Di Yogyakarta, kesenian ini hidup dan bertahan di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Bantul seperti di Kecamatan Sumber Mulya, Pal Bapang dan Gilangharjo. Sebanyak 30-an pemain reog wayang dari tiga kecamatan ini sudah sejak lama memainkan kesenian ini dengan nama kesenian reog wayang orang Bhineka Muda SPG. SPG ini berarti tiga kecamatan tersebut diatas.

Reog wayang orang Bhineka Muda SPG berasal dari beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Bantul
Di tuturkan salah satu pimpinan kesenian ini, Subarli, sejarah munculnya kesenian reog wayang orang ini, menurut cerita pendahulunya adalah adanya seorang punggawa (pemimpin) prajurit Majapahit yang mengajak warga masyarakat untuk menjadi prajurit kerajaan Majapahit. Cara yang digunakan adalah dengan mengajak orang-orang yang ingin dijadikan prajurit memainkan kesenian reog wayang orang.
“Untuk mendapatkan prajurit baru, punggawa dari Majapahit tersebut mengajak orang-orang bermain kesenian reog wayang orang ini,” kata Subarli yang mengakui dirinya tidak begitu mengetahui sejarah kemunculan kesenian yang telah ia kenal sejak 1980-an ini.

Reog wayang orang ini memunculkan tokoh raksasa dan Hanoman
Kesenian reog wayang orang Bhineka Muda SPG ini, berisi penampilan tari-tarian serta kisah peperangan seperti pada kesenian wayang orang. Perang Baratayuda yang merupakan perang antara Pandawa dan Kurawa sering dimainkan oleh kelompok kesenian tradisional ini. Pakaian pentas kesenian yang mereka gunakan juga seperti pakaian dan asesoris pakaian untuk pementasan wayang orang yaitu jarik batik, selendang, rompi batik, gelang kaki dan tentu saja pakaian khas masing-masing tokoh pewayangan.
Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam kesenian reog wayang orang ini juga tak beda dengan wayang orang. Ada karakter Hanoman dan prajurit keranya, Gathotkaca, Pangeran Tejo, karakter prajurit raksasa dll. Yang banyak muncul dalam kesenian reog wayang orang ini adalah karakter Hanoman dan pasukan keranya serta pasukan raksasa dengan tampilan wajah seram dan rambut gimbal panjang.

Prajurit Hanoman juga banyak dimunculkan dalam kesenian reog wayang orang ini
Penampilan yang membedakan dari kesenian tradisional reog wayang orang ini adalah dimunculkannya karakter lain yang biasanya muncul pada kesenian reog yang disebut barongan. Jumlah barongan di dalam kelompok kesenian ini ada tiga karakter.
Pada setiap penampilan kelompok kesenian tradisional reog warang orang ini selalu diiringi dengan iringan musik tradisional serta lagu-lagu macapatan. Iringan musik kelompok kesenian reog wayang orang ini berasal dari beberapa bende, dodog dan kepyek. Sementara tembang macapat yang dinyanyikan oleh kelompok kesenian ini adalah hampir semua tembang macapat seperti dandang gula, mas kumambang dll.
Kondisi kelompok kesenian
Anggota kelompok kesenian tradisional reog wayang orang Bhineka Muda SPG ini seluruhnya diisi generasi muda serta beberapa remaja putra. Dijelaskan Subarli, anggota kelompok yang paling tua baru berumur 35 tahun. Sementara anggota paling muda berumur 17 tahun.

Kawanan prajurit raksasa ini juga banyak muncul di reog wayang orang Bhineka Muda SPG
“Pekerjaan anggota kelompok kesenian reog wayang orang kita ini macam-macam. Ada karyawan, petani, masik sekolah bahkan ada juga tanpa pekerjaan,” jelas pria 40 tahun ini.
Saat ini, kelompok kesenian reog wayang orang Bhineka Muda SPG ini, masih kesulitan untuk memperoleh kostum pentas. Kelompok ini, pada tiap kali pentas harus menyewa pakaian pentas untuk semua anggota mencapai Rp 2 juta. Biaya sewa kostum ini jelas sangat mahal bagi kelompok ini karena pemasukan dari pentas yang tidak sebesar biaya untuk menyewa pakaian pentas.

Kesenian reog wayang orang Bhineka Muda SPG diiringi alunan musik dari alat musik berupa bende,dodok dan kepyek
“Untuk mempunyai kostum pentas sendiri juga tidak murah. Untuk semua kostum pentas kalau beli harganya bisa Rp 20 juta,” ungkap Subarli sembari menambahkan kelompok kesenian reog wayang orang Bhineka Muda SPG sangat membutuhkan bantuan dari pihak-pihak yang peduli terhadap pelestarian kesenian tradisional ini. Jika kelompok kesenian tradisional ini memiliki kostum pentas sendiri, maka hal tersebut tentu sangat mempermudah mereka untuk latihan dan mendapatkan undangan pentas.
“Sebenarnya ada bantuan untuk kelompok kesenian tradisional dari Pemkab Bantul namun jumlahnya tidak banyak dan itupun diberikan bukan kepada kelompok yang kami miliki,” jelas Subarli.
Jika Anda tertarik untuk menyewa atau memberikan bantuan kepada kelompok kesenian reog wayang orang Bhineka Muda SPG ini, dapat disampaikan ke Subarli yang berada di kampung Gandekan Kaligondang Sumber Mulya Bantul. Atau silakan menghubungi Subarli di 085729339954 atau kepada Tanto di nomer (0274)3035399.(The Real Jogja/joe)

Kesenian reog wayang orang Bhineka Muda SPG juga dilengkapi beberapa sosok barongan










kembangkan dan lestarikn kesenian reog jangan sampai punah,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
aku juga punya banyak temen yang bergelut di bidang seni reog,,,,,,,,,,,,,,,
hidup reog,,,,,,,,,,,,
Wkwkwkwkwkwkwk bzok lok maen lgi jangan lupa mingkem……………………………. maju truz reog BHINEKA muda SPG HORAZ………………………………………………..
ayo…terus maju Reog Bhineka Muda SPG
budayakan terus kesenian ini
maju teruuuz, jogete siiip tnan, butone ganteng2 okeh pemayunge le gantenge
Ayo Lanjutkan
Q tunggu aksi selanjutnya
JAYA reog wayang orang Bhineka Muda SPG!
Saya sebagai bagian dari keluarga besar SPG sangat bangga dengan eksistensi kesenian ini. Saya berharap nantinya kesenian reog ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari khasanah budaya bangsa!
Ayo maju Armada Bhineka Muda SPG…. Salut untuk kalian semua!