art

Pameran seni rupa The Farmers Series:Saat Iwan Widjono membela petani

Dimuat Editor2 Sep 5th, 2009 dalam Kategori FEATURES, GALERI, PAMERAN DAN FESTIVAL, THE REAL JOGJA. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa melewati bab ini dan langsung meninggalkan komentar. Ping tidak diijinkan.

Lukisan sosok Warsidi Purno Darsono, petani yang diwawancarai Iwan Widjono untuk menghasilkan karya lukis untuk pameran tunggalnya kali ini

Lukisan sosok Warsidi Purno Darsono, petani yang diwawancarai Iwan Widjono untuk menghasilkan karya lukis untuk pameran tunggalnya kali ini

Jika Anda mengunjungi Tembi Contemporary Gallery hari-hari ini, maka Anda akan bertemu dengan para petani. Di Galeri Tembi Contemporary ada petani? Ada apa sebenarnya?

Tidak usah mengerutkan dahi. Karena Iwan Widjono, seniman yang sering terlibat dalam acara seni penting internasional sedang berpameran tungal untuk karya lukis terakhirnya. Tema? Betul? Petani. Berseri lagi. Jadilah sebuah judul pameran tunggal The Farmer Series.

Ya. Di Temby Contemporary Gallery dari 1-28 September 2009 mendatang, Iwan Widjono sedang berpameran tunggal dengan tema dan cerita  mendalam mengenai kehidupan para petani di tanah air yang dilihat Iwan sedang menderita karena menghadapi banyak masalah sosial dan ekologis.

Lukisan Iwan Widjono berjudul Dari Siaga Satu Pertanian Indonesia Menuju Panen Kemerdekaan Seutuhnya

Lukisan Iwan Widjono berjudul Dari Siaga Satu Pertanian Indonesia Menuju Panen Kemerdekaan Seutuhnya

Melalui pameran ini, Iwan Widjono yang asli Solo ini, sekali lagi memunculkan karya seni “bermuatan” dengan gagasan tentang kehidupan sosial politik dalam kancaha seni rupa Indonesia yang memang sudah berlangsung lama bahkan perjuangan revolusi kemerdekaan tanah air.

Belasan lukisan yang dipamerkan Iwan Widjono mencoba mengetengahkan penderitaan kaum petani seraya mempertanyakan sistem yang tak adil dan merusak lingkungan hidup sekaligus menggugat pihak-pihak yang harus bertanggungjawab atas petaka ini.

“Pada dasarnya seniman dan lingkungan di sekitarnya tidak bisa berdiri sendiri, untuk itu dalam proses mekanisme penciptaan karya seninya. Untuk itulah dipilih untuk bekerjasama dengan para petani yang banyak sekali mengalami persoalan,” kata Iwan.

Karya lukis berjudul Konferensi Jiwa Arit dan Pacul (work in progress)

Karya lukis berjudul Konferensi Jiwa Arit dan Pacul (work in progress)

Iwan menciptakan lukisan-lukisanya melalui kegiatan dialog dengan para petani di Desa Rendeng, Kecamatan Pedan, Klaten Jawa Tengah. Dengan bergaul dan berbincang dengan petani, Iwan berusaha memahamai situasi sulit para petani dengan mencatat, merekam, sekaligus membantu menyuarakan jeritan hati” kaum petani.

“Kalau kehidupan para petani saat ini sudah makmur sudah bahagia, tentu saya sebagai seniman akan menghibur saja mereka. Tapi karena petani saat ini masih menghadapi banyak masalah yang menyulitkan kehidupan mereka, maka seniman seharusnya ikut membela petani,” kata pria anggota pergerakan seni performance internasional ini.

Arahmaini, perupa tangguh bereputasi internasional dalam catatan pameran Iwan Widjono ini berpandangan komunikasi Iwan dengan para petani dalam rangka mendapatkan karya seni rupa yang begitu dekat dengan kehidupan mereka adalah realitas dari kepercayaan Iwan terhadap ide-ide dan proses kreatif yang berkembang seiring interaksi dengan lingkungan dan manusia di sekitarnya.

Lukisan Rasi Bintang Petani Di Mata Pram

Lukisan Rasi Bintang Petani Di Mata Pram

Bagi Arahmaiani tak ada yang orisinal karena semuanya adalah proses daur ulang dan seniman tidak perlu dinobatkan sebagai seorang jenius namun cukup sebagai agen sosial dan beroperasi dalam cara dan pembawaan yang mengobati.

“Yang dianggap lebih penting untuk tampil adalah para petani dengan segala kegelisahan dan harapannya. Sehingga seniman bisa berfungsi sebagai fasilitator yang merangsang, menyalurkan dan membantu menyusun gagasan kreatif maupun pemikiran kreatif dari mitra kerjanya (para petani),” demikian Arahmaiani.(The Real Jogja/joe)

Lukisan 3 Female Farmers

Lukisan 3 Female Farmers

Lukisan berjudul Himne Petani 2

Lukisan berjudul Himne Petani 2

3 Tanggapan untuk “Pameran seni rupa The Farmers Series:Saat Iwan Widjono membela petani”

  1. tembi contemporary mengatakan:

    Terima kasih untuk respon positifnya. Nantikan program kami selanjutnya, masih berkenaan dengan nasip kaun terpinggirkan. Iwan Wijono akan berkolaborasi dengan Vassan Sitthiket ( Thailand ), Khanh Bui ( Viet Nam ) dan banyak lagi.
    Selayaknya seniman mengangkat dan berkontribusi pada kesejahteraan kaum marginal.

  2. RUHHAYAT mengatakan:

    Menurut pendapat saya pameran Iwan Widjono Kali ini benar-mengejutkan, karena ini sangat nyata peduli dengan petani, peduli perut masyarakat Indonesia juga perutnya sendiri.

  3. RUHHAYAT mengatakan:

    apa yang bisa kita perbuat bumi pertiwi sedang sakit parah dan akan bertambah parah. Lahan pertanian menjadi sempit di tumbuhi gedung-gedung, kwalitas tanah rusak oleh kimia, persediaan dan kwalitas air yang tidak memadai dari sumber mataair hingga saluran irigasi yang diacuhkan.
    Bagaimana juga dengan pertunjukan penggundulan hutan dimana-mana, disulap sekejap bukit, gunung menjadi terbalik (kawah) karena pegerukan batubaranya. Disana emas dikuras, disini minyak dibor.
    Apakah sampai saat ini kita belum punya rasa merasa memiliki?
    Apakah menunggu sampai semuanya menjadi terlambat?
    Ini bukana salah siapa-siapa tapi ini kelalaian kita bersama.
    Salut buat IWAN WIDJONO dan sukses

Tinggalkan Komentar

Pariwara

250x250

Galeri Foto

120x600

Masuk log / The Real Jogja Powered by Om Kicau