art

Baasyir: Model bom belum saatnya dilakukan

Dimuat Editor2 Agu 14th, 2009 dalam Kategori BERITA JOGJA, SOSIAL POLITIK. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa melewati bab ini dan langsung meninggalkan komentar. Ping tidak diijinkan.

Pengasuh pondok pesantren Al Mukmin Ngruki Sukoharjo, Ustadz Abu Bakar Baasyir menyatakan dirinya tidak sepakat dengan model jihat dengan cara melakukan bom bunuh diri namun ia tidak bisa melarang cara tersebut.

”Ada yang ijtihad jihad dengan bom, saya tidak sependapat itu tetapi saya tidak bisa melarang dengan mutlak karena itu Alloh yang menentukan nantinya,” terang Baasyir kepada wartawan usai menjadi pembicara dalam tabligh akbar pada kegiatan Muslim Fair 2009 di Yogyakarta, Jumat(14/8).

Diakui Baasyir, dirinya bersyukur dituduh telah mengajarkan jihad pada masyarakat. Karena menurut Basyir mengajarkan jihad merupakan kewajiban setiap mubaligh.

”Maka wajib diajarkan jihad itu, tetapi jihad yang sebenarnya menurut ilmu tidak boleh ngawur, jika serangan itu argumen maka dijawab dengan argumen tetapi jika dengan senjata maka dijawab dengan jihad,” tegasnya.

Baasyir menambahkan, terkait dengan situasi Indonesia sendiri kata Baasyir, hal yang harus dilakukan adalah dengan dakwah saja walaupun ada yang melakukan ijtihad lain seperti dengan bom.

”Saya kurang sependapat, walaupun tujuan mereka (bomber-red) itu baik hanya caranya kurang tepat. Model-model itu belum saatnya dilakukan,” tambahnya.

Baasyir mengatakan, dirinya sering dikaitkan dengan peristiwa pengeboman di beberapa daerah di Indonesia.  Bahkan terakhir dirinya di penjara 2,5 tahun juga karena tuduhan tersebut.

”Saya tidak tahu, saya tidak pernah mengebom, bom saja saya tidak tahu. Saya memang mengebom tetapi dengan mulut,” paparnya.

Menurut Baasyir, dirinya selalu berusaha memberikan dakwah melalui ceramah tentang Islam yang sebenarnya.

”Islam yang tegas, itu yang menurut mereka adalah aliran garis keras, tetapi itu garis lurus bukan garis keras,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Baasyir juga memaparkan bahwa bom masih akan terjadi di Indonesia dalam tahun-tahun mendatang.

”Satu-satunya jalan adalah merombak sistem pemerintahan sesuai dengan syariat Islam, kalau tidak bencana ini akan tetap ada,” tandasnya.(The Real Jogja/joe)

Tinggalkan Komentar

Pariwara

250x250

Galeri Foto

120x600

Masuk log / The Real Jogja Powered by Om Kicau