Rumah Seni Cemety Pamerkan Karya Rosalie Dan Wiyoga

August 1st, 2009 | 03:17

Rumah Seni Cemety kembali menyelenggarakan pameran eksibisi seniman peserta program residensi Landing Soon #11. Memajang karya Rosalie Monod de Froideville (Belanda) dan Wiyoga Muhardanto (Bandung), Cemety bekerja sama dengan Kedutaan Besar Belanda di Indonesia.

Rosalie Monod de Froideville dengan latar belakang hasil karyanya.

Rosalie Monod de Froideville dengan latar belakang hasil karyanya.

Dua seniman dari Belanda dan Bandung ini memamerkan hasil kerja seni konseptual mereka saat tinggal di Jogja selama 3 bulan terakhir. Rosalie Monod de Froideville (31) misalnya, menghadirkan karya yang berasal dari hasil komunikasi dirinya dengan orang-orang awam sampai tingkat personal dan intim. Sementara Wiyoga Muhardanto (25) memamerkan karya instalasi, mural dan beberapa media baru yang belum pernah dicoba sebelumnya.
Menurut pemilik Rumah Senin Cemety, Nindityo Adipurnomo, dua pelukis peserta program residensia landing soon #1 ini diberi kesempatan untuk sepenuhnya konsentrasi bekerja, melakukan uji coba dan interaksi sesama seniman, profesional maupun komunitas tertentu.
Karya Rosaline misalnya adalah hasil komunikasai Rosaline dengan warga ekspatriat mengenai hal-hal yang paling diingat terutama mengenai benda dan kemudian diwujudkan oleh penduduk/warga lokal.
“Karya-karya yang dihasilkan Rosaline dari hasil dialog dengan orang asing dan kemudian dimunculkan dalam bentuk karya seni oleh orang lokal sebenarnya tidak akan laku dijual. Yang terpenting adalah proses komunikasi dengan banyak pihak untuk bersama-sama melahirkan karya seni. Itu yang dilakukan Rosaline,” kata Nindityo.

Salah satu yang dipamerkan: bukan masalah harga...

Salah satu yang dipamerkan: bukan masalah harga...

Hasilnya seperti saat dilihat Jogjanews di ruang pamer galeri beberapa waktu lalu. Beberapa karya Rosaline memang tidak layak jual sebab barang yang dipamerkan adalah hasil imajinasi pelukis atau pembuat tempe yang tidak bernilai ekonomis. Misalnya, pisau stainless steel karya Septyanto atau juga handphone kayu oleh Modafir.
Handphone kayu ala Rosaline misalnya, adalah hasil komunikasinya dengan warga Jepang yang berada di Jogjakarta yang kemudian dia mintakan kepada Modafir untuk membuatnya. (The Real Jogja/joe)


Share on Facebook

Category : HEADLINE, pameran | 344 views
Tags : , , , ,

Leave a Reply