Senin, pentas tari Angguk-Angguk Putri dan Layang-Layang pelajar asing di TBY

October 10th, 2009 | 14:56

Tari Angguk-Angguk Putri biasanya dimunculkan pada saat prosesi pemotongan rambut gimbal

Tari Angguk-Angguk Putri biasanya dimunculkan pada saat prosesi pemotongan rambut gimbal

Sebanyak 12 warga negara asing dari beberapa negara pada Senin (12/10) mendatang akan mementaskan beberapa tarian yang telah mereka pelajari selama ini di Yogyakarta. Bertempat di Taman Budaya Yogyakarta, mereka akan menarikan tarian Angguk Putri serta tari Layang-Layang karya Bagong Kusudiarjo.

Rilis yang diterima dari Direktur Karta Pustaka Anggi Minarni menyebutkan ke-12 pelajar tersebut selama 3 bulan ini telah tinggal di Yogyakarta khusus untuk mempelajari budaya masyarakat Indonesia. Mereka masuk dalam 50 pelajar dari 31 negara di dunia yang mengikuti program Beasiswa Seni Budaya Indonesia 2009 sejak 29 Juli-29 Oktober 2009.

Pemerintah Indonesia memberikan beasiswa seni dan budaya (Indonesian Arts and Culture Scholarships). Pelajar dari puluhan negara tersebut akan ditempatkan di beberapa kota yang kental akan kehidupan budayanya antara lain Yogyakarta, Solo, Bali dan Bandung.

“Kedatangan Anda semua ke Indonesia sangat besar artinya bagi Indonesia, karena bisa menunjukkan pada dunia bahwa serangan teroris beberapa waktu lalu tidak berdampak pada kehidupan ekonomi dan sosial di Indonesia,” kata Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda saat membuka program ini di Jakarta lalu, seperti tertulis dalam rilis.

Ke-31 negara tersebut yaitu Belanda, Australia, Selandia Baru, Papua Nugini, Azerbaijan, Filipina, Kamboja, Samoa, China, Singapura, Cook Islands, Afrika Selatan, Fiji, Korea Selatan, India, Thailand, Indonesia, Timor Leste, Jepang, Tonga, Laos, Tuvalu, Myanmar, Inggris, Nauru, Amerika Serikat, Vanuatu, Vietnam, Salomon, dan Kiribati.

Beasiswa seni dan budaya yang diberikan pada tahun 2009 ini merupakan yang ketujuh kali. Pertama kali beasiswa diberikan pada tahun 2003 kepada remaja dari enam negara, yakni Australia, Selandia Baru, Papua Nugini, Filipina, Timor Leste, dan Indonesia.

Beasiswa ini dimaksudkan agar para remaja dari berbagai negara tersebut bisa makin memahami budaya dan seni yang begitu beragam di Indonesia sehingga akhirnya muncullah pemahaman yang lebih baik tentang Indonesia.

Para peserta ditempatkan di pusat-pusat seni agar mereka bisa menyerap kehidupan komunitas lokal. Sinergi antara teori dan praktik baik di dalam maupun di luar pusat-pusat seni dinilai penting agar tercapai kerja sama dan pemahaman global.

“Kita akan bekerja keras bersama. Saya yakinkan anda semua bahwa Indonesia adalah tempat yang tepat untuk melihat budaya-budaya kuno, sejarah purbakala. Indonesia juga merupakan negara dengan demokrasi baru,” kata Hassan Wirajuda.

Salah seorang penerima beasiswa asal Azerbaijan Xanim Eliyeva mengaku beruntung mendapatkan kesempatan live in di Indonesia.

“Saya belajar bahasa Indonesia selama satu tahun di universitas di Azerbaijan, sekarang saya bisa belajar langsung di Indonesia,” kata Xanim Eliyeva dengan bahasa Indonesia yang lumayan lancar.

Pentas tari para pelajar dari negara sahabat Indonesia tersebut akan terbagi dalam dua bagian. Delapan pelajar asing akan menarikan tari Angguk Putri sementara empat pelajar lainnya akan menarikan tari Layang-Layang. Mereka ini sudah 3 bulan ini belajar menari dua tarian tersebut pada Sanggar Sekar Setaman Yogyakarta.

Delapan pelajar asing yang akan menari tarian Angguk Putri adalah


Share on Facebook

Category : AGENDA, HEADLINE | 1,226 views
Tags : , , , , , , , , , , , , , , ,

One Response to “Senin, pentas tari Angguk-Angguk Putri dan Layang-Layang pelajar asing di TBY”

  1. sumi says:

    i luv dance tradisional….

Leave a Reply