art

Syawalan abdi dalem Reh Kaprajan Ngayogyakarta diminta membiasakan memakai batik

Dimuat Redaktur Okt 17th, 2009 dalam Kategori FEATURES, FOTO, GALERI, THE REAL JOGJA. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa melewati bab ini dan langsung meninggalkan komentar. Ping tidak diijinkan.

Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima sungkeman dari para abdi dalem yang berjejer berurutan

Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima sembah sungkem dari para abdi dalem yang berjejer berurutan di Bangsal Kepatihan

Lebih dari 600 abdi dalem Reh Kaprajan DIY melakukan kegiatan Syawalan dengan Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Raja Paku Alam ke VIII di Bangsal Kepatihan, Sabtu (17/10). Ratusan abdi dalem yang datang ke Bangsal Kepatihan ini antara lain abdi dalem dari dua Kraton yang ada di Yogyakarta yaitu Kraton Yogyakarta dan Kraton Pakualaman. Selain itu datang pula sentono dalem (kerabat kraton).

Suasana Kejawen begitu kental dalam pelaksanaan syawalan di Bangsal Kepatihan ini dengan dilaksanakannya beberapa acara khas Kraton Yogyakarta seperti paduan suara (koor) Panembrono oleh  Konco Abdi Dalem Kaprajan Sowan Bekti yang dipimpin oleh KPH Winoto Kusumo serta lantunan gending Ketawang Sri Kawuryan, Laras Slendro Sanga. Di tampilkan pula tarian Beksan Golek Asmorodono Boworogo Gagrak Kasultanan Yogyakarta dan Beksan Bondoboyo Gagrak Pakualaman ciptaan Pakualaman II.

syawalan diikuti para abdi dalem kraton serta sentono dalem kraton

syawalan diikuti para abdi dalem kraton serta sentono dalem kraton

Prosesi syawalan dilakukan kurang lebih satu jam oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X yang berdampingan dengan Sri Paku Alaman VIII yang bergiliran memberikan salam sungkem kepada para abdi dalem serta sentono kraton.

Menurut salah satu panitia syawalan abdi dalem dengan Sultan, KRT Putro Martanjo, 600-an abdi dalem ini berasal dari abdi dalem Punokawan dan abdi dalem Keprajan. Abdi dalem Punokawan adalah masyarakat biasa yang sudah menjadi abdi dalem kraton. Sementara untuk abdi dalem Keprajan adalah pegawai negeri yang ada di wilayah DIY.

Abdi dalem putri memberikan salam sungkem kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X

Abdi dalem putri memberikan salam sungkem kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X

Abdi dalem Keprajan ini adalah pejabat pemerintah yang pangkatnya eselon I dan II seperti kepala dinas ke bawah,” jelas KRT Putro Martanjo.

Dalam sambutan berbahasa Jawa, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan  masyarakat Yogyakarta patut bersyukur dengan telah ditetapkannya batik sebagai warisan budaya dunia pada 2 Oktober 2009 lalu. Sudah sepantasnya masyarakat memakai batik dalam banyak kesempatan. Bahkan lebih bagus lagi, pemakaian batik  bisa menjadi kebiasaan masyarakat agar tumbuh kecintaan terhadap batik.

Tari Beksan Golek Asmorodono Boworogo Gagrak Kasultanan Ngayogyakarta

Tari Beksan Golek Asmorodono Boworogo Gagrak Kasultanan Ngayogyakarta

“Mengingat batik tidak hanya mengandung keindahan warna dan estetika, tapi juga berisi etika yang adiluhung,” kata Sultan.

Sultan mengatakan batik atau mbatik memiliki pengertian ngemban titik atau bisa juga disebut mbabate saka sitik. Artinya proses batik membutuhkan kesabaran dan konsentrasi yang penuh karena begitu rumit dan membutuhkan tenaga yang banyak. (The Real Jogja/joe)

Paduan suara Panembrono Konco Abdi dalem Kaprajan Sowan Bekti

Paduan suara Panembrono Konco Abdi dalem Kaprajan Sowan Bekti

Tinggalkan Komentar

Pariwara

250x250

Galeri Foto

120x600

Masuk log / The Real Jogja Powered by Om Kicau