Lukisan anti kemapanan seorang Greg Sindana
September 14th, 2009 | 12:32
Lukisan Greg Sindana berjudul www.papua.com yang menjelaskan sisi sebuah papua yang tak bisa diterjemahkan menjadi papua dalam bentuknya yang sekarang ini.
Jika Anda berkunjung ke Via-Via Cafe di Prawirotaman Yogyakarta hari-hari ini, maka Anda bisa menyaksikan lukisan-lukisan tidak biasa yang ada di dinding-dinding cafe tersebut. Lukisan tersebut adalah milik Greg Sindana, salah satu pelukis generasi muda Yogyakarta yang sedang berpameran tunggal. Tema pamerannya Kepauk:Extreme Realism of the Illusive.
Tak seperti pameran lukisan biasanya memang, apa yang dilakukan Greg Sindana. Kalau biasanya pameran lukisan diselenggarakan di taman budaya, galeri, museum seni, tapi Greg Sindana, yang pameran tunggalnya dibuka semalam (Minggu,13/9) menempatkan lukisan-lukisan tepat pada keramaian penikmat suasana cafe yang rata-rata adalah orang-orang asing yang sering santap malam atau sekedar berbincang di Via-Via Cafe.
Bisa ditafsirkan barangkali, apa yang dilakukan Greg Sindana adalah representasi dari karya-karya lukis yang berisi kritik-kritik Greg terhadap rapuhnya sistem ilmu pengetahuan (apa saja) yang itu-itu saja. Setidaknya itu yang dikatakan pelukis yang mahasiswa pendidikan bahasa Inggris ini sebelum pembukaan pameran tunggalnya dimulai.
Karya Greg Sindana berjudul Amor Fatique yang menggambarkan sisi natural berkesenian dari Greg Sindana
Bagi Greg, lukisan-lukisan yang ia pamerkan itu adalah perjuangan melawan hegemoni pasti sistem pengetahuan yang sebenarnya tidak mutlak adanya. Ia sedang memamerkan lukisan-lukisan anti kemapanan yang terus menerus. Seni dengan salah satunya mewujud dalam bentuk lukisan adalah metode belajar mengajar yang less doctrine (sedikit memberi doktrin) karena bermain dengan metapora-metapora berlapis-lapis sehingga terhindar dari pemaknaan tunggal.
Lukisan-lukisan Greg banyak banyak sekali menggunakan media kertas dibandingkan media kanvas. Ini pun barangkali juga cara Greg Sindana mengkritik sistem pengetahuan tentang bagaimana melukis. Kertas ia katakan sebagai,
Share on Facebook
Tweet
Category : HEADLINE, pameran | 877 views
Tags : Greg Sindana, Kepauk: Extreme Realism of the Illusive, Mie Cornoedus











keep on move dude!!!
oce
sep…..
hahiho…