Baasyir: Model bom belum saatnya dilakukan
August 14th, 2009 | 13:51
Pengasuh pondok pesantren Al Mukmin Ngruki Sukoharjo, Ustadz Abu Bakar Baasyir menyatakan dirinya tidak sepakat dengan model jihat dengan cara melakukan bom bunuh diri namun ia tidak bisa melarang cara tersebut.
”Ada yang ijtihad jihad dengan bom, saya tidak sependapat itu tetapi saya tidak bisa melarang dengan mutlak karena itu Alloh yang menentukan nantinya,” terang Baasyir kepada wartawan usai menjadi pembicara dalam tabligh akbar pada kegiatan Muslim Fair 2009 di Yogyakarta, Jumat(14/8).
Diakui Baasyir, dirinya bersyukur dituduh telah mengajarkan jihad pada masyarakat. Karena menurut Basyir mengajarkan jihad merupakan kewajiban setiap mubaligh.
”Maka wajib diajarkan jihad itu, tetapi jihad yang sebenarnya menurut ilmu tidak boleh ngawur, jika serangan itu argumen maka dijawab dengan argumen tetapi jika dengan senjata maka dijawab dengan jihad,” tegasnya.
Baasyir menambahkan, terkait dengan situasi Indonesia sendiri kata Baasyir, hal yang harus dilakukan adalah dengan dakwah saja walaupun ada yang melakukan ijtihad lain seperti dengan bom.
”Saya kurang sependapat, walaupun tujuan mereka (bomber-red) itu baik hanya caranya kurang tepat. Model-model itu belum saatnya dilakukan,” tambahnya.
Baasyir mengatakan, dirinya sering dikaitkan dengan peristiwa pengeboman di beberapa daerah di Indonesia.
Share on Facebook
Tweet
Category : BERITA JOGJA, HEADLINE | 111 views
Tags : bom bunuh diri, ustadz abu bakar baasyir










