Pameran seni rupa The Farmers Series:Saat Iwan Widjono membela petani

September 5th, 2009 | 23:04

Lukisan sosok Warsidi Purno Darsono, petani yang diwawancarai Iwan Widjono untuk menghasilkan karya lukis untuk pameran tunggalnya kali ini

Lukisan sosok Warsidi Purno Darsono, petani yang diwawancarai Iwan Widjono untuk menghasilkan karya lukis untuk pameran tunggalnya kali ini

Jika Anda mengunjungi Tembi Contemporary Gallery hari-hari ini, maka Anda akan bertemu dengan para petani. Di Galeri Tembi Contemporary ada petani? Ada apa sebenarnya?

Tidak usah mengerutkan dahi. Karena Iwan Widjono, seniman yang sering terlibat dalam acara seni penting internasional sedang berpameran tungal untuk karya lukis terakhirnya. Tema? Betul? Petani. Berseri lagi. Jadilah sebuah judul pameran tunggal The Farmer Series.

Ya. Di Temby Contemporary Gallery dari 1-28 September 2009 mendatang, Iwan Widjono sedang berpameran tunggal dengan tema dan cerita


Share on Facebook

Category : HEADLINE, pameran | 1,624 views
Tags : , ,

3 Responses to “Pameran seni rupa The Farmers Series:Saat Iwan Widjono membela petani”

  1. Terima kasih untuk respon positifnya. Nantikan program kami selanjutnya, masih berkenaan dengan nasip kaun terpinggirkan. Iwan Wijono akan berkolaborasi dengan Vassan Sitthiket ( Thailand ), Khanh Bui ( Viet Nam ) dan banyak lagi.
    Selayaknya seniman mengangkat dan berkontribusi pada kesejahteraan kaum marginal.

  2. RUHHAYAT says:

    Menurut pendapat saya pameran Iwan Widjono Kali ini benar-mengejutkan, karena ini sangat nyata peduli dengan petani, peduli perut masyarakat Indonesia juga perutnya sendiri.

  3. RUHHAYAT says:

    apa yang bisa kita perbuat bumi pertiwi sedang sakit parah dan akan bertambah parah. Lahan pertanian menjadi sempit di tumbuhi gedung-gedung, kwalitas tanah rusak oleh kimia, persediaan dan kwalitas air yang tidak memadai dari sumber mataair hingga saluran irigasi yang diacuhkan.
    Bagaimana juga dengan pertunjukan penggundulan hutan dimana-mana, disulap sekejap bukit, gunung menjadi terbalik (kawah) karena pegerukan batubaranya. Disana emas dikuras, disini minyak dibor.
    Apakah sampai saat ini kita belum punya rasa merasa memiliki?
    Apakah menunggu sampai semuanya menjadi terlambat?
    Ini bukana salah siapa-siapa tapi ini kelalaian kita bersama.
    Salut buat IWAN WIDJONO dan sukses

Leave a Reply