art

Penyandang cacat dan lansia diberi gerbong khusus

Dimuat Editor2 Sep 10th, 2009 dalam Kategori BERITA JOGJA. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa melewati bab ini dan langsung meninggalkan komentar. Ping tidak diijinkan.

Menghadapi lebaran tahun ini, Stasiun Lempuyangan akan menyiapkan satu gerbong khusus bagi penyandang cacat dan kaum lanjut usia (lansia) sebagai antisipasi lonjakan penumpang saat arus mudik.

Menurut Kepala Stasiun Besar Lempuyangan Asdo Artrivianto gerbong khusus tersebut akan ditambahkan pada KA ekonomi Progo tujuan Pasar Senen Jakarta dan KA ekonomi Sritanjung Banyuwangi Jawa Timur.  Gerbong khusus penyandang cacat dan lansia ini akan mulai dioperasionalkan pada H+1 hingga H+10 lebaran dengan kapasitas penumpang dalam satu gerbong itu sebanyak 106 orang.

“Ada spesifikasi khusus untuk gerbong tersebut, diantaranya adalah ukuran toilet yang sudah kami modifikasi sedemikian rupa sehingga lebih besar dan memudahkan penyandang cacat untuk menggunakannya,” kata Asdo seraya menambahkan enam kereta api terusan yang juga berhenti di Stasiun Lempuyangan tidak akan dilengkapi dengan gerbong khusus tersebut.

Di terangkan Asdo, Artrivianto, untuk memudahkan penumpang penyandang cacat dan lansia dalam mencari gerbong khusus tersebut, pihak stasiun akan memasang spanduk dengan tulisan yang mudah dibaca calon penumpang di  gerbong khusus tersebut.

Ia memperkirakan, jumlah penumpang selama angkutan lebaran akan mengalami kenaikan sebesar 10 persen sehingga pihaknya telah menyiapkan dua kereta tambahan yaitu Bengawan Lebaran dan Progo Lebaran dengan memaksimalkan jumlah gerbong yaitu delapan hingga 11 gerbong dalam satu rangkaian kereta.

“Apabila masih ada penumpang yang tidak terangkut, kami juga akan menyiapkan kereta komunitas, yang dulu sering disebut sebagai kereta sapu jagad,” katanya.

Pada 2007, jumlah penumpang selama angkutan lebaran di Stasiun Lempuyangan mencapai 59.514 orang, dan naik menjadi 76.424 orang.

Selain itu, untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas kendaraan roda dua atau empat di sekitar stasiun, lanjut dia, pada H-10 hingga H+10, jalan di depan Stasiun Lempuyangan akan menjadi satu jalur yaitu hanya dari simpang tiga Jalan Hayam Wuruk ke arah timur.

“Untuk arah dari timur yaitu dari Jembatan Lempuyangan ke barat tidak boleh ada kendaraan yang masuk, dan kami sudah koordinasi dengan Poltabes Yogyakarta,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Besar Yogyakarta, Buntar Riswirawan menyatakan, jumlah penumpang selama angkutan lebaran juga akan mengalami kenaikan sebesar 8-10 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Jumlah penumpang bisa mencapai 6.000 per harinya yang diangkut oleh sembilan kereta reguler dan dua kereta tambahan,” katanya.

Sedangkan untuk antisipasi calo, Buntar menyatakan selalu terbuka kepada media dan masyarakat tentang jumlah kursi yang masih tersedia dan juga kereta tambahan. “Akan ada sanksi tegas yaitu pencopotan dari jabatan jika calo tersebut adalah pegawai kereta api,” katanya.(The Real Jogja/joe)

Tinggalkan Komentar

Pariwara

250x250

Galeri Foto

120x600

Masuk log / The Real Jogja Powered by Om Kicau